Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 71.Kotak kecil?


__ADS_3

"Kenapa dia harus kembali?" kesal xavi saat ia baru saja masuk kedalam kamar.


Melihat casandra seperti ini membuatnya jadi teringat dengan kejadian lima tahun yang lalu. Saat stiven menyatakan perasaannya pada sandra. Xavier sangat kecewa saat sandra malah menerima cinta stiven. Ia lebih memilih stiven di bandingkan dirinya.


Xavier mengacak - ngacak rambutnya, kedatangan casandra membuatnya menjadi galau juga gelisah. Apalagi saat casandra bilang jika ia akan stay di jakarta, xavier pusing akan menghadapi casandra seperti apa.


Tok... Tok... Tok


Seseorang mengetuk pintu kamar xavier Saat xavier sedang pusing dengan persoalan casandra kembali. Dengan langkah cepat xavier membuka pintu tersebut dengan pikiran jika itu adalah sheila.


"Ada apa lagi sheila? "ucap xavi saat ia membuka pintu.


Xavi langsung mematung ketika melihat yang datang bukanlah sheila melainkan casandra.


" Ica.." casandra tersenyum begitu xavier mengatakan pangilan unik tersebut. Hanya xavier satu - satunya orang yang memanggilannya dengan sebutan ica sat semua orang menagggilnya ra atau sandra.


"Ternyata kamu masih ingat dengan panggilan itu. "ucap sandra masih tersenyum di hadapan xavier.


Xavier memalingkan wajahnya," Saya hanya reflek mengatakan itu. "jawab xavier.


" Ada apa kamu ke sini?" tanya xavi.


" Aku ke sini cuma mau ngasih ini ke kamu," Casandra menyodorkan satu kotak kecil ke arah xavier.


Xavier menaikkan kedua alisnya menatap ke arah casandra." kotak ini harusnya aku kasih sebelum aku berangkat ke singapur waktu itu. "


" Aku ngga tau kamu kenapa atau aku buat salah apa sampai kamu menghindar dan bersikap dingin dengan aku waktu itu."


"Bahkan saat aku ngajak ketemu di kafe tempat biasa, kamu ngga datang malam itu. Malam sebelum keberangkatan aku ke singapur." Jelas casandra menatap xavier dengan mata yang berkaca - kaca.


"Bahkan sampai sekarang kamu ngga menyadari kesalahan kamu itu apa ca." batin xavi sembari menatap casandra.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kamu kasih ini ke saya? "tanya xavier masih dengan tatapan dingin dan sikap arogannya.


Aku kasih ini ke kamu sekarang,karna memang dari awal ini untuk kamu.


Dan juga ada sesuatu dalam kotak ini yang seharusnya selama ini kamu tau."


Sandra meletakkan paksa kotak kecil itu ke tangan xavi," Aku mau kamu terima ini, aku ngga mau denger penolakan apapun dari kamu! "setelah mengatakan itu sandrapun bergegas turun dari tangga.


Xavier melihat kotak kecil yang di berikan sandra, entah apa isi dari kotak itu sampai sandra memaksanya menerima seperti ini tapi yang jelas saat ini xavier tidak mempedulikan apapun isi kotak yang di berikan sandra. Xavier masuk kedalam kamar dan meletakkan kotak pemberian sandra di atas lemari kecil dekat kasurnya.


*************


Sheila melamunkan perkataan Stiven kepadanya tadi pagi. Perkataan stiven membuatnya menjadi gelisah seperti ini.


"Sheila. "leonard datang di saat sheila sedang melamun di ruangannya.


Sheila tersentak dan langsung meilhat ke arah orang yang memanggilnya.


Walaupun sheila benci pada leonard tapi sheila tetap profesional jika itu menyangkut pekerjaan." Papa ke sini ingin mengajak kamu untuk makan siang bersama. 'jawab leonard.


"Maaf pak saya ngga bisa, saya hanya akan peegi dengan bapak jika itu menyangkut dengan pekerjaan. . "tolak sheila.


Tapi ini memang menyangkut dengan pekerjaan sheila.


Ada meeting di jam makan siang ini.' 'jelas leonard.


Bapk tidak usah berbohong, saya tidak menerima jadwal meeting apapun untuk makan siang hari ini."


Jangan beralasan pekerjaan hanya untuk membuat saya ikut." ketus sheila


Papa tidak berbohong kalau kamu tidak percaya papa bisa telfonlan reno biarkan bisa dengar sendiri. Karna jadwal meeting di luar memang di susun oleh Reno. "jelas leonard lagi.

__ADS_1


Sheila menatap mata leonard melihat cara bicara dan tatapan mata leonard yang tidak terlihat berbohong.


Leonard merogoh kantongnya untuk mengambil ponsel dan menelfon Reno.


" Tidak usah menelfon Reno...... Saya percaya, saya akan ikut dengan anda. "cegah sheila.


Leonard tersenyum kemudian mengangguk dan mempersilahkan sheila untuk keluar terlebih dahulu.


****************


" Halo sayang, siang ini kamu makan di rumahkan?...... Aku udah masak loh buat kamu" ucap Rachel yang menelfon Rico saat jam makan siang.


Maaf shel aku ngga bisa ada meeting yang harus aku hadiri siang ini.


"Emang ngga bisa di udur, apa ngga bisa enjel yang gantin? "ucap Rashel, padahal Rashel sudah memepersiapkan semua hidangan masakan yang ia pesan dari restoran dan berpura-pura jika ia yang memasak.


" Ngga bisa, ini meeting sama papa kamu." tegas Rico.


" udah ya shel aku buru-buru. "ucap Rico yang kemudian mematikan telfon.


" Sayang... Mas!"panggil Rashel.


" Aaaakkhh... Di matin lagi." kesal Rashel.


Rashel menggeleng, "Rico ngga boleh datang ke meeting itu. Kalau Rico datang Rico pasti akan bertemu dengan sheila." ucap Rashel yang langsung keluar dari rumah untuk menyusul Rico ke restoran tempatnya dan Papanya meeting.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2