Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 49.Rapat keluarga


__ADS_3

Malam ini keluarga sheila dan Xavier sedang merapatkan tentang acara pernikahan sheila dan Xavier. Mengingat jika qania, mama sheila saat ini kondisinya sudah membaik jadi tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk mengundur-ngundur acara pernikahan.


"Jadi kapan rencana kalian akan melakukan pernikahan? "tanya Karina melihat kepada xavier juga sheila.


Sheila dan xavier saling bertatapan, mereka bahkan tidak pernah membahas soal ini.


" Bagaimana kalau minggu depan tanggal 20 febwari bertepatan dengan hari ulang tahun kamu sheila." ucap Qania memberi usul.


" Itu ngga terlalu cepat apa ma? "ucap Sheila sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" engga sheila itu malah justru tanggal yang pas buat kalian melakukan pernikahan, Biar gampang di ingat..... Tante malah setuju sama usul mama kamu,iyakan pa, mas? "ucap Karina sembari melihat ke alexsander juga Firman.


" Iya papa setuju, jadi mulai minggu ini kita bisa mengurus semua keperluan weding kalian." jawab Firman.


Alexsander masih terdiam memperhatikan Sheila juga qania, melihat qania seperti ini malah membuat Alexander teringat dengan kejadian lima belas tahun yang lalu.


" Dia sangat mirip dengan wanita itu."


" Jangan - jangan benar.... dia lah orang yang selama ini saya cari."


"Saya harus memastikan ini semua."


Pikir Alexander masih memperhatikan sheila juga qania.


Stiven sangat kesal melihat papanya yang terus saja diam dari tadi.


"Ini papa kenapa sih, sejak awal bertemu sama sheila dia selalu saja diam. Bahkan sekarang di saat rapt penting seperti ini papa tidak berkomentar sama sekali."


"Kalau seperti ini bagaiman bisa saya menggagalkan pernikahan mereka bedua. "


Batin Stiven yang terus memperhatikan papanya.


"Gimana pa, papa setujukan kalau Xavi sam sheila menikah minggu depan? "tanya Karina lagi pada papnya.


Alexsander melihat ke arah karina kemudian mengangguk," Papa ikut rencana kalian saja. "jawab Alexsander,yang langsung di sambut senyum ceria oleh karina, qania juga firman.


" Oke berarti mulai besok kita atur semua keperluan kalian weding." ucap Karina bersemangat.


Stela dan stiven hanya bisa memutar mata mereka malas mendengar percakapan tak penting seperti ini.


Di sisi lain xavi terlihat heran melihat sikap opanya yang menurutnya sangat aneh. Tidak biasanya opanya mau menurut sepeeti ini.


"Ada apa sama opa kenapa tidak ada satupun komentar dari opa tentang pernikahan ini. ''


"Aneh.. "

__ADS_1


Batin xavier yang baru kali ini melihat opanya seperti ini.


**********


Stela menghampiri anaknya kedalam kamar ia ingin menanyakan apa rencana Stiven selanjutnya.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya?"


"Kamu tidak akan membiarkan xavi begitu sajakan? Tanya stela lagi.


"Tentu saja tidak ma, "


"Lalu apa rencana kamu?..... kamu lihat sendiri bukan tidak ada komentar atau penolakan apapun dari papa kamu tentang pernikahan Xavi dan sheila."


"Iya aku tau.... Tapi untuk sekang kita biarkan saja xavi dan sheila menikah. "


"Ha.... "kejut stela." Kamu serius membiarkan mereka menikah, kamu tau bukan kalu itu smpai terjadi perhatian papa kamu pasti akan di renggut oleh xavi dan pasti harta warisan papa kamu juga akan lebih banyak jatuh pada dia."


Stiven menghela nafas panjang," Lalu mama mau apa, mama mau menghancurkan acara pernikahan mereka? "tanya stiven.


" Ya harus."


" Kalau acara pernikahan mereka hancur yang malu pasti keluarga kita ma, Dan itu pasti berdampak besar pada perusahaan papa. Belum lagi kalau papa tau siapa biang kerok dari itu,yang ada papa malah makin tidak percaya dengan aku. Apa mama mau seperti itu? "


Stela mendengus kesal, perkataan anaknya itu ada benarnya.


Stela mengangguk-ngangguk menfengar rencana anaknya itu.


*************


Sheila mengatar mamanya masuk kedalam kamar, sheila yakin pasti mamanya sangat lelah sepulang dari rumah xavier.


" Mama istirahat ya, pasti mama capekkan?" ucap sheila sembari menarikkan selimut untuk mamanya.


