
"Mama mendengar semua ucapan xavi tadi? "tanya sheila duduk di sisi ranjang qania.
Sheila tadi telah memanggil dokter untuk memeriksa mamanya setelah ia tahu jika mamanya telah sadar. Dokter berkata jika keadaan mamanya telah membaik. Tapi walaupun begitu qania masih perlu di rawat beberapa hari untuk mengeringkan luka bekas jahitan qania.
Qania mengangguk, '' bahkan perkataan xavi yang tidak kamu dengar. "
Sheila mengerutkan keningnya," maksud mama? "
"Di saat kamu tidur kemarin xavi sempat menangis di sisi kamu sambil mengucapkan maaf."
Sheila terdiam mendengar ucapan mamanya itu.
"Mama sebenarnya sudah sadar dari tadi malam, tapi mama pura-pura tidur karna sepertinya kalian sedang ada masalah"
Sheila menatap mamanya, "Sheila mama memang tidak tau detail apa masalah kamu dan xavi tapi menurut yang mama lihat xavi sangat tulus meminta maaf pada kamu, ia sangat menyesal."
Ceklek
Xavi masuk kedalam ruangan membawakan dua bingkis makanan di tangannya.
Sheila dan qania melihat ke arah xavi yang baru masuk.
" Mama." ucap xavi melihat qania yang ternyata telah sadar.
Xavi meletakkan makanannya di atas meja lalu berjalan mendekat ke arah qania.
"Gimana keadaan mama? Apa masih ada yang sakit ma? "tanya xavi beruntun.
" Mama tidak papa xavi, mama sudah baik - baik saja." jawab qania.
Xavi menatap sheila yang juga sedang menatapnya." lebih baik kalian berdua makan dulu sana, pasti kalian laparkan? "
" Ngga ma, sheila ngga laper." tolak sheila.
" Kamu yakin? Dari tadi perut kamu terus berbunyi loh?"
__ADS_1
Xavi terlihat menahan tawanya saat waktu yang bertepatan perut sheila ikut berbunyi.
" Sudah sana!"
" Tapi mama..... "
" Tidak usah menghawatirkan mama, lagi pula sebentar lagi pasti akan ada suster yang akan mengantarkan makanan untuk mama. ''
Xavi melihat ke arah sheila," ayo kita makan! "ucap xavi berjalan menuju sofa.
Qania mendorong sheila untuk turun dari ranjang dan makan bersama xavi.
" Sudah sana!" ucap qania lagi yang terpaksa harus di turuti oleh sheila.
***************
" Bagaimana apa semua yang saya perintahkan telah selesai? "tanya daniel pada orang suruhannya.
" Sudah pak, foto orang tersebut telah kami cetak sesuai perintah bapak."
" Baik pak." ucap orang suruhan daniel yang kemudian keluar dari ruangan daniel.
*************
Tok... Tok... Tok.
" Masuk!" ucap leonard saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.
Reno masuk kedalam ruangan leonard, reno menunduk sopan pada leonard.
"Ada apa ren?"
"Maaf mengganggu pak, saya ke sini hanya ingin memberi tahu kalau hari ini ada jadwal cek up untuk memeriksa kesehatan bapak. "jelas reno.
" Oooo... , yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang. Saya tidak mau terjebak macet kalau kita tidak cepat."
__ADS_1
" Baik pak, saya persiapkan mobil dulu." ucap daniel yang kemudian keluar dari ruangan leonard.
**************
Sheila dan xavi telah selesai menghabiskan sarapan mereka dengan tenang begitupun dengan qania yang juga telah selesai menyantap sarapannya di bantu oleh suster yang berjaga.
Xavi menyodorkan satu bingkisan pada sheila "untuk kamu!" ucap xavi.
Sheila mengerutkan keningnya, "itu pakaian, lengkap dengan sendal. Saya tau kamu pasti sangat risih memakai dres dan hayhills seperti itu."
"sok tau," gumam sheila mengambil bingkisan tersebut lalu berjalan menuju toilet tanpa mengatakan terima kasih pada xavi.
"Kamu yang sabar ya, sheila memang sangat sulit untuk di bujuk. "ucap qania melihat sifat sheila yang bisa di bilang sedikit kekanak-kanakan.
" Iya ma, ngga papa lagian ini semua juga salah xavi." jawab xavi yang tidak menyalahkan sikap sheila kepadanya.
Di sisi lain sheila menatap dirinya di dalam cermin toilet, ia terlihat kesal.
"Aaaakkkhh.... Kenapa saya tidak bisa memukuli dia atau berteriak dengan mengatakan kata - kata umpatan sepeeti biasanya,? "
"Apa yang salah dengan saya? "
"kenapa saya jadi seperti ini,?"
"Apa benar saya sudah jatuh cinta pada dia? Apa ini yang dinamakan cinta?"
"Tapi kenapa harus seribet ini? Sesakit ini dan secemburu ini?"
"Aaaahhh... Saya bisa gila jika terus - terusan seperti ini. "ucap sheila mengacak - ngacak rambutnya lalu segera menganti pakaiannya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung