Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 92.pengakuan cinta.


__ADS_3

Sheila dan xavi kini masih membahas tentang ciuman mereka tadi siang, mereka saling menertawai sikap dan reaksi mereka masing - masing.


"kamu tau wajah kamu pas komat - kamit ngga jelas tadi buat saya ngga tahan buat ngga nyium kamu. Tapi yang lebih saya ngga nyaka kamu malah membalas ciuman saya ketika saya berpura - pura berlagak tidak terjadi apa - apa." ucap xavi yang sejujurnya malu sekaligus tidak menyangka sheila akan membalas ciumannya.


" Apaan sih." sheila memukul punggung xavi dengan bantal yang ia pegang.


" Stop bahas itu lagi!" ucap sheila yang pipinya sudah memerah karna kelakuannya tadi siang di kantor xavi.


"Tapi saya masih penasaran kenapa kamu bisa - bisanya menyangka saya kerasukan padahal bukannya sudah biasa suami berbuat baik pada istri."


"iya itu memang hal yang wajar bagi pasangan suami istri yang menikah karna mereka saling mencintai tapi, bagaimana dengan kita?"sheila menatap lekat mata xavi.


" Kita menikah karna ada tujuan kita masing - masing dari pernikahan ini. "


Xavi menarik tangan sheila, krmudian menggenggamnya, “bagaimana kalau saya bilang kalau saya sudah mencintai kamu apakah kita bisa seperti pasangan suami istri pada umumnya? "


Sheila cukup terkejut dengan pengakuan xavi yang tidak pernah ia menyangka akan secepat ini, saat dirinya sendiri belum tau sebenarnya apa yang dia rasakan pada xavi.


" Saya sudah mencintai kamu dan saya akan memperlakukan kamu layaknya sebagai istri pada umumnya. Perkelahian kita, hari - hari yang kita lalui, masalah demi masalah yang kita hadapi membuat pandangan saya pada kamu berubah. "


"Jujur awalnya saya kira kamu adalah wanita matre yang menghalalkan segala cara untuk bisa menguasai harta dari seorang pria tapi ternyata pandangan saya salah."


Sheila terus menatap xavi dan mendengarkan semua ungkapan cintanya.


"Saya menyadari saya mencintai kamu saat kejadian pemfitnahan kamu di bar waktu itu. Saya marah, hati saya hancur saya cemburu tapi saya juga takut kehilangan kamu. "


"Kejadian di bar waktu itu, mengingatkan saya dengan trauma percintaan saya di masa lalu. Trauma itu kembali saat saya melihat kamu dengan laki - laki lain selain saya."


Sheila menghela nafas saat xavi mengatakan jika ia mempunyai trauma masalah percintaan.


" Yang di maksud oleh xavi pasti sandra. Orang yang paling ia cintai, tapi apakah dia masih mencintai sandra sampai sekarang?" batin sheila yang malah menjadi ragu setelah xavi menceritakan itu semua kepadanya.


"Waktu di rumah sakit, saya tau kamu kabur saya sengaja menyuruh daniel untuk menunggu kamu di lobi rumah sakit dan menyuruhnya untuk membawa kamu ke apartemen agar kamu aman."


"Jadi apartemen yang saya tempati waktu itu, apartemen kamu? "


"Iya saya sengaja menyuruh daniel untuk mengakui jika itu apartemen dia supaya kamu mau tinggal di sana. "


Xavi mengelus tangan sheila lalu menatap sheila dengan tulus.

__ADS_1


"Sheila. "sheila melihat ke pada xavi.


" Do you love me? "tanya xavi dengan mata yang penuh ketulusan.


Jatung sheila seketika berdebar dengan sangat kencang, tatapan xavi kepadanya membuat serasa ingin berteriak karna sangking senangnya.sheila memang tidak tau dikatakan apa perasaannya sekarang pada xavi tapi yang jelas saat ini ia sangat senang.


Sheila mengangguk, "yes, i love you"ucap sheila menjawab pertanyaan xavi. Walau ia belum yakin dengan jawabannya ini.


Seketika xavi langsung memeluk sheila dengan senyum kegembiraan.


Thank you." ucap xavi yang terlihat jelas ia sangat bahagia. Begitupun dengan sheila ia tidak menyangka jika hubungannya dengan xavi akan menjadi sedekat ini.


***********


" Arini sakit buk, dia terkena DBD dan harus segera di lakukan pengobatan di rumah sakit."Tari, anak ratih menangis saat ia menceritakan bahwa anaknya sekarang sedang sakit dan harus segera di lakukan tindakan secepatnya.


"kalau begitu segera bawa dia ke rumah sakit ibu tidak mau terjadi hal buruk pada cucu ibuk." ucap Ratih.


"Tapi buk, aku ngga punya uang untuk bawa arini ke rumah sakit, pasti biaya pengobatan arini akan sangat mahal buk." Tari terus menangis mengadukan semua permasalahan keluarganya di tambah lagi dengan anaknya yang sedang sakit sekarang.


"Mas satria baru saja di phk dan tidak mendapatkan pesangon buk. Aku harus bagaimana buk. Aku mohon sama ibuk untuk bantu aku." melihat anaknya memohon seperti ini membuat ratih tidak tega tapi ia juga tidak punya uang untuk membantu anaknya.


"Aku mohon buk, cuma ibuk yang bisa bantu aku." Tari memohon dengan sangat kepada ibunya itu agar bisa membantunya.


"Iya, ibu akan coba bicara pada ibu qania. Semoga saja ibu qania bisa membantu kamu nak. "ucap ratih menenagkan anaknya.


****************


Stiven memarkirkan mkbilnya tidak jauh dari rumah qania. Saat ini ia sedang memantau situasi di rumah qania sekaligus mencari siapa orang akan ia jadikan kaki tangan dari rencananya dan rashel.


Stiven turun dan melihat - lihat kedalam rumah. Di pekarangan rumah qania ada dua satpam yang berjaga, jadi tidak mungkin ia akan masuk ke sana. Lagi pula ia juga tidak mau di curigai oleh xavi ataupun sheila nantinya jika tiba - tiba ia menjenguk qania.


Seorang perempuan paruh baya keluar dari rumah qania denagan membawa keranjang belajaan.


"Sepertinya itu pembantu rumah qania "ucap Stiven memperhatikan pembatu tersebut. Wajahnya yang seperti banyak pikiran dan punya masalah membuat stiven tergerak untuk mengikutinya.


" saya harus mengikutinya, siapa tau dia bisa saya ajak untuk bekerja sama. "ucap stiven yang sembunyi-sembunyi mengikuti pembantu rumah qania.


Drrttt... Drtttt.... Drttt.

__ADS_1


" Halo tari, ada apa lagi nak?" ucap ratih begitu mengangkat telfon anaknya.


" Buk kondisi arini makin parah buk, demamnya makin tinggi. Ibuk udah dapet pinjaman atau belum? "ucap tari menangis tersedu - sedu mengadu pada ratih.


" Ibuk belum dapet pinjaman apapun tari. Ini ibuk lagi mau cari."


" Gimana dengan majikan ibuk apa ibuk udah bicara sama ibuk qania?"


" Ibuk belum bilang tari, ibu ngerasa ngga enak karna kemarin ibuk qania juga sudah meminjamkan ibuk uang untuk kakak kamu."


"Terus gimana buk, kondisi arini sudah parah kalau arini ngga di bawa kerumah sakit arini bisa meninggal. Apa ibuk mau cucu ibuk meninggal?"


"Tari jangan bicara seperti itu, ibuk akan usahakan hari ini juga untuk bisa mendapatkan pinjaman."


"Kamu jaga arini baik - baik, ibuk akan segera datang kesana,membawakan uang untuk arini supaya kita bisa bawa arini ke rumah sakit. "


"Oooo... Jadi dia punya masalah keuangan. "stiven tersenyum setelah menemukan cara untuk mengajak pembantu qania untuk kerja sama." saya bisa memanfaatkan situasi ini agar art qania mau bekerja sama dengan saya. "


Ratih menepis air matanya," dimana aku harus mencari pinjam uang untuk bisa menyalamatkan cucuku." ucap ratihstelah mematikan telfonnya, ia tidak tau harus cari uang kemana.


"Saya bisa meminjamkan kamu uang, bahkan saya akan menangung seluruh biaya rumah sakit cucu kamu sampai dia sembuh." stiven tiba - tiba menghadang ratih dan berkta seperti itu pada ratih.


"Siapa kamu? "tanya ratih yang tidak mengenal siapa pria yang tiba - tiba mengahadang bahkan ia juga menguping pembicaraannya.


Stiven mengacungkan tangannya pada ratih," Saya stiven Alexander, putra bungsu dari alexsander dari perusahan alexsander grup. "


" Jadi kamu masih satu keluarga dengan tuan muda?"


Stiven mengangguk, "dia sepupu saya."


Ratih langsung memegang tangan stiven dan menciumnya, "syukurlah saya bisa menemukan orang baik yang mau membantu saya, terima kasih terima kasih tuan."


Stiven menghentakkan tangannya dari pegangan tangan ratih"Bantuan saya tidak gratis, kamu harus mengerjakan sesuatu untuk saya! "


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2