Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 83.malu yang luar biasa


__ADS_3

Ting... Ting.. Ting..


Notifikasi - notifikasi tak henti - hentimya berbunyi dari ponsel helen, bunyi notifikasi itu sangat mengganggunya yang saat ini sedang berkumpul dengan para teman - teman sosialitanya.


Drettt... Drettt... Drettt


+628238'****** is call


Helen mengambil ponselnya lalu melihat nomor yang tidak ia kenal menelfolnya.


Helen mengerutkan keningnya lalu mengangkat telfon tersebut.


"Halo, ini siapa ya? "tanya helen.


" Xavier alexsander, anda taukan siapa saya? "


" xavi? "ucap helen terkejut dengan telfon dari xavier yang tiba - tiba - seperti ini. Helen berdiri lalu berjalan menjauh dari teman - temannya.


" Ada apa kamu menelfon saya? "


" Untuk memberikan kejutan pada anda, kejutan yang besar sama halnya dengan apa yang anda lakukan pada istri dan keluarga saya."


"Apa maksud kamu?" tanya helen yang sangat cemas dengan maksud perkataan xavi.


"Xavi.. Xavi. "teriak helen melihat ponselnya yang ternyata panggilan telah di akiri oleh xavi.


" Apa maksud dia" ucap helen melihat notifikasi yang terus masuk kedalam ponselnya tadi.


"Haah..."helen menutup mulutnya saat melihat beritanya tentang pengelapan dana di perusahaan suaminya sendiri tersebar di media sosial.


" Kenapa bisa....?" kesal helen yang kemudian kembali masuk ke restoran untuk mengambil tasnya.


" Ngga nyangka ya helen bisa setega itu sama suaminya."


"Nilep uang perusahaan sendiri loh, uangnya buat apa coba. "


" Iya parah sih ini."


Ucap para teman - teman sosialita helen saat tau berita helen yang saat ini sedang viral di media sosial.


"Jeng emang mas leonard ngasih uang kurang ya, sampe nilep uang perusahaan gitu?"


" Emang uangnya buat apa sih jeng, judi apa buat foya-foya. "


"Emang ngga kasian sama mas leonard yang siang malam harus kerja buat bisa ngembangin perusahaan."


Tak tahan dengan omongan para temannya itu helenpun segera mengambil tasnya dan pergi tanpa berkata apapun.


**************

__ADS_1


Sheila langsung berdiri begitu melihat berita mama tirinya sedang viral di media sosial.


" Jadi ini pembalasan yang di bilang oleh xavi,"ucap sheila mengukir senyum di wajahnya.


" Pasti sekarang nenek lampir itu sangat malu.Baguslah setidaknya ia bisa merasakan sedikit penderitaan saya. "ucap sheila,


"Tapi kenapa dia tidak melakukan ini dari dulu. "ucap sheila lagi yang tiba-tiba kesal.


Saya harus ke kantornya xavi sekarang!" ucapnya yang kemudian segera beranjak dan mengambil kunci mobilnya.


*************


Brak...


Helen menggebrak meja kerja suaminya saat ia baru saja sampai di kantor leonard.


" Apa-apaan kamu ini?" bentak leonard karna gebrakan helen itu membuatnya terkejut dan mengacaukan semua konsentrasinya bekerja.


Kenapa berita aku bisa ke sebar? "ucap helen melempar ponselnya ke arah leonard.


Leonard melihat isi layar ponsel tersebut, ia melihat berita tentang helen yang pernah menggelapkan keuangan kantornya saat ini sedang menjadi trending topik di media sosial.


" Aku ngga tau kenapa ini bisa ke sabar. Berita ini sudah berhasil di gagalkan untuk di sebar dulu. Dan semua artikel terkait tentang ini juga sudah di hapus. "jawab leonard.


" Lalu kenapa ini bisa ke sebar yang tau ini cuma kita, cuma kita mas? ."


"Kamu tau gimana malunya aku saat semua teman-teman aku mengolok dan menjelek-jelekkan aku saat tau berita ini. Aku malu mas, aku ngga tau harus di tarok di mana muka aku."


" Xavier Alexander." ucap leonard yang membuat helen langsung melihat ke arahnya.


Dia satu - satunya orang yang juga tau masalah ini bahkan dia juga punya artikel tentang kamu.


"Kenapa..... Kenapa dia bisa tau?"


"Karna dia satu - satu orang yang mau berinvestasi dan menyalamatkan perusaan ini karna ulah kamu."


"Ulah bodoh kamu yang ikut - ikutan investasi bodong. Kamu terlalu mudah tergiur dengan keuntungan - keuntungan yang mereka janjikan sampai gsampai kamu menggelapkan keuangan perusahaan aku."


"Mas kamu kenapa bahas itu lagi, aku kan juga ngga tau kalau orang itu mau nipu aku. Kalau aku tau aku juga ngga akan ikut investasi itu."


"Kitakan udah bahas ini sebelumnya dan kamu juga udah maufin aku. "


"Terserahlah aku tidak mau ikut - ikutan masalah kamu lagi. Mulai sekarang kita urus masalah kita masing - masing, aku capek sama kamu. "ucap leonard yang kemudian keluar dari ruangan itu.


" Mas... Mas "


" Aakkhh..." ucap helen menghempaskan fas bunga yang ada di meja leonard.


****************

__ADS_1


" Selamat siang buk." sapa para pegai kantor saat sheila sampai di kantor xavi.


" Siang.." jawab sheila membalas senyuman parakariawan xavi.


Ceklek.....


" Baik, terima kasih"ucap xavi bersamaan dengan sheila yang masuk kedalam ruangannya.


" Sheila, pasti kamu ke sini untuk berterima kasih sekaligus untuk memuji saya kan." ucap xavi sangat percaya diri begitu sheila masuk kedalam ruangannya. Xavi sudah tau jika sheila datang ke kantornya saat resepsionis mengatakan jika ada kedatangan sheila.


" Kamu salah besar, saya kesini justru mau protes pada kamu." xavi mengerutkan keningnya mendemgar ucapan sheila itu.


"Protes? "


"Iya, kenapa kamu baru lakuin ini sekarang, harusnya kamu lakuin ini dari dulu."


"Kamu kan tau kalau saya benci sama dia dan mau ngancurin dia. "protes sheila mengutarakan kekesalan hatinya.


" Dulu saya tidak punya alasan untuk melakukan ini, kamu bukan siapa - siapa saya waktu itu. Semua orang pasti akan bertanya - tanya jika saya melakukan itu dulu. "


" Begitupun dengan keluarga saya yang saat itu belum tau tentang hubungan kita. Banyak dampak buruk untuk saya jika saya melakukannya itu saat kita belum menikah."


Sheila menatap sinis ke arah xavi, alasannya terlalu realistis untuknya membantah.


" Harusnya kamu meikirkan itu lebih dulu sebelum kamu protes seperti ini pada saya."


Sheila mengalihkan pandangannya, mendengar perkatan xavi seperti itu.


Xavi melihat tangan sheila yang ternyata tidak membawa apapun ke kantornya.


"Kamu tidak membawa apapun ke sini? Makan siang misalnya?" tanya xavi.


"Untuk apa saya membawakan kamu makanan kamukan bisa beli sendiri di restoran yang mahal dan rasanya jauh lebih enak dari masakan saya." sindir sheila.


Xavi mengangguk, lalu berjalan menggengam tangan sheila"Benar,


... tapi sekarang kamu itu sudah menjadi istri saya, harusnya kamu sedikit bersandiwara saat kamu ada di sini agar orang - orang tidak curiga." ucap xavi yang kemudian menarik tangan sheila keluar dari ruangannya.


" Eh... Kamu ngapain, kita mau kemana?" tanya sheila yang susah payah menyesuaikan jalannya karna tarikan dari xavi.


Xavi merangkul sheila," kitakan mau makan sayang. "ucap xavi sedikit mengencangkan suaranya supaya para kariawannya mendengar.


Sheila mengerutkan keningnya, ia bahkan tidak meminta xavi untuk makan siang bersamanya.


" Kamu harus jaga sikap, di sini banyak mata - mata Opa ataupun stiven."bisik xavi agar sheila bisa mengikuti sandiwaranya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2