Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 37.Fakta yang menyakitkan


__ADS_3

Stiven melangkahkan kakinya perlahan - lahan rasa bosan dan jenuh membuatnya terpaksa untuk keluar dari singgasana kenyamanannya. Walau masih terasa sangat sakit untuk berjalan tapi Stiven berusah untuk memaksakannya, Stiven tidak mau terus-terusan duduk di kursi roda sialan itu. Pokonya ia harus bisa secepatnya sembuh agar ia bisa menggagalkan semua rencana Xavier.


Alexsander adalah orang pertama yang ia lihat saat Stiven baru keluar dari kamarnya. Melihat Papanya yang duduk sendiri di sofa ruang keluarga membuat Stiven menemukan ide baru untuk bisa menjatuhkan nama Xavier di depan papanya.


"Pa. "sapa Stiven yang kemudian duduk tidak jauh dari papanya.


Alexander melihat ke arah anaknya yang terlihat masih kesakitan," Kenapa kamu keluar kamar kalau kamu masih sakit? "tegur Alexander, walau Stiven sering membuat onar dan tak becus mengurusi perusahaan tapi Alexander sangat menyayangi Stiven. Tapi stivennya aja kurang bersyukur dan masih aja iri pada xavier :(


" Aku Udah baikan kok pa." jawab Stiven .


Stiven melihat sekeliling ruang, "Xavier udah berangkat kerja pa?" tanya Stiven agar bisa membahas tentang Xavier dengan papanya.


"Sudah. "jawab Alexander masih fokus dengan koran yang ia baca.


" Tumben kamu bertanya tentang keponakanmu, " heran Alexander karna tidak biasanya Stiven mau membicarakan xavier dengannya.


" Ngga papa, tapi soal Xavier apa papa sudah tau kalau xavier sudah bertunangan? "


Mendengar pertanyaan Stiven Alexander langsung menutup korannya." Bertunangan? "


Stiven mengangguk, "iya pa, Sheila namanya. Emang papa ngga tau? Atau jangan-jangan papa sengaja ngga di kasih tau sama Xavier karna papa sering bela aku."


"Walau lebih banyak muji dia. "batin Stiven.


" Atau jangan - jangan xavier udah nyiapin pernikahannya dan sengaja ngga ngasih tau papa karna papa dianggap ngga penting sama Xavier. "


Karina langsung angkat bicara begitu mendengar perkatan Stiven yang menjelek-jelekkan anaknya," jangan langsung mengambil kesimpulan tanpa kamu tau apa yang sebenarnya xavier rencanakan. "ucap Karina sembari meletakkan secangkir kopi di atas meja dekat papanya.


" Tapi emang itu kenyataannya kan mbak, emang mbak tau kalau xavier sudah punya tunangan? '' tanya Stiven dengn tatapan mengejek, Stiven yakin kalau karina tidak tau apa-apa tentang ini.


Karina terdiam, karina memang tidak tau apa - apa tentang xavier yang sudah bertunangan. Bahkan selama ini karina tidak tau jika ternyata anaknya itu sedang dekat dengan wanita.


" Pasti nggakan , pasti mbak ngga akan tau kalau bukan aku yang ngasih tau." Stiven tersenyum sinis karna saat ini tidak ada yang bisa melawan kata-katanya.


"Dan satu lagi papa pasti juga ngga tau kalau ternyata xavier gunain ruangan VVIP khusus keluarga di medical center untuk ibu sheila yang sedang sakit." Stiven semakin mempengaruhi papanya supaya papanya itu marah pada xavier.


Alexsander terlihat amat marah karna sebagai kepala keluarga ia merasa jika xavier tidak menghargainya bahkan untuk menggunakan properti keluarga xavier tidak meminta izin atau mengatakan apapun kepadanya.


Stiven beralih menatap karina "Begitu juga dengan mbakkan?" tanya Stiven mengangkat satu alisnya.


Lagi-lagi Karina hanya bisa terdiam, karina terkejut dengan semua ini karna tidak biasanya Xavier memiliki banyak rahasia seperti ini.


"Papa merasa tidak di hargai oleh xavier sebagai kepala kelurga di sini. Bisa - bisanya Xavier menggunakan properti keluarga tanpa meminta izin sedikitpun pada papa. "ucap Alexsander.

