Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 24.Ciuman Manis


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!!


Leonard berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah cepat. Leonard terlihat sangat marah, ia memanggil nama helen dengan sangat keras.


"HELEN!"


'' HELEN! "


Leonard mencari keberadaan helen, setelah mendengar perkataan sheila tadi leonard sangat amat marah pada helen. Bisa-bisanya ia menyembunyikan keberadaan sheila dan qania darinya. Padahal helen sendiri tau jika selama ini ia sibuk mencari keberadaan qania serta putrinya itu.


"HELEN!"panggil leonard lagi.


Helen berhati-hati menuruni tangga sambil melihat wajah leonard yang saat ini amat marah,entah apa yang sudah terjadi pada suaminya itu.


" Ada apa sih mas, pulang-pulang kok langsung marah - marah?" tanya helen berjalan mendekat menuju leonard.


Leonrd menarik tangan helen kasar dan mentap helen tajam. "Kurang hajar kamu. "ucap leonard menunjuk helen.


Helen mengerutkan keningnya," Maksud kamu apa sih mas? "tanya helen melepas cekalan tangan leonard.


" Kamu ngga usah pura-pura lagi, selama ini kamu tau di mana keberadaan qania juga anak aku kan?" helen terbelalak bagaimana bisa suaminya itu tau jika sebenarnya selama ini ia tau keberadaan qania dan anak haram itu.


Helen berusaha menyembunyikan keterkejutannya, helen bersikap seperti orang yang tidak tau apa - apa," qania, sheila maksud kamu apa sih mas. Aku ngga tau apa-apa tentang mereka." helen bersikeras agar ektingnya bisa meyakinkan di hadapan leo.


"NGGA USAH PURA-PURA NGGA TAU! "bentak leo yang tau persis bagaimana sifat helen jika ia terpojok.


" Kamu tau bagaimana selama ini aku memcari qania juga putriku. "tekan leonard.


" Tapi aku emang ngga tau apa-apa tentang mereka mas!" helen bersikeras mengatakan jika dia tidak tau.


"HELEN. "bentak leonard yang membuat helen terdiam." Sheila, putriku sendiri yang bilang jika kamu selama ini tau keberadaan mereka. "sambung leo.


" Jadi anak haram itu sudah mengadu pada mas leo." batin helen mengumpati sheila.


" Sheila tidak mungkin berbohong."sambung kei, helen masih mengutuk keras sheila, ia tidak akan tinggal diam dengan apa yang sudah sheila lakukan kepadanya hari ini.


" Dan soal penyakit qania, kenapa kamu ngga pernah bilang kalau ternyata selama ini qania sakit parah? "leo tidak habis pikir dengan helen, semua kemauan helen selama ini ia turuti bahkan ia juga menuruti permintaan helen ketika helen menyuruhnya untuk meninggalkan qania waktu itu dengan syarat helen tidak akan melarangnya untuk bertemu dengan putrinya suatu saat nanti. Tapi sekarang helen malah menyembunyikan keberadaan putrinya dan berusaha menghalang-halanginya.


"Lantas kalau aku kasih tau kamu kamu mau apa, kamu mah apa mas?"


" Kamu mau merawat dia, mau perhatian sama dia dan kembali selingkuhin aku? "percuma jika ia terus menyangkal perkataan leo karna leo sepertinya sudah tau semuanya dari sheila. Liat saja helen tidak akan tinggal diam dengan semua ini.

__ADS_1


" Kamu bicara apa sih, aku ngga mungkin kembali dengan qania lagi." bantah leo.


" Gimana aku bisa percaya, selama ini kamu berjuang mati-matian buat cari keberadaan mereka."


"Gimana aku ngga takut kalau kamu nemuin mereka kamu akan kembali bersama qania? dan mengulang kesalahan dulu lagi?"


Aku ngga mungkin ngelakuin itu helen.


"Apanya yang ngga mungkin mas. Mas kamu itu pernah nyelingkuhin aku dan sekali laki-laki selingkuh dia pasti akan terus berselingkuh tak terkecuali sama qania mantan istri kamu. "


"Helen itu masa lalu ngga usah kamu ungkit-ungkit lagi. Yang sekarang yang aku mau itu cuma sheila anak aku, putri kandung aku itu saja." tegas leonard.


"Sheila itu anak qania mas, dengan kamu dekat dengan sheila otomatis kamu juga bakal dekat dengan qania. Dan butiran - butiran cinta kamu dulu bakal kembali tumbuh dengan adanya anak itu."


"Helen cukup jangan pernah kamu sangkut pautkan masa sekarang dengan masa dulu. Sudah cukup selama ini aku selalu menuruti kemauan kamu."


"Gimana aku ngga nyangkut pautin ini semua sedangkan kamu selalu hidup dalam bayang-bayang masa lalu kamu mas. "


"Aku..... "leo menggeram kesal terhadap semua perkataan helen." ini ini yang membuat aku ngga pernah betah dengan kamu. Kamu selalu nyangkut pautin semua kesalahan aku dan ngga pernah mau tau apa kesalahan kamu. "


" Maksud kamu apa mas? "helen sangat marah mendengr leonard yang selalu saja menyalahkannya dan tidak mau di salahkan.


" MAKSUD KAMU APA BICARA SEPERTI ITU MAS? "


Helen meraih tangan leo yang sekarang sedang membelakanginya. "BILANG KE AKU MASKSUD KAMU APA BICARA SEPERTI TADI MAS?"


"BILANG MAS!"Bentak helen menghentak-hentakkan tangan leo agar menjawab apa maksud dari perkataannya.


Rico terdiam melihat drama keluarga Rachel, sudah sering kali Rico melihat hal seperti ini. Bahkan setiap Rachel bertemu dengannya topik yang selalu ia ceritakan adalah masalah keluarganya, Rico sendiri merasa muak dengan itu semua.


Rachel berlari menuju papa dan mamanya. "Pa, Ma ada apa lagi sih ini?" tanya Rachel melerai perkelahian kedua orang tuanya.


"Papa mama liat dong ada Rico di sini! "tegas Rachel yang sudah sangat malu karna hampir setiap kali rico datang kerumahnya orang tuanya selalu bertengkar dengan berbagai persoalan.


Helen dan leo melirik sekilas ke arah Rico.


" Papa ke kamar dulu." ucap leo yang sebenarnya masih sangat kesal dengan istrinya itu.


Helen melihat tajam ke arah leo ia belum puas jika Leo belum mengtakan apa maksud dari perkataannya tadi kepadanya.


"Ma! "tegur Rachel tak ingin mamanya itu kembali melanjutkan pertengkarannya.

__ADS_1


**********


Xavier mengetuk pintu kamar inap mama sheila. Tak berapa lama sheilapun membukakan pintu. Sheila hanya melihat sekilas ke arah xavier kemudian ia berbalik badan dan kembali ke brankar tempat mamanya berbaring.


xavier sedikit aneh dengan sikap sheila yang biasanya ia langsung mengeluarkan kata-kata yang akan membuatnya kesal dan akirnya bertengkar. namun sekarang sheila malah diam dan tidak nyerocos seperti biasanya.


"Tumben dia diem? "batin xavier terus melihat ke arah sheila.


Sheila menunduk sembari melihat nanar ke brankar mamanya, sheila seperti sedang memikirkan sesuatu yang xavier sendiri tidak tau apa yang sebenarnya sedang sheila pikirkan.


" Gimana ke adaan mama kamu?" tanya xavier mencoba mengajak sheila untuk bicara. Lagian ia juga tidak bisa jika terus-terusan diam seperti ini.


"Kamu bisa liat sendirikan gimana kondisi mama saya. '' jawab sheila tanpa mengubah arah oandangnya.


Xavier menghela nafas panjang usahanya untuk memancing sheila berbicara panjang lebar kali tidak berhasil. Xavier mendekati sheila ia duduk di sebalah sheila. Sheila dan xavier duduk hampir tidak ada jarak posisi mereka sangat dekat apalagi dengan posisi wajah xavier yang saat ini sedang menatap sheila.


Sheila masih sibuk dwngn pikirannya sehingga ia tidak menyadari kehadiran xavier.


"Kenapa aku harus ketemu sama papa?"


"Kenapa aku harus mendengar semua ucapannya dia tadi.?"


"Kenapa hidup aku seakan akan ngga bisa lepas dari semua kesalahan yang papa buat? "


"Dan mama apa mama sengaja menyuruh aku untuk bertemu dengan xavier agar mama dan papa bisa bertemu?"


"Apa mama sudah merencanakan ini semua? "


"Jangan memikirkan atau menduga-duga hal yang belum tentu kebenarannya. " Reflek Sheila langsung melihat ke arah sumber suara begitu suara berat yang sangat dekat masuk ke indra pendengarannya.


Jarak sheila dan xavier yang sangat dekat membuat wajah mereka hampir saja saling beradu, deruan nafas sheila sangat terasa di wajah xavier begitupun dengan sheila.


Xavier semakin mendekatkan wajahnya sampai tidak ada jarak di antara mereka, xavier mengulam bibir mungil sheila dengan sangat lembut tidak ada perlawanan dari sheila, sheila seolah olah menikmati keadaan sekarang ini.


"Xavier"sontak panggilan itu membuat sheila dan xavier kaget.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2