
Xavier berdiri di luar lif menunggu pintu lif terbuka. Namun di saat xavier sedang berdiri di depan lif xavier malah mendengar suara bising dari bangsal depan. Karna suara bisingan itu sangat keras, Xavierpun merasa penasaran dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Minggir saya ingin masuk!"
"Saya ingin bertemu dengan wanita yang ada di ruangan ini! ''
" Wanita itu sudah merebut suami saya. "
" Kalian jangan menghalang-halangi saya! "
Disaat xavier sampai didekat sana, xavier melihat seorang wanita yang sedang memberontak ingin menerobos masuk ke dalam ruangan yang ia pesan untuk mama Sheila.
"Saya mau masuk! "Helen terus berusaha untuk menerobos masuk walau telah di halangi bahkan di usir oleh penjaga yang berjaga di luar.
" Tidak bisa buk, lebih baik sekarang juga ibuk pergi dari sini!" usir penjaga tersebut entah sudah berapa kali ia mengatakan itu pada helen namun tetap saja helen ingin masuk.
"Saya mau ngata-ngatai orang yang udah ngerebut suami saya. "ujar helen. Berteriak-teriak di depan ruang rawat mama sheila.
" Lebih baik sekarang juga ibuk keluar dari sini buk! Ibuk sudah mengganggu ketenangan pasien lain di sini!" ujar pengawal itu lagi sambil menahan tubuh helen agar tidak menerobos masuk .
" Saya ngga peduli pokoknya saya mau masuk kedalam.." kekeh Helen tak mau pergi walau petugas sudah menyuruhnya berulang kali untuk pergi. Bahkan ada salah satu petugas yang menarik paksa Helen namun iya terus memberontak.
"Lagian kenapa dia masih ada di sini, saya kan sudah suruh kepala rumah sakit untuk mengusir dia dari sini?"tanya helen pada pengawal tersebut, apa yang telah di lakukan sheila sampai ia mendapatkan perawatan dan kamar semewah ini.
"Kalau kalian masih menghalangi saya saya akan suruh kepala rumah sakit untuk memecat kalian semua dari sini. "ancam Helen kembali mengatas namakan kepala rumah sakit agar ia bisa masuk kedalam ruang rawat Qania. Pokoknya helen tidak akan membiarkannya hidup tenang dan enak seperti ini.
'' Kepala rumah sakit sudah di berhentikan dan sekarang yang memegang keputusan penuh adalah wakil kepala rumah sakit. "jelas pengawal itu tidak takut dengn ancaman Helen.
Helen terkejut dengan ucapan pengawal tersebut, bagaimana bisa kepala rumah sakit itu bisa di berhentikan? Terlebih dengan waktu yang bertepatan seperti ini. Apa mungkin sheila lah yang melakukan itu semua? Apa ancamannya waktu itu benar-benar serius kepadanya. Atau jangan-jangan diam-diam sheila telah memiliki hubungan dengan pria yang mempunyai kekuasaan. Helen terus berpikir tentang apa yang telah di perbuat oleh anak pelakor tersebut sampai-sampai ia bisa mematahkan semua ancamannya seperti ini?.
__ADS_1
Namun jika cara itu tidak ampuh lagi maka helen akan menggunakan cara kedua yaitu menghina ibu dan anak pelakor itu. Pokoknya ia harus bisa menggagalkan pengobatan mama sheila. Ia harus bisa membuat hidup pelakor itu tidak tenang dan segera mati.
Helen menggedor-gedor pintu ruangan Qania, "Heh pelakor keluar kamu saya tau ya kamu di dalam jadi ngga usah pura-pura budeg!"ujar Helen tak mau usahanya gagal begitu saja sebelum qania keluar.
" Keluar kamu sekarang, dasar perempuan ngga tau diri. Harusnya kamu itu udah mati dari lama."Helen terus mengeluarkan kata-kata pedas agar qania bisa keluar dari ruanganya.
