
Sheila mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Sheila memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit, ia tidak tau sudah berapa lama ia pingsan. Mata sheila berkeliling menatap sekeliling ruang sampai matanya tertuju pada kasurnya sendiri,kasur yang saat ini sedang ia tiduri.
Sheila terperanjak dan langsung melihat ke dalam selimut yang kini sedang menutupi seluruh tubuhnya.
"AAAAAAA"pekik sheila, begitu ia menyadari bahwa ia telah di nodai oleh pria yang kemarin ia tolong.
Sheila melihat di ke samping tidak da satupun orang di sebelahnya.sheila mengingat - ngingat kejadian kemarin. Laki - laki sialan itu benar - benar sudah menodainya.
"Aaaaiiiiisss sshhhhiiiitttt.... Sialan lihat saja akan kubunuh kau!" umpat sheila melihat ke sisi ranjang.
Di atas bantal tiara menemukan nomor telfon dan kartu nama pria tersebut.
"Xavier Alexander" ucap sheila membaca kartu nama tersebut.
Sheila membalut tubuhnya dengan selimut kemudian beranjak dari kamar untuk mencari keberadaan pria yang ia ketahui jika namanya adalah xavier.
Sheila mencari Xavier di setiap ruangan rumahnya yang semuanya kosong.
"Kurang ajar dia beneran sudah pergi. "umpat sheila lagi yang saat ini sangat marah, kesal juga hancur. Jika tau kejadiannya bakal seperti ini mungkin sheila tidak akan menolong pria tersebut. Uang satu miliyar yang di janjikan kepadanya juga tidak ia dapatkan. Dan sekarang dia harus menerima nasib jika ia sudah tidak suci lagi dan itu semua gara-gara CEO bejat tersebut.
...§§§§§§§§...
Sheila meraih ponselnya kemudian menghubungi lelaki bejat tersebut.pokoknya ia akan mengomeli pria tersebut habis-habisan. Dia tidak akan pernah memaafkan lelaki itu, ia akan membuat hidup pria itu tidak tenang.
Tuuut..... Tuuuut....
Sheila mengetuk-ngetuk belakang ponselnya sembari menunggu telfonnya di angkat oleh xavier.
"Aaaaiiiis sialan ..... "umpat sheila karna telfonnya tak di angkat, tapi sheila tidak menyerah begitu saja pokoknya ia kan terus menelfon xavier sampai telfonnya di ngkat olehnya. Enak saja ia main lepas tangan begitu saja setelah apa yang sudah ia perbuat.
Sheila terus menelfoni xavier sampai pada telfon ketiga barulah xavier mengangkat telfon sheila.
"Aaiiiiiiisss dasar pria bejat. Apa kau tidak mengingat apa yang sudah kau perbuat padaku? "ujar sheila begitu telfonya terhubung.
__ADS_1
" Harusnya kau menelfoku lebih dulu meminta maaf atau apapun itu untuk menunjukkan rasa penyesalahan yang telah kau lakukan padaku. Apa kau benar - benar gila? Kau meniduriku lalu pergi begitu saja dengan meninggalkan kartu nama di atas bantal. kau pikir aku sangat membutuhkan kartu nama kau. "kesal sheila yang langsung seperti kereta api mengomeli xavier bahkan sheila tidak membiarkan Xavier berbicara sedikitpun.
" Iya sa_____"ucapan Xavier selalu saja di potong oleh sheila di saat ia akn membalas perkatan sheila.
"Kau meniduriku dan dengan seenaknya kau pergi begitu aja, kamu pikir aku ini apa?" omel sheila yang tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Xavier.
"Jika memang sejak awal kau ingin melampiaskan nafsumu kenapa kau tidak pergi ke bar atau ketempat manapun yang jelas - jelas memang ada wanita yang dengan senang hati kau pegang - pengang dan kau perlakukan seperti itu!"
"aku membatumu untuk mendapatkan uang satu miliyar seperti yang kau janjikan, kalau aku tau kau akan melakukan ini padaku pasti aku tidak akan membantumu dan membiarkan kau tertangkap oleh preman - preman itu."
"Kau suadah mati jika aku tidak menyelamatkanmu tapi kau.... Aaaaaiiis sialan" Sheila sangat marah mengingat apa yang telah pria itu lakukan padanya.
"Iya saya sangat berte_____" lagi dan lagi ucapan xavier di potong oleh sheila, sheila tidak memberikan sedetikpun waktu untuk xavier berbicara,Sheila selalu mengomel mengeluarkan semua unek - unek yang ia rasakan. Siapa yang tidak marah di perlakukan seperti itu oleh pria yang bahkan baru saja ia temui.niat hanya untuk membantu tapi balasannya malah perlakuan tidak senonoh yang ia lakukan.
"Tidak usah banyak alasan! . Atau jangan-jangan kamu hanya mengaku-ngaku sebagai xavier alexsander, CEO Kaya raya yang namanya sedang di puji satu dunia sekarang. Ini pasti modus baru agar kamu bisa menjebak para wanita di luar sana untuk bisa menyalurkan hasrat bejat sialanmu itu bukan? "ujar sheila menduga-duga, bisa sajakan jika pria yang ia tolong kemaren hanya berpura-pura menjadi Xavier Alexander CEO muda yang terkenal dan kaya raya. Atau mungkin jika pria yang sheila temui kemaren hanya kebetulan mirip dan mempunyai nama yang sama seperti CEO itu.
"SAYA AKAN BERTANGGUNG JAWAB." Xavier berbicara cepat dan tegas xavier sangat kesal karna dari tadi ucapannya selalu di potong oleh gadis tersebut.
"Kau akan bertanggung jawab seperti apa, apa kau akan menikahiku? "tanya Sheila yang tak mengerti dengan masuk tanggung jawab pria bejat tersebut.
"Sekali lagi saya minta maaf. Saya akan menemuimu secepatnya."
" Kamu kira dengan kamu menikahiku semua urusan selesai?. "ucap Sheila, enak saja jangan karna ia telah di nodai oleh pria tersebut lalu dengan senang hati sheila akan menikah dengannya. Bagi sheila ucapan Xavier bukanlah solusi namun akan menjadi masalah baru untuknya.
"Lalu saya harus bagaimana?Lagipula Saya melakukan itu karna saya di jebak oleh orang yang tidak menyukai saya." jelas Xavier.
'' menikah itu hanya status, dan kamu tidak bisa mengembalikan kesucianku lagi." kesal sheila.
Sheila meremas rambutnya beberapa kali, ia sangat pusing dengan masalah yang ia hadapi saat ini. Sheila kira dengan ia menolong laki-laki itu ia akan mendapatkan uang dan ia tidak pusing lagi dengan biaya pengobatan mamanya.
"Dan ucapan kamu tadi itu bukan solusi buat saya tapi masalah baru. Ngerti kamu!" ucap sheila yang kemudian mematikan ponselnya.
...§§§§§§§§...
__ADS_1
Sheila berjalan cepat melalui koridor rumah sakit agar cepat sampai di ruang inap mamanya. Seharian sheila meninggalkan mamanya membuat sheila khawatir akan kondisi mamanya saat ini. Harusnya malam tadi sheila kembali kerumah sakit untuk bisa menemani mamanya namun gara-gara lelaki bejat tersebut sheila jadi tidak bisa menemani mamanya, lihat saja jika sampai terjadi apa-apa pada mamanya sheila tidak akan memaafkan pria tersebut.
Saat sheila sampai di depan ruangan mamanya, Sheila tidak sengaja mendengar percakapan antara helen istri sah dari papanya sedang mengata - ngatai mamanya di dalam.
"Dasar ****** kenapa kau harus di rawat di sini kau ingin mas leonard tau dan mengasihanimu lagi. Kau ingin mengambil empati mas leonard lagi bukan? Dasar ******, otak licikmu itu selalu terbaca olehku." ketus helen mendorong bahu qania.
"Kau mau mengambil perhatian mas leonard lagi dariku kan?, kau pura-pura terbaring lemah seperti ini supaya mas leonard kasihan dan kembali bersamamu. Itukan tujuanmu?" ketus helen lagi pada qania.
"Tidak mbak. "sangkal Qania mencoba menjelaskan pada istri sah suaminya itu.
" Tidak usah banyak bicara lebih baik kau sekarang pergi menjauh dari sini!, jika kau tidak mau aku membuatmu benar - benar sekarat di sini! "
" Apa tidak cukup, kau buat hidup saya menderita. ''
" Rumah tanggaku hancur gara-gara kau."
" Aku sudah berbaik hati untuk melepaskanmu dan tidak menjebloskanmu ke penjara. Apakah masih kurang kebaikanku?" Apa kau ingin menguhi kesabaranku lagi? "
" Aku dudah cukup muak berurusan dengan ****** sepertimu. "
" Aku hanya memintamu untuk tidak pernah muncul di hadapanku. Aku ingin kau pergi sejauh mungkin agar aku tidak lagi melihat wajah wanita penggoda sepertimu! Apa itu terlalu sulit?"
Ceklek...
Sheila membuka pintu dan melihat tajam ke arah helen yang sudah mrngata-ngatai mamanya habis-habisan.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote cerita ini gays.