
" Halo bos," orang suruhan Rashel menelfonnya setelah mereka berhasil melakukan tugasnya.
"halo." jawab Rashel memberatkan suaranya agar orang tersebut tidak bisa mengenalinya.
"Semua tugas berhasil. Kami berhasil membunuh frans. "ucap Orang tersebut mengindfokan pada Rashel.
" bagus. " Rashel tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut.
" Lalu bagaimana dengan bayaran kami?"
" Soal itu kalian tenang saja saya sudah menyiapkannya. "
" Tapi bagaimana dengan barang - barang yang bos suruh untuk kami ambil ini?"
" Saya akan mengambil barang itu langsung dari kalian besok. Sekalian saya akan memberikan bayaran kalian."
" Baik bos." ucapnya kemudian menutup telfon.
Rashel tersenyum bahagia semua rencananya berhasil. Sekarang tidaka akan ada lagi yang akan memerasnya. Dan rahasia tentangnya dan stiven tidak akan pernah terungkap.
" Frans... Frans kamu main - main dengan orang yang salah. "gumam Rashel.
******************
Sampai saat ini leonard masih mendiami apartemennya, ia tidak mengabari ataupun menjawab telfon helen. Leonard sudah muak dengan semua sikap helen yang tidak pernah berubah. Dimata helen semua perbuatannya selalu salah ia tidak pernah puas dan selalu mengungkit-ngungkit kesalahan masa lalunya.
Leonard melihat foto sheila dari ponselnya, "Papa senang sekali sheila karna mulai sekarang papa bisa melihat kamu setiap hari." ucap leonard tersenyum melihat foto sheila.
"Papa janji papa akan memperlakukan kamu dengan baik, papa akan menjaga dan melindungi kamu layaknya seorang ayah yang selama ini tidak pernah papa lakukan pada kamu."
Leonard mengusap wajah sheila dari layar ponselnya, "Papa akan menebus semua kesalahan papa sheila. Papa janji!"
Tok... Tokk.. Tokk...
Reno masuk kedalam apartemen Leonard setelah ia mengetuk pintu.
"Semuanya sudah siap pak, apa bapak sudah selesai? "tanya Reno memberitahu jika mobil sudah siap dan semua obat serta perawatan leonard setelah oprasi telah ia letakkan di dalam mobil.
Karna usia leonard yang tak lagi muda maka akan sulit untuk leonard untuk bisa bertahan hidup dengan satu ginjal banyak pantangan yang harus di jaga oleh leonarad. Salah satunya leonard tidak boleh terlalu kelelahan. Semua obat - obatan dan vitamin selalu di siapkan oleh reno agar kondisi leonard selalu setabil.
"Sudah, ayo kita berangkat! "jawab Leonard yang di angguki oleh Reno.
****************
Helen berkali - kali berdecak kesal saat telfonnya lagi dan lagi selalu di abaikan oleh leonard.
" Apasih masalah kamu sih mas, harusnya aku yang marah bukan kamu." ucap helen yang marah marah sendiri karna di tinggalkan oleh leonard sudah lima hari tak ada kabar.
"Sudah sampai buk. "ucap supir helen begitu sampi di kantor leonard.
__ADS_1
Helen segera turun dan berjalan masuk kedalam kantor leonard. Semua kariawan leonard menyapa serta menunduk hormat begitu helen masuk. Ruangan yang di tuju oleh helen saat ini jelas saja adalah ruangan leonard.
Di sisi lain sheila dan leonard sedang membahas pekerjaan kantor di dalam ruang leonard.
"Baik pak saya akan segera menyelesaikan ini semua! "jawab sheila,menerima maap yang di berikan oleh leonard.
" Sheila sekali lagi papa berterima kasih karna kamu sudh mau bekerja di kantor papa "
" Maaf ini jam kerja bukan jam untuk membahas hal yang tidak penting seperti ini. Jadi saya permisi!" ucap sheila yang masih bersikap sangat dingin kepada leonard. Tapi walaupun begitu leonard tetap senang karna setiap hari ia akan bisa selalu dekat dengan putrinya.
Ceklek...
Helen masuk kedalam ruangan leonard begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Helen terlejut begitu ia melihat ada sheila berada di dalam ruangan leonard.
Helen memelototi sheila dengan tatapan tajam, "Dasar anak haram, jadi kamu yang sudah meracuni otak suami saya sampai dia tidak pulang!" Helen mendorong tubuh sheila dengan kuat sampai sheila terjatuh ke lantai.
"Helen! "bentak leonard melihat sheila yang kesakitan di atas lantai.
Leonard membantu sheila berdiri kemudian merangkulnya," jangan pernah salahkan sheila karna kesalahan kamu sendiri! "tegas leonard menatap helen dengan tatapan amarah.
" Mas...!" helen menatap leonard dengan tatapan tidak percaya.
Helen beralih menatap sheila," Apa yang sudah kamu lakukan pada suami saya sampai di bersikap seperti ini pada saya? "tanya helen mendorong tubuh sheila.
" Cukup helen jika kamu hanya membuat keributan di sini lebih baik kamu pergi!" usir leonard.
" Mas!" Helen tidak menyangka jika leonard membela anak haram itu mati - matian di hadapannya.
Helen menggeleng, suaminya itu sudah sangat jauh berbeda bahkan saat ini ia sudah berani mengancam cerai kepadanya.
"Prgi sebelum aku anggilkan satpam untuk menyeret kamu!" tegas leonard lagi.
Sheila tersenyum sinis menatap mama tirinya yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kemarahan. Ia tidak bisa berkutik dengan ancaman yang di lontarkan leonard.
"PERGI! "bentak leonard yang membuat helen langsung berbalik dan keluar dari ruangan.
Leonard membantu sheila berjalan menuju sofa ruangannya. Akibat dorongan helen tadi membuat kaki sheila menjadi terkilir seperti ini dan memar di lututnya.
Leonard membuka hayhils yabg di gunakan sheila.
Sheila meringis kesakita saat leonard memgang pergelangan kakinya yang terasa sangat sakit.
"Maafkan papa sheila , lagi - lagi papa tidak bisa melindungi kamu bahkan dari istri papa sendiri." ucap leonard memijat kaki sheila yang terkilir.
Sheila menahan rasa sakit di kakinya, "Ngga usah, lagian selama ini anda juga tidak pernah melindungi saya. Jadi buat apa sekarang anda melindungi saya."
"Anda sudah gagal menjadi seorang ayah untuk saya, lalu buat apa lagi anda berusaha menjadi ayah yang baik sekarang?...."
Sheila menahan air matanya, "anda kemana di saat saya dan mama saya kelaparan?"
__ADS_1
"Anda ke mana di saat saya dan mama saya harua pindah kosan demi kosan supaya kami tetap bisa tingga di dalam rumah?"
Sheila menepis air matanya, "Apa anda ada di saat saya memohon supaya anda datang dan membebaskan saya dari semua kesengsaraan itu?"
Sheila menggeleng, "Anda ngga ada, anda tidak pernah muncul di saat itu. Bahkan ketika saya tau di mana rumah anda, para satpam anda malah mengusir saya dengan sangat kasar."
"Jadi..... Jangan pernah memanggil diri anda sebagai papa saya lagi karna anda tidak pantas di sebut sebagai seorang papa!" sheila mengenakan hayhilsnya kembali kemudian berdiri dan keluar dari ruangan leonard dengan mata sembabnya.
Leonard menatap punggung sheila," Sheila, ingin sekali papa menceritakan semuanya pada kamu agar kamu bisa sedikit mengerti bagaimana keadaan papa saat itu." gumam leonard yang sangat sedih mendengr semua penuturan sheila tadi kepadanya.
****************
"Tttoolongg... "plester yang melkat di mulut satpam tersebut menghalanginya untuk bisa berteriak meminta tolong pada para warga.
Satpam frans dengan susah payah mengesot ke luar dari postnya agar bisa meminta bantuan pada warga setempat.
" Ttttooolongg.... "satpam tersebut berteriak dengan sekuat tenaga agar para warga bisa mendengarnya.
Satpan tersebut memukul - mukul pagar dengan kepalanya berharap ada yang mendengar dan mengeceknya.
Seorang pemuda kebetulan lewat di depan rumah frans mendengar suara berisik dari balik pagar membuatnya penasaran dan melihat kedalam.
"Pak satpam." kejut pemuda tersebut melihat satpam rumah frans yang terikat dan mulutnya diplaster.
Pemuda itu langsung memanjat pagar dan membuka plaster serta ikatan satpam tersebut.
"Bapak kenapa bisa seperti ini pak?" tanya pemuda tersebut.
"Rumah... Rumah pak frans kemalingan. "jawab satpam tersebut dengan nafas yabg terengah - engah.
Pemuda itupun langsung berteriak setelah mendengar jawab satpam tersebut"Tolong.... Tolong! "teriak pemuda tersebut yang mengundang kerumunan warga. Para warga langsung berbondong - bondong begitu mendengar teriakan pemuda tersebut.
" Ada apa?" tanya salah satu warga tersebut.
" Rumah pak frans kemalingan." jawab pemuda tersebut.
Wargapun langsung bergegas masuk untuk mengecek bagaimana keadaan pemilik rumah.
"Asgata? Pak.... "teriak salah satu warga ketika melihat frans yang terbaring berlumuran darah di kasurnya.
" Lapor polisi cepat!" teriak warga yang tidak mau mendekat ke tempat kejadian.
Wargapun langsung bergegas menelpon polosi untuk melakukan olah tkp.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung