
Sheila berjalan cepat menuju ruangan mamanya, sheila sangat khawatir dengan ke adaan mamanya saat ini.
Harusnya aku ngga ngikutin kemauan mama!
Harusnya aku jagain mama.
Ini semua gara-gara xavier kalau saja dia ngga ngehasut mama untuk pasti mama ngga bakal nyuruh - nyuruh aku seperti ini.
Sheila terus menyalahkan dirinya juga xavier karna menurut sheila ini semua terjadi karna xavier dan juga dirinya yang terlalu mudah mempercayai mamanya begitu saja.
Saat sheila hampir sampai di ruangan mamanya sheila tidak sengaja menabrak suster yang baru saja keluar dari ruangan pasien. Barang bawaan suster tersebut jatuh. Di saat itupula leonard berbincang dengan dokter yang menangani qania, leonard di suruh masuk kedalam ruangan qania oleh dokter tersebut untuk menjelaskan kondisi qania.
"Maaf sus, saya ngga sengaja." ucap sheila meminta maaf. Sheila mengumpulkan barang-barang bawaan suster tersebut kemudian memberikannya.
"Sekali lagi saya minta maaf sus. "ucap sheila mengutuk dirinya sendiri karna kecerobohannya.
" Iya mbak, lain kali hati-hati ya!" ucap suster itu mengingatkan.
Sheila mengangguk kemudian kembali berjalan menuju ruangan mamanya. Sheila membuka pintu ruangan mamanya dan melihat seorang pria paruh baya sedang berbicara dengan dokter, mereka berdua membelakangi sheila sehingga sheila tidak bisa melihat siapa orang yang sudah membantu mamanya itu.
"Dokter. "panggil sheila, mendengar panggilan sheila dokter dan pria tersebutpun melihat ke arah sheila.
Sontak mata sheila langsung membulat begitu melihat wajah pria yang telah menyelamatkan mamanya.
" Papa?" batin sheila yang langsung berkaca-kaca.
" Mbak sheila "ucap dokter tersebut tersenyum ke arah sheila. Namun sheil masih fokus dengan pria yang berada di hadapnnya saat ini.
" Kalau begitu saya pamit dulu ya pak, mbak." pamit dokter tersebut melihat sepertinya sheila dan pria yang mengaku sebagai suami qania perlu ruang untuk bicara.
Setelah mengucapkan itu dokter itupun keluar dari ruangan qania.
"Jadi anda yang sudah membawa mama saya ke rumah sakit." tanya sheila menatap leonard dengan tatapan tajam.
Ini adalah kali pertama sheila berhadapan langsung dengan papanya. Pertemuan pertama yang tidak pernah sheila inginkan. Biasanya sheila hanya melihat papanya melalui foto yang di berikan qania kepadanya.
Dulu sheila sempat mencari keberadaan leonard bahkan sheila sampai pergi ke rumah leonard karna ia ingin sekali mempunyai sosok ayah namun sesampainya sheila di rumah leonard sheila malah di usir oleh para penjaga, sheila juga di hina sekaligus di bilang gembel oleh para penjaga tersebut. Sejak saat itu sheila sadar jika dirinya tidak pernah di anggap bahkan di akui anak oleh papanya. Sheila tidak pernah lagi mengharapkan kehadiran sosok ayah di hidupnya lagi bahkan sheila tidak mau bertemu dengan ayahnya.
"Kamu sheila anakku? "leonard menatap sheila dengan tatapan yang sangat bahgia akirnya setelah sekian lama ia bisa bertemu dengan putrinya.
__ADS_1
" Anak?" sheila tertawa sinis"maaf saya bukan anak anda, saya anak dari qania larasati dan papa saya sudah mati." ketus sheila.
Leonard menggeleng," saya papa kamu, saya sudah lama mencari kamu. "leonard meraih tangan sheila. Leonard ingin sekali memeluk putri yang sangat ia rindukan itu.
" Hah..." lagi - lagi sheila tertawa"mencari saya?" sheila menjeda ucapannya, sheila menghentakkan keras tangannya untuk melepaskan pegangan tangan Leonard.
"anda yakin anda mencari saya?" tanya sheila penuh penekanan.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, papa selama ini memang mencari kamu sheila. "jawab leonard.
Sheila berdecak kesal sekaligus kecewa padahal sudah jelas jelas istri sah leonard selama ini merecoki hidupnya dan pasti leonard tau itu. Dia tau keberadaan dirinya juga mamanya selama ini.