"Mama ngga capek sayang, apapun yang bersangkuatan dengan kamu mama ngga akan pernah lelah karna kamu adalah semangat mama."


Qania terswnyum bahgia sembati menatap sheila "Mama sudah tidak sabar melihat kamu duduk di pelaminan bersama xavi."


"Ini waktunya kamu bahagia sheila , Mama yakin xavi akan menjaga dan akan selalu membuat kamu bahagia. Hidup kamu tidak akan menderita lagi."


Sheila memaksakan senyumnya di hadapan qania. "andai saja mama tau kalau aku menikah dengan xavi hanya untuk bisa membalas semua perbuatan iatri sah papa ma."


"Begitupun dengan xavi..... dia menikahi aku hanya untuk bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan pada aku ma. "batin sheila masih menatap nanar ke arah mamanya.


***********

__ADS_1


" Rico kamu jangan kelihatan bete kayak gitu lah, inikan acara pernikahan kita.kamu harus senyum dan terlihat bahagia di depan semua orang! "bisik Rashel pada Rico yang terlihat sangat tidak menikmati acara pernikahan mereka.


" jangan pernah memaksa apapun lagi, apa belum cukup saya menikahi kamu. "tegas rico berbisik di telinga Rashel.


Rashel menatap Rico dengan tatapan jengkel," Aku ngga pernah memaksa kamu, ini semua terjadi atas kemauan orang tu kita juga bukan? "balas Rashel yang tak mau harga dirinya di injak - injak oleh Rico.


" Tapi kamu yang meracuni otak mama saya untuk segera menikahi kamu. Kamu memperalat mama saya untuk bisa mewujudkan kemauan kamu."


Rico dan Rashel saling beradu tatap, bukan tatapan kemesraan yang mereka adukan namun tatapan jengkel dan penuh ke kemarahan di antara mereka.


" Kenapa sikap Rico malah semakin dingin sekarang, harusnya dengan aku menikah dengan dia sikapnya bisa berubah dan bisa kembali mencintai aku...... Tapi sekarang malah sebaliknya. " batin Rashel masih menatap Rico dengan tatapan kesal.


" Gara-gara Rashel semua rencana saya jadi berantakan, Kalu sudah seperti ini semakin kecil untuk saya bisa mendapatkan sheila." batin Rico yang juga masih menatap Rashel penuh kemarahan.


Helen dan Tari memecahkan tatapan kekeslan di antara mereka dengan memberikan sepiring kue kepada mereka.


" Sayang ini mama bawakan kue untuk kalian, kalian suap-suapan yah biar terlihat romantis. "usul tari sembari memberikan kue yang ia bawa pada Rashel.


" Iya.... Lagian dari tadi mama lihat kalian hanya diam - diaman tanpa melakukan hal - hal romantis di sini. Hrusnya kalian itu menunjukkan keromantisan kalian di sini biar semua orang pada iri dengan kalian. "ucap Helen.


Rashel tersenyum sembari menerima kue yang di bawakan oleh mama mertuanya itu.


" Mama ini bisa saja, kitakn jadi malu. Iyakan sayang." ucap Rashel mengelus pipi Rico.


" Hmmm..." jawab Rico.


" Emang ya kalau pengantin baru bawaannya malu-malu terus padahal mah sebenarnya mau ya kan jeng. "ucap Helen.


" Iya" saut tari. "yasudah kalau begitu kalian makan ya kuenya, mama sama jeng helen mau gumpul - ngumpul lagi." ucap tari menarik tangan helen untuk segera menjauh dari mereka.


"Jangan lupa suap-suapan ya! "ucap helen sebelum dia pergi.


Rashel kembali beralih menatap Rico yang masih terlihat acuh padanya, rashel memotong kue yang di berikan mamanya tadi dengan ukuran kecil kemudian menyuapinya pada Rico.


" Kamu makan ya sayang!"ucap Rashel berusaha untuk bersikap manis pada Rico.


Rico mendorong sendok yang berisi kue itu menjauh dari mulutnya," Kalau kamu mau makan makan saja sendiri. "ketus Rico.


Rashel meremas kuat sendok yang ia genggam, ingin sekali ia melempar kue serta sendok ini pada Rico tapi itu tidak mungkin ia tidak mau merusak acara pernikahannya sendiri.


" Tahan rashel.....tahan kamu pasti bisa mendapatkan perhatian dan cinta rico lagi. Kamu harus percaya itu!" batin Rashel menenagkan dirinya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2