Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 109.tolong aku mas!


__ADS_3

Di kediaman alexsander.....


Rico masuk kedalam kamar stiven begitu saja saat maid yang ada di rumah stiven mempersilahkannya untuk masuk. Maid itu juga memberi tahu rico jika stiven tidak ada di rumah namun rico tidak mempedulikan itu lagi pula ia juga tidak lama di rumah stiven. Rico hanya perlu berbaring sebentar di singgasana kenyamanan stiven sebentar untuk menenangkan pikirannya sebelum ia pulang dan kembali berpura - pura bersikap baik pada rashel.


Ya.. Pura - pura itulah hidup yang di jalani rico saat ini berpura - pura baik karna rashel sedang mengandung anaknya.


"Aaaahhh... "rico melentangkan tubungnya di kasur stiven menikamati empungnya kasur sang raja.


Cukup lama Rico berbaring, membolak balikan tubuhnya sampai kasur stiven yang tadinya rapi kini sudah tak berbentuk. Semua bantal dan selimut telah berhamburan ke lantai.


Rico menghela nafas panjang, ia merasa sangat bosan berada di kamar stiven semdirian tanpa ada yang bisa ia ajak bicara ataupun ia permainkan. Rico heran kenapa temannya lama sekali pulang, apa sebenarnya yang di lakukan pengangguran kaya itu? Apa mungkin dia ke bar? Bersenang - senang dengan pra wanita sebelum ia menjadi gembel?...


Rico berdiri dan mengacau barang - barang stiven. Melihat - lihat isi lemari stiven yang biasa - biasa saja bahkan tidak ada barang berharga yang bisa ia bawa pulang sebagai hiasan kamarnya juga.rico tak henti sampai di sana ia membuka setiap barang koleksi stiven seperti jam-jam edisi terbatas yang ia miliki. Sampai akirnya nico menemukn satu laci kecil yang berada di dalam lemari koleksi stiven terkunci dengan rapat seperti laci penyimpanan barang terlarang atau semacamnya yang membangkitkan jiwa penasaran rico. Pasalnya stiven tidak pernah mengunci setiap lemari yabg ada di kamarnya walaupun stiven tau jika rico suka sekali mengacau jika sudah berada di kamarnya. Tapi sekarang anehnya ada satu laci yang tidak bisa ia buka. Rico mencari kunci laci tersebut, rico sangat tau jika stiven menyimpan apapun tidak jauh dari barang yang ia sembunyikan. Sama halnya dengan laci ini pasti kunci laci ini tidak berada jauh dari laci dan benar saja dengan cepat Rico menemukan kunci laci itu. Rico menemukannya di sudut jam koleksi stiven.


Rico langsung membuka laci itu dan melihat leptop, ponsel dan banyak plaisdis berserakan di dalam laci. Semua barang gbarang itu terlihat tidak terawat dan ponsel itupun juga sudah mati sepeeti sudah lama tidak di gunakan.


"Ternyata hanya barang rongsokan, tapi kenapa stiven menguncinya?..." heran rico yang kembali menutup laci dan menguncinya.

__ADS_1


**********


Xavi memandang foto pernikahannya dengan sheila lernikahan yang awalnya tidak ia inginkan namun sekarang yang mati - matian untuk mempertahankannya dan membuat sheila kembali menjadi wanita seperti dulu. Wanita yang jutek, galak, songong tapi mempunyai hati yang tulus dan baik. Setiap oerbutannya membuat orang - orang bahagia bukan seperti sekarang yang gila akan pekerjaan.


"Sheila.. Saya rindu dengan kamu yang dulu, semua pertengkaran kita, semua ke pura - puraan dan saya juga rindu dengan malam dimana kamu menerima cinta saya. "gumam xavi.


Xavi melirik jam tangannya, sudah jam tujuh lewat tapi kenapa dari tadi xavi tidak melihat sheila pulang.


Xavi menelfon sheila tapi ponselnya tidak aktif. Xavi mulai hawatir xavi jadi teringat dengan kejadian sheila yang di jebak di bar waktu itu.


Saya harus mencarinya sekarang, say tidak mau kejadian dulu terulang lagi. "xavi langsung berjalan cepat keluar dari rumahnya.


***********


Sheila membuka matanya perlahan - lahan rasa sakit di bahunya akibat pukulan keras membuatnya tidak berdaya seperti ini. Tubuhnya terasa sangat lemah bahkan matanyapun sangat sulit untuk ia buka.


Dengan sekuat tenaga sheila berusaha melihat ke sekeliling, "dimana aku?" gumam sheila menahan rasa sakit di bahunya.

__ADS_1


Sheila melihat tangan serta kakinyanya yang terikat. "Orang jahat itu...." sheilanteringat dengan kelima pereman yang menyerangnya di parkiran kantornya tadi sore sebelum akirnya ia pingsan karna pukulan yang sangat keras menghantam bahunya.


To-tolllong!!! "teriak sheila berharap akan ada orang yang bisa menolongnya.


" TOLONG! SIAPAPUN TOLONG!!!" pekik sheila yang sangat ketakutan.


" Ttolong!" teriak sheil lagi dengan air mata yang berurai.


Dalam keadaan seperti ini sheila sangat berharap jika xavi bisa segera menyelamatkannya, ia sangat takut berada di sini sendirian. "Mas xavi, tolong aku mas! "batin sheila yang berharap xavi bisa segera menemukannya.


" Tolong aku, selamatkan aku!" batin sheila lagi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2