" Apa buktinya jika selama ini anda mencari saya? "
"Selama ini papa mengerahkan orang-orang suruhan papa untuk mencari keberadaan ibu kamu supaya papa bisa menemukan kamu nak. "jelas leonard.
Sheila tersenyum sinis," Anda menyuruh orang untuk mencari saya atau untuk membuat hidup saya semakin menderita? "tanya sheila. Leonar menatap sheila tidak mengerti, ia tidak mengerti dengan maksud perkataan sheila.
" seperti yang istri sah anda lakukan selama ini ke kami. "sheila berkata penuh penekanan .
" Apa?" leonard sangat terkejut mendengar penuturan sheila.
Leonard menggeleng," Papa bener-bener ngga tau kalau helen ternyata selama ini mengetahui keberadaan kalian."
Leonrd meraih tangan sheila lagi,'' sheila tolong percaya sama papa nak!! "
"Pergi! Saya ngga punya papa dan jangan pernah anda menemui saya ataupun mama saya!" tegas sheila yang kemudian menghempaskan tangan leonard kasar.
"Semenjak anda meninggalkan kami, anda tidak punya hubungan apapun dengan saya ataupun dengan mama saya! "sambung sheila lagi.
" Sheila papa ngga pernah ninghalin kamu nak! "ucap leonard masih berharap jika anaknya itu mau mendengarkan semua penjelasannya dulu.
" Stop bilang papa, anda bukan papa saya. PAPA SUDAH MATI." ucap sheila yang sudah muak dengan sandiwara leonard.
" SEKARANG JUGA ANDA PERGI! "tegas sheila.
" Sheila!" leonard berusaha meraih tangan sheila lagi namun sheila menepisnya.
" PERGI!" tegas sheila lagi. Mendengar sheila yang berteriak seperti itu para penjaga yang berjaga di luarpun masuk kedalam ruangan sheila.
__ADS_1
" Pak bawa orang ini keluar dari sini! "perintah sheila yang langsung di turuti oleh penjaga tersebut.
" Sheila kamu harus dengerin semua penjalasan papa dulu nak!" ucap leonard yang masih ingin berbicara banyak dengan sheila.
Sheila tidak menghiraukan perkataan leonard sheila mengunci ruangan mamanya begitu leonard dan para penjaga keluar.
*********
"Halo tuan muda." ucap wakil kepala rumah sakit begitu xavier mengangkat telfonnya.
"Iya ada apa "tanya xavier sembari membersihkan mulutnya karna ia baru saja selesai makan.
" Saya mau melaporkan tentang ibuk qania yang tuan muda suruh untuk di tangani lebih spesial." ucap wakil kepala rumah sakit tersebut.
" Tentang apa?" Tanya xavier tidak ingin berbelit-belit.
"Keadaan ibuk qania saat ini sangat memprihatinkan tuan kalau dalam waktu dekat ini ibuk qania tidak mendapatkan transplantasi ginjal ibuk qania mungkin tidak akan bisa bertahan lagi. "jelasnya.
" Di tambah lagi dengan kondisi ibuk qania yang akir-akir ini sering drop tuan. Sulit bagi saya untuk memprediksi kondisi ibuk qania. Saya juga tidak bisa memprediksi sampai kapan ibuk qania bisa bertahan dengan keadaannya yang sekarang ini. "jelas dokter itu lagi.
" Sheila udah tau soal ini?" tanya xavier mencemaskan kondisi sheila.
" mbak sheila belum tau soal ini, tadi ketika ibuk qania datang dalam ke adaan darurat yang mengantarkannya ke rumah sakit adalah suaminya. Jadi saya menjelaskan ini semua ke suaminya. "jawabnya lagi.
" Suami?" heran xavier. Karna mama sheila sendiri yang bilang jika ia sudah lama berpisah dan tidak pernah bertemubdengan suaminya lagi.
" Yasudah kalau begitu jangan beri tahu ini dulu kepada sheila. Biar saya yang bicarain ini ke dia." pinta xavier masih heran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Baik tuan muda. "ucapnya yang jemudian menyudahi telfonnya.
Xavier masih terdiam ia memikirkan masalah apa lagi yang sebenarnya yang terjadi pada kehidupan sheila saat ini.
" Saya harus ke rumah sakit sekarang." xavier langsung kelur dari ruangannya untuk segera pergi ke rumah sakit.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung