Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 74.image


__ADS_3

Rashel dan helen sudah berdiri di depan kantor leonard saat ini, mereka sudah siap dengan semua rencana mereka untuk menjebak Sheila.


"Sebentar lagi sheil akan keluar dari kantor ma, jadi kita harus bisa buat dia pingsan sebelum dia sampai ke tempat mobilnya. "


"Iya, mama juga udah nyiapin obat bius biar kalo nanti kita bekap dia langsung blek... Pingsan. "ucap helen memainkan tangannya.


" Oke ma." ucap Rashel mengacungkan jempol.


Di sisi lain sheila baru saja keluar dari kantor sheila sedang bertelfonan dengan xavi yang saat ini sedang menanyakan keberadaannya.


" Iya ini saya juga mau pulang."


"Kamu buruan, mama dan papa sudah menunggu kamu di rumah untuk makan malam!" ucap xavi.


Di saat sheila sedang menelfon helen dan Rashel mengendap-ngendap berjalan menuju Sheila untuk bisa membekap sheila dari belakang tanpa terlihat oleh sheila.


"Iya mas, ini saya lagi jalan ke parkiran. Limabelas menit lagi saya akan sampai di rumah. " jelas sheila berdiri di depan parkiran.


"Saya tunggu! " jawab xavi yang kemudian mematikan telfonnya.


Di waktu bersamaan helen langsung membekap mukut sheila dengan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius.


" Hmmmmm.....hmmmm" berontak sheila mencoba melepaskan bekapan dari orang yang akan mencelakainya itu.


Helen semakin membekap kuat mulut sheila sampai sheila pingsan setelah obat bius itu bekerja.


Ponsel yang di genggam sheilapun terjatuh saat helen dan rashel menyeret sheila ke mobilnya.


******************


Setengah jam berlalu,namun orang yang di tunggu - tunggu tak kunjung datang.


"Xavi, ayo kita makan malam! "ajak Karina menghampiri anaknya yang sedang menunggu Sheila di depan rumah.


" Mama sama yang lain makan dulu saja, aku masih mau menunggu sheila!" jawab xavi yang saat ini sedang hawatir dengan sheila.


" Yasudah, mama dan yang lain makan duluan ya." ucap karina yang kemudian masuk kedalam rumah.


Sudah beberapa kali xavi menghubungi sheila namun telfonnya tak kunjung di angkat oleh sheila.


Xavi juga sudah menghubungi supir sheila namun supir itu berkata jika sheila dari tadi belum keluar dari kantor.


Muak dengan ketidak pasti ini xavipun masuk kedalam Rumah mengambil kunci mobil kemudian pergi untuk menyusul sheila ke kantor.


***************


Rashel dan mamanya membawa sheila masuk ke sebuah bar, sheila di bawa masuk ke kamar VVIP yang sudah mereka pesan. Untuk membuat semuanya terlihat tidak mencurikan rashelpun mencekoki sheila dengan alkohol. Mereka memaksa sheila untuk meminum alkohol tersebut dengan jumlah banyak.


Keadaan sheila yang masih lemah dan masih terpengaruh obat bius yang di berikan helen membuat sheila tidak sanggup untuk melawan.

__ADS_1


Setelah membuat sheila benar-benar mabuk, rashelpun membaringkan sheila fi atas kasur. Rashel sengaja membuka separuh pakaian sheila kemudian menutupinya dengan selimut. Tak lupa rashel juga mengacak rambut sheila agar terlihat lebih sempurna.


"Ayo ma kita keluar untuk mencari laki - laki yang mabuk berat! "ucap rashel yang di angguki oleh Helen.


Rashel sengaja mencari pria yang ada di bar ini agar nantinya pria itu tidak bisa buka mulut saat xavi ataupun keluarganya menanyai siapa yang menyuruhnya, dan tentunya ia dan mamanya akan aman. pria yang mabuk berat akan di jadikan rashel sebagai pendamping sheila di atas kasur biar orang - orang menyangka jika sheila sudah bermain gila dengan pria lain. Dengan begitu image sheila di keluarga xavi akan jelek dan yang pastinya lagi sheila akan di tendang dari keluarga alexsander yang terhormat.


Tak berselang lama helen dan Rashelpun kembali ke kamar vvip tersebut dengan seorang pria mabuk yang tak sadarkan diri. Mereka berdua memapah pria itu masuk ke dalam kamar. Mereka meletakkan pria itu di samping sheila. Rashel juga melakukan hal yang sama pada pria itu, ia membuka separuh pakai pria itu kemudian menyelimutinya.


"Perfeck... "ucap Rashel yang tersenyum bersama mamanya.


Sebelum pergi rashel dan mamanya mengambil beberpa foto mesra antara sheila dan pria itu. Nantinya Rashel akan mengirimkan ini pada keluarga alexsander agar mereka bisa lihat bagaimana kelakuan menantu kesayangannya itu. Rashel tidak sabar dengan semua reaksi keluarga xavi saat mereka melihat foto mesra sheila dengan laki - laki lain.


*****************


Stiven dan casandra sedang dinner di sebuah restoran. Tadi sore stiven memohon pada casandra untuk mau makan malam bersamanya.karna tidak enan untuk menolak sandrapun mengikuti kemauan stiven.


'' Gimana makanannya ra, enak ngga? "tanya stiven yang di angguki oleh Sandra.


" aku senhaja nyiapin dinner ini buat kamu, yaa anggap aja ini cara aku menyambut kamu karna kamu dudah kembali ke Indonesia bahkan akan stay di sini. "ucap stiven panjang lebar namun sandra tidak mempedulikannya.


" Ra..." panggil stiven melihat wajah sandra yang terlihat tidak menyukai apapun yang sudah ia persiapkan ini.


" Kamu ngga suka sama dinner ini ya?" tanya stiven.


Hah....?" ucap sandra mengerutkan keningnya, kemudian bergegas menggeleng" Aku suka, kamu kenapa bisa mikir gitu? "


" Wajah kamu ra,"


" Wajah kamu terlihat ngga menikmati sedikitpun yang sudah aku persiapkan ini"


"Kamu tidak suka dengan semua inikan? "tanya stiven.


Sandra menghela nafas panjang," Bukan begitu en, aku ngga bermaksud buat kamu kecewa seperti ini tapi memang hari ini aku sedikit lelah juga banyak pikiran. "


Sandra menatik tangan stiven, kemudian menggenggamnya." Maaf ya.... "ucap sandra penuh penyesalan.


Stiven menggeleng," aku yang harus minta maaf, harusnya aku bisa memahami keadaan kamu. Aku minta maaf. "ucap stiven.


" Stelah makanan ini habis aku akan langsung mengantarkan kamu ke apartemen, biar kamu bisa langsung istirahat." sambung stiven sembari tersenyum pada sandra.


Sandra mengangguk dan membalas senyuman stiven.


*************


Xavier sampai di kantor papanya sheila, ia mengecek semua ruangan dalam kantor yang sudah sunyi dan tidak ada satupun orang di dalamnya.


Di dalm kantor xavi juga mencoba menghubungi sheila takut - takut jika terjadi hal buruk pada sheila di dalam kantor. Namun beberapa kali menelfon tidak terdengar suara deringan ataupun getaran ponsel.


"Kamu dimana sheila? "hawatir xavi yang masih mengelilingi kantor takut jika ada ruangan yang terlewat olehnya.

__ADS_1


Xavipun keluar dari kantor karna tidak menemukan apapun di dalam kantor. Xavi ingin mengecek ke parkiran kantor untuk melihat keberadaan sheila yang siapa tau masih ada di sana.


Sepanjang parkiran xavi masih menghubungi nomor sheila berharap jika sheila memang masih berada di parkiran.


Drettt... Dretttt... Dretttt


Deringan ponsel terdengar jelas saat xavi berada tidak jauh dari mobil tempat supir sheila memarkirkan kendaraannya.


Xavi mencari dimana sumber suara itu, xavi tau betul jika itu adalah deringan ponsel sheila.


"Sheila! "teriak xavi memanggil-manggil sheila.


" Sheila kamu dimana?" teriak xavi lagi.


Suara deringan ponsel itu semakin dekat namun sampai saat ini xavi belum melihat keberadaan sheila.


" Sheila!" langkah xavi berhenti ketika ia menginjak sesuatu. Xavi meraih bend itu yang ternyata adalah ponsel milik sheila.


" Inikan ponsel sheila, kemana dia? "ucap xavier menyudahi panggilannya.


" Sheila! "teriak xavi lagi berharap ada jawaban dari sheila


Saat xavi sedang mencari sheila di sekitar parkiran ponsel xavi berdering dan menerima satu chat dari nomor yang tidak ia kenal.


" Siapa ini, apa sheila?" ucap xavi yang kemudian membuka pesan itu.


Mata xavi terbelalak saat melihat chat dari orang yang tidak ia ketahui itu. Ia mengirim beberapa foto sheila dengan pria lain yang sedang bermesraan di atas tempat tidur.


"Kurang ajar, apa inu." umpat xavi yang sangat marah melihat itu semua.


Dengan cepat xavipun kembali ke mobilnya untuk segera menuju alamat bar yang di kirim oleh orang itu.


Di sisilain nomor yang sama juga mengirimkan pesan chat tersebut pada seluruh keluarga xavi. Semua keluarga xavi syok juga sangat kecewa dengan kelakuan sheila.


"Apa-apaan ini, kenapa bisa sheila melakukan ini pada xavi? "ucap Firman yang amat marah setelah melihat foto itu.


" Kenapa sheila bisa melakukan hal keji seperti ini?" karina sangat tidak menyangka dengan kelakuan menantu yang selama ini sangat ia sayangi itu.


" Sudah saya bilangkan jika wanita itu bukan wanita baik-baik latar belakang keluarganya saja sudah tidak baik gimana anaknya. Terbuktikan sekarang?" ucap stela yang sangat girang dengan ini semua. Dengan ini ia tidak perlu susah payah untuk membuat rumah tangga xavi dan sheila hancur berantakan.


Alexsander tidak berkomentr apapun walaupun ia juga mendapatkan foto tersebut.


" Sulit di percaya jika anak itu bisa berbuat seperti ini. " batin alexsander masih memperhatikan foto tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2