" Pelakor keluar kamu temuin saya, jangan bersembunyi kamu!, jangan mentang-mentang di sini ada penjaga kamu bisa lepas gitu aja dari saya! "Helen menghentak-hentakkan tangannya yang terus di pegangi oleh pengawal tersebut.
Qania berdiri di balik pintu mendengar helen yang menghina-hinanya dari tadi, tapi itu tidak masalah bagi qania asalkan jangan sheila yang di hina karna sheila tidak salah apa-apa.
"Terserah kamu mau bilang apa, saya ngga peduli. "ucap qania yang hendak kembali ke brankarnya.
" Dasar perempuan murahan ngga ibu ngga anak sama-sama bisanya morotin harta suami orang." jelas saja perkataan helen membuat Qania tidak bisa diam lagi, nama baik anaknya lagi-lagi di hina oleh istri sah suaminya itu. Tidak sepantasnya ia menuduh sheila seperti itu. Karna apa yang di tuduhkannya itu jauh dari kenyataan.
" Laki-laki mana yang udah di porotin sama anak kamu hah? "Teriak helen.
"Akirnya keluar juga kamu. "ucap helen tersenyum sinis karna rencananya untuk membuat Qania keluar telah berhasil.
" Mau apa lagi kamu ke sini apa belum cukup kamu menghina saya dan anak saya tempo hari? '' tanya qania yang telah lelah menghadapi istri suaminya itu.
"Saya ngga akan pernah puas sebelum kamu dan anak kamu itu musnah dari muka bumi ini." jawab Helen dengan tatapan kebencian menatap qania.
"Lepasin saya. "helen menghentakkan kedua tangan penjaga yang memeganginya dari tadi.
" Kamu dan anak kamu itu sama murahnya dasar perempuan pelacur."Kali ini ucapan helen sangatlah kurang hajar dan membuat qania sangat marah.
" jaga ucapan kamu ya, saya dan anak saya tidak seperti yang kamu tuduhkan. "Qania tidak mengerti lagi bagaimana ia menjelaskan pada Helen. Karna apapun penjelasannya nanti ia selalu memandang ia semua hanya kebohongan. Memang susah menjelaskan kebenaran kepada orang yang sudah membencinya dan menutup hati dengan semua kebenaran yang ia lihat.
"Apa yang saya ucapkan itu semuanya benar, kamu dan anak kamu itu emang pelacur." lagi-lagi helen mengatakan kata-kata yang membuat amarah qania semakin melonjak.
__ADS_1
"Saya dan anak saya bahkan lebih terhormat dari pada kamu yang kaya dan bermartabat tapi ngga tau sopan santun ." tutur helen.
"Terhormat? Pelakor seperti kamu ngga ada terhormat sedikitpun. Apa lagi anak haram kamu itu. "
"Anak saya bukan anak haram."
"Kalau kamu mau menghina hina saja saya tapi jangan anak saya. Dia bukan anak haram seperti yang kamu tuduhkan. "
"Dia itu anak haram buktinya perlakuannya persis murahan seperti kamu. "
Qania sangat emosi mendengar ucapan helen. Bukan hanya qania xavier yang mendengr itupun juga ikut emosi melihat perlakuan perempuan yang tidak ia kenal memaki-maki seperti itu.
," Harusnya kamu dan anak kamu itu udah pergi dari rumah sakit ini, tapi kenapa kalian masih ada di sini?
" Dan mendapatkan ruangan semewah dan perlakuan sesepesial ini?"
"Laki-laki sialan mana yang telah berhubungan dengan kalian? "Tanya helen yang penasaran dengan pria yang telah membiayai biaya rumah sakit qania sampai mendapat perlakuan sesepesial ini.
"Saya orangnya." jawab xavier yang telah berdiri tepat di belakang Helen.
Daniel yang mendengar jawaban Xavierpun terkejut di buatnya. Karna jujur saja ia tidak mengetahui tentang apapun soal permasalahan ini.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1