Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 104.bujukan sandra


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Xavi mengetuk pintu kamar mama sheila berulang kali. Ya sheila saat ini sedang berada di rumahnya, rumah qania. Sheila tidak keluar kamar sejak semalam, saat ia baru keluar dari rumah sakit.


"Sheila... Tolong jangan memendam kesedihan kamu sendiri ada saya di sini kamu bisa berbagi kesedihan kamu pada saya." ucap xavi yang dari tadi malam terus bersandar di depan pintu kamar qania sambil terus mengetuk pintu sambil memohon pada sheila untuk membukakan pintu untuknya.


" Saya suami kamu, saya cinta sama kamu saya sakit melihat kamu seperti ini."ucap xavi namun tetap tidak ada jawaban apapun dari sheila, hanya isakan tangis dan detingan - detingan benda yang terdengar dari dalam kamar.


" Tolong buka pintunya, jangan membuat saya hawatir seperti ini! "mohon xavi lagi yang juga ikut menangis mendengar isakan sheila.


Di sisilain sheila tengah berbaring di atas tempat tidur mamanya sambil memandangi album foto dirinya serta mamanya dulu.


" Hiks... Hikss" lembaran demi lembaran album foto dilihat oleh sheila berulang kali,sampai detik ini sheila masih tidak percaya jika mamanya telah meninggalkannya untuk selama - lamanya.


Harusnya sheila ngga pergi ninggalin mama hari itu pasti mama ngga akan meninggal ma. Ini semua kesalahan sheila.


Sheila yang udah buat mama meninggal...hiks..hiks"


Sheila menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian mamanya itu, ia merasa mamanya meninggal akibat dirinya. Ia menyesal dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


************


"Ren. "leonard memanggil asisten pribadinya itu dengan suara parau.


" Iya pak." jawabnya menunduk sopan pada leonard.


Tolong kamu cari tau bagaimana keadaan sheila saat ini, saya sangat hawatir dengan dia.


Bukannya akan lebih baik kalau bapak menemui nona sheila langsung, pasti nona sheila sangat membutuhkan bapak sekarang.


Saya juga mau seperti itu, tapi kamu tau sendirikan bagaiaman hubungan saya dengan sheila. Saya tidak mau kehadiran say hanya akan menambah kesedihannya.


Reno mengangguk, ia paham betul bagaimana perasaan bosnya itu.


"Bukan cuma kehilangan ibunya tapi dia juga kehilangan calon bayinya. Saya tidak bisa membayangkan bagaiman terpukul dan terpuruknya dia saat ini. "leonard menghela nafas sembri menepis air matanya.


" Saya tunggu laporan kmu malam ini." sambung leonard yang kemudian berdiri lalu oergi meningalkan ruangannya.


**************


" Mas..." ucap rashel bergelayutan di leher rico saat rico sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Kamu ngga ke kantor mas? "sambung rashel melihat ke arah rico yang masih fokus dengan leptopnya.


" Engga." jawab Rico melepaskan tangan rashel dari lehernya.


" Kenapa?" tanya rashel memperbaiki posisi duduknya.


" Karna saya ingin menemui sheila, saya ingin mencoba menghibur dia karna pasti dia sangat terpukul saat ini." jawab rico yang membuat wajah rashel terlihat cemberut.


"Lagi - lagi sheila, kenapa wanita itu selalu saja merebut perhatian nico dari saya. "batin rashel menggerutu.

__ADS_1


" Tapi bukannya di sana ada xavi, mana mungkin xavi mengizinkan kamu bertemu dengan sheila?" ucap rashel mencoba mempengaruhi rico agar tidak pergi dan menghabiskan waktu dengan dirinya.


Nah karna itu saya mau ajak kamu untuk mengunjungi Sheila bersama - sama.


Aku...?" ucap rashel mengerutkan keningnya.


Iya, memangnya kenapa?kamu tidak mau?"


What?... Tapi ngga - ngga saya harus mau karna ini saatnya saya menunjukkan sikap baik saya pada rico biar rico mengira saya sudah berubah dan tidk mempermasalahkan tentang dia dan sheila." batin rashel.


"Tentu dong sayang,... aku mau, lagian sudah seharusnyakan kita menghibur orang yang berduka seperti sheila. Kita harus menyemangati dia biar dia bisa melanjutkan hidupnya lagi!" jawab rashel tak lupa dengan senyumannya.


Rico mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka dengan reaksi Rashel yang sepositif itu." Kamu serius? "tanya rico memastikan.


Iya..." jawab rashel mengangguk, "emangnya kenapa sih kok kamu keliatan heran gitu?"


"Oh... Engga engga ngga papa, saya suka sama perubahan kamu. "jawab Rico yang membuat Rashek semakin tersenyum.


Pelan tapi pasti aku akan mencoba memahami kamu dan bersikap positif seperti ini. Aku akan buang semua sifat buruk aku mulai sekarang." jelas rashel sambil meraih tangan rico.


"Karna aku ngga mau kehilangan kamu karna sikap buruk aku lagi. Kamu maukan bibing aku?" tanya rashel yang di angguki oleh rico


"Tentu... Saya akan mendukung kamu selama perubahan itu baik untuk saya dan kamu. "jawab nico.


" Thank you sayang." ucap rashel.


************


Sandra tau rumah itu dari mama xavier saat ia berkunjung untuk menjenguk sheila ke rumah utama.


Xavi yang tengah selonjoran sambil menyandar di pintu kamar sheilapun berdiri dan melihat ke arah sandra.


"Kamu kenapa ada di sini? "tanya xavi takbisa menyembunyikan kesedihannya.


" Dari mama kamu, kamu baik - baik ajakan?" tanya sandra yang prihatin melihat keadaan xavi.


Xavi mengangguk," aku baik-baik aja tapi.... "xavi melihat ke arah pintu kamar" Tidak dengan sheila. "


" Sudah dua hari sheila tidak keluar kamar, makanpun dia ngga hanya isakan tangis yang terdengar setiap kali aku meminta sheila untuk keluar. Aku hawatir dengan keadana sheila saat ini. Aku bahkam ngga bisa ngeliat dia dan meluk dia sekarang." jelas xavi yang terlihat sangat sedih dengan keadaannya sekarang ini.


" Aku tau pasti ini sangat berat untuk sheila juga untuk kamu tapi kalau kamu dan sheila sama - sama menyakiti diri seperti ini lalu siapa yang akan menguatkan sheila nanti?."


" Bukan berarti sheila ngga makan kamu juga ikut ngga makan er kamu itu harus kuat harus tetap sehat demi sheila kamu harus bongkar pembantas di antara kalian ini! "


"Aku bisa ca, aku ngga bisa makan kalau aku belum bisa liat sheila makan."


"Lalu kamu mau mati berdua dengan sheila di sini itu mau kamu?"


Xavi tidak bisa menjawab, pikirannya hanya tertuju pada sheila seorang saat ini.


"Kamu harus makan er, biar sheila aku yang bujuk. Semoga aja dia mau keluar kalau aku yang coba bicara dengan dia!" ucap sandra memberikan bingisan makanan pada xavi.

__ADS_1


"Makan, isi tenaga kamu! Karna pasti banyak hal yang kamu hadapi setelah ini!" sambung sandra yang kemudian berjalan menuju pintu kamar sheila.


Xavi menghela nafas panjang melihat makanan yang di bawa sandra, dan pintu kamar sheila secara bergantian.


Sandra mengibas - ngibaskan tanggannya menyuruh xavi untuk menjauh.


Xavipun meyakinkan dirinya, lalu pergi ke arah ruang tamu untuk mencoba menyantap makanan yang diberikan sandra kepadanya. Mau bagimanapun perkataan sandra tadi ada benarnya.


Tok... Tok... Tok.


"Sheila ini aku sandra, kamu ingatkan dengan aku"ucap sandra sembari mengetuk pintu kamar.


" Aku tau gimana perasaan kamu saat ini, aku ngerti banget. Kita sama sheila kita sama sama kehilangan orang yang paling berarti dalam hidup kita."


Sheila mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan maksud sandra.


"Waktu di rumah sakit, sebelum mama kamu jatu. Mama kamj sempat cerita tentang kamu sama aku. Banyak hal yang dia ceritakan tentang kamu tapi.... ada satu hal rahasia dan menurut saya itu penting untuk kamu ketahui."ucap sandra untuk memancing sheila agar mau keluar.


"Apa..." tanya sheila pelan dengan suara paraunya.


"Aku akan kasih tau kalau kamu keluar dari kamar dan nemuin xavi!."


"Kamu pasti berbohong, kamu sengaja mengatakan itu supaya saya keluarkan?"


"Aku ngga bohong, aku serius bahkan mama kamu juga nitipin sesuatu untuk kamu ke aku."


"Apa?"


"Surat, dia nitipin surat untuk kamu."


"Kenapa harus sama kamu?"


Aku ngga tau, tapi aku bicara jujur. Kalau kamu emang ngga percaya kamu bisa keluar dan lihat sendiri sekarang.


Sheila berpikir, ia sangat penasaran dengan surat yang di maksud oleg sandra. Sheila turun dari tempat tidur mamanya lalu berjalan ke arah pintu kamar untuk membuka pintu.


Ceklek


Suara desiran pintu membuat sandra tersenyum, ia senang dengan rencananya yang berhasil.


Sheila membuka pintu dan melihat sandra yang tengah berdiri di depan pintu dengan wajah tersenyum.


"Mana?! "ucap menagih ucapan sandra.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2