
HAPPY READING GAYS!!!
Sesampainya di cafe qania memesan minuman dan makanan untuknya. Sesekali qania melihat ke arah kantor xavier untuk melihat sheila telah keluar atau belum.
"Semoga aja rencana aku kali ini bisa bikin mereka tambah deket. "ucap qania berharap banyak dengan pertemuan sheila dan xavier hari ini.
" Silahkan buk." pesanan qaniapun sampai dengn cepat karna pengunjung cafe saat ini tidk terlalu ramai. Kariawan tersebut menghidangkan pesanan qania di atas meja lalu pergi.
Qania meraih jus jeruk pesanannya dan menyuapkan spagetty ke dalam mulutnya. Qania sangat senang hari ini selain bisa mempertemukan sheila dan xavier qania juga senang karna akirnya setelah sekian lama akirnya ia bisa keluar dari rumah sakit dan makan di luar seperti ini. Walaupun nantinya qania harus kembali ke dalam rumah sakit lagi untuk mengobati sakit ginjalnya yang sampai sekarang belum menemukan pendonor.
Seorang pria baru saja masuk ke dalam cafe pandangannya langsung mengarah ke arah qania, pria itu terkejut sekaligus senang melihat qania. Pria itu berjalan mendekat ke arah qania, senyum di bibirnya taklepas sampai ia berdiri tepat di depan meja qania.
Merasa ada seseorang yang datang qaniapun menghentikan aktifitasnya. Qania mendongak untuk melihat siapa yang datang ke mejanya.
Mata qania terbelalak saat tau yang datang adalah orang yang sangat tidak ingin ia temui "Mas leonard? "
Ya leonard suami qania yang sudah meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu.
Leonard tersenyum, "qania akirnya aku bisa liat kamu." ucapnya beradu tatap dengan qania.
"Ternyata kamu masih sama seperti dulu tetap cantik." ujar leonard.
"Ngapain kamu ke sini mas? "mata qania langsung berkaca-kaca melihat leonard membuat luka lamanya kembali teringat olehnya.
" Kamu ngikutin aku?" tuduh qania pada leonard.
" Qania kamu jangan marah dulu!" leonard berusaha untuk menenangkan qania agar perhatian pengunjung cafe tidak terarah kepada mereka berdua.
"Kamu ngapain di sini mas? "tanya qania lagi penuh penekanan, sungguh qania tidak ingin melihat wajah lelaki jahat yang telah menghancurkan hidupnya itu.
" Aku ke sini itu cuma mampir dan ngga sengaja melihat kamu." jelas leonard.
" Kalau kamu cuma mampir ngapain kamu nemuin aku mas ?. Apa Kamu sengaja ingin memperlihatkan bagaimana senangnya hidup kamu sekarang ini? "melihat leonard membuat qania semakin emosi. Emosinya tak bisa ia tahankan semua luka dan dukanya teringat oleh qania.
" Qania aku tau kamu marah dan emosi sama aku tapi asal kamu tau selama ini aku selalu cari kamu dan anak kita. "leonard memegang kedua bahu qania agar qania bisa tenang dan mendengarkan semua penjelasannya.
__ADS_1
" Aku cari kamu kemana-mana, aku khawatir dengan kondisi dan kehidupan kamu juga anak kita sayang." mulut manis leonard kembali mengusik pikiran qania amarahnya pada leonard seakan hilang. Leonard memang sangat pandai membuat qania luluh dan melupan kesakitan yang ia rasakan selama ini.
" Aku ngga pernah ninggalin kamu qania, selama ini aku selalu membujuk helen untuk bisa nerima kehadiran kamu sebagi istri kedua aku. Tapi..... "leonard menjeda ucapannya dan memasang raut wajah sedihnya.
" Helen selalu menolak keras dan selalu memaki-maki aku ketika aku membahas kamu dengan dia." sambung leonard lagi.
" Tapi aku ngga akan tinggal diam lagi, aku udah nemuin kamu sekarang. Aku janji sama kamu aku akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan akan membahagiakan kamu juga anak kita." perkataan leonard malah membuat qania teringat akan janji leo kepadanya dulu, saat ia sedang hamil besar,leo selalu berkata dan berjanji kepada qania seperti itu.
FLASHBACK
" Aku akan tanggung jawab qania." leo memegang tangan qania penuh cinta, sesekli leo juga memegang kandungan qania yang sudah menginjak sembilan bulan sebentar lagi qania akan melahirkan putri cantiknya.
" Aku akan membahagiakan kamu selamanya. "sambung leo mengusap rambut qania.
" Aku ngga akan pergi ninggalin kamu sayang. "leo memeluk qania penuh ketulusan. Memon itu adalah momen dimana qania merasa jika ia adalah perempuan paling beruntung di dunia ini. Qania merasa sangat bahagia melihat suami tercintanya sangat perhatian dan sesayang itu kepadanya.
Namun kebahagian qania lenyap begitu helen, istri sah suaminya datang dan menarik paksa leo dari pelukannya. Helen memaki habis-habisan qania, menghina merendahkan bahkan helen juga menyuruh warga untuk mengusir qania dari rumahnya sendiri waktu itu. Tak peduli berapa keras leo menyuruh helen untuk menghentikan semua itu.
Qania menepis tangan leo dari bahunya, qania menatap leo dengan tatapan kebencian. "Kamu jug pernah bilang itu ke aku 20 tahun yang lalu mas." ucap qania, air matanya tak bisa ia hentikan untuk menetes.
"KAMU NINGGALIN AKU MAS, KAMU NINGGALIN AKU DI SAAT AKU SEDANG HAMIL BESAR."
"KAMU MEMILIH UNTUK PERGI BERSAMA ISTRI KAMU."
"APA YANG KAMU LAKUIN WAKTU ITU? PENGORBANAN APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN WAKTU ITU KE AKU?"
Qania menggeleng"NGGA ADA MAS. KAMU HANYA MELIHAT BAGAIMANA AKU DI USIR DARI RUMAHKU SENDIRI. "ucap qania penuh emosi sambil menunjuk dirinya sendiri.
Leonard berusaha untuk menenangkan qania karna perhatian semua orang telah tertuju kepadanya.
"Qania kita bisa bicarakan ini baik-baik!" bujuk leo pada qania.
"Kamu harus tenang qania. Kita ini sedang berada di cafe banyak orang yang akan melihat kita kalau kita bertengkar seperti ini! "sambungnya lagi.
Leonard memegang kedua tangan qania," kita bicarakan ini baik-baik tapi ngga di sini!" ucap leo membujuk qania untuk pergi bersamanaya.
__ADS_1
Qania melepaskan pegangan tangan leonard kasar, "PETGI MAS!" usir qania.
"PERGI MAS JANGAN PERNAH KAMU TEMUIN AKU LAGI! "kekeh qania menyuruh leo untuk hilang dari pandangannya.
" Qania masih banyak yang harus aku bicarain sama kamu, masih banyak kesalah pahaman yang harus kita luruskan." leonard tidak mau menyia - nyiakan kesempatan ini begitu saja. Bertahun-tahun leonard mencari qania dan sekarang ia secara tidak sengaja bertemu, tidak mungkin semudah itu ia meninggalakan qania. Orang yang paling ia cintai dan paling tunggu kehadirannya.
"PERGI MAS, UDAH CUKUP KAMU NYAKITIN AKU SELAMA INI! bentak Qania lagi.
" AKU SAMA KAMU UDAH NGGA ADA APA-APA LAGI MAS! "tegas qania.
" AKU NGGA PERNAH MAU BERURUSAN SAMA KAMU LAGI. "
"AKU..... "qania memegang pinggang bagian kanannya, kakinya langsung melemah. Rasa sakit yang sangat luar biasa di tasakan oleh qania saat ini.
" Aaakkkhhh...." Qania merintih kesakitan.
Melihat itu leonard langsung memegangi qania agar tubuh qania tak jatuh ke lantai.
" Qania kamu kenapa?" cemas leonard melihat kondisi istrinya itu.
Qania masih merintih kesakitan . matanya terasa sangat berat, kesadaran qania mulai menurun.
"Qania... Qania! "panggil leonard sambil menggoyang-goyangkan tubuh qania.
" Qania!" qania kehilangan kesadarannya rasa sakit yang sangat luar biasa membuat qania tidak sadar kan diri.
Dengan cepat leonard mengangkat tubuh qania dan berlari menuju mobilnya untuk membawa qania ke rumah sakit.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1