__ADS_1


" Tapi pa mungkin saja xavier menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan ini, papakan tau jika xavier tidak banyak bicara."


" Mungkin saja xavier malu untuk mengatakan ini semua apalagi ini sudah menyakut masalah pribadinya." bela karina.


" Tapi harusnya xavier mengatakan ini mbak karnakan status xavier dengan wanita itu sudah tunangan dan aku dengar-dengar mereka sebentar lagi akan menikah." Stiven semakin memanas - manasi agar keadaan semakin mencekam. Stiven tidak sabar melihat bagaimana Xavierendapatkan amukan dari Papanya nanti.


Alexander mengiyakan ucapan Stiven, Alexsander termakan semua hasutan licik dari Stiven. " Ini sudah masalah serius karina, sepatutnya xavier mengatakan ini apa lagi Xavier juga menggunakan properti keluarga kita untuk wanita itu tanpa sepengetahuan papa."


"Ini tidak bisa di biarkan papa harus segera mendengar semua penjelasan xavier tentang ini. "tegas Alexander yang kemudian berdiri untuk pergi.


" Pa tunggu pa!" tahan karina mengejar papanya.


" Papa mau kemana?" tanya krina begitu ia berhasil menahan tangan Papanya.


" Ke kantor xavier. "jawab alexsander melepas tangan Karina.


" Tapi ngga harus sekarang pa, Papa harus tenangin pikiran papa dulu. Papa ngga bisa ke sana dengan keadaan emosi seperti ini!"


Alexsander terdiam kata-kata anaknya ada benarnya.


" Lebih baik nanti setelah xavier pulang dari kantor kita rapatkan masalah ini dengan kepala dingin." bujuk Karina.


" Tapi bukannya lebih cepat lebih baik pa, biar masalah ini bisa cepat selesai. Dan papa bisa mendengarkan penjelasan dari cucu kesayangan papa itu." Stiven kembali meracuni pikiran papanya.


" Stiven diam kamu, jangan kamu hasut lagi papa dengan semua kata-kata kamu itu!" bentak Karina menatap sinis pada adik tirinya itu.


Alexander menghela nafas, sembari mengiyakan ucapan putrinya.


"Karina antar papa ke kamar ya?" ucap Karina yang di angguki oleh alexsander.


"Sialan "umpat Stiven karna rencana tak sesuai keinginannya.


*************


Sheila melihat ke arah Xavier yang tiba-tiba sudah berdiri tengah-tengah ruangan. Dengan cepat Sheila berdiri dan berjalan mendekat ke arah Xavier.


'' Xav ini ngga sepeeti yang kmu pikirin. "entah apa yang merasuki sheila saat ini sampai-sampai sheila takut jika Xavier salah paham kepadanya.


Xavier tidak mengindahkan ucapan Sheila, Xavier tefokis pada Rico sahabat pamannya itu.


" kenapa ____"


Ucapan Rico langsung di salip oleh Rashel saat ia melihat kedatangan Xavier"Pas banget kamu dateng, harusnya kamu bisa bilangin ke calon istri kamu ini kalau ngga usah ganjen dan godain tunangan orang lain. Sekalin kamu didik dia biar ngga jadi wanita murahan."

__ADS_1


" Calon istri? "kaget Rico karna selama ini Rico taunya jika sheila adalah wanita yang penyuka sesama jenis


Rashel melihat Rico," iya, Xavier Alexander adalah tunangan sekaligus calon suaminya sheila. "Rashel mengangkat satu alisnya.


"Kenapa kamu kaget?, karna ternyata selingkuhan kamu ini sudah mempunyai tunangan."


" Sudah berapa kali saya bilang kalau saya tidak punya hubungan apapun dengan tunangan kamu." bentak sheila.


"ngga usah banyak bicara kamu." tunjuk Rashel.


Xavier menatap Rashel dengan tatapan sinis khasnya, "Kalau kamu memang merasa kalau kamu tunangannya dia harusnya kamu memperbaiki hubungan kamu bukan malah tambah memperburuk seperti ini." ucap Xavier.


"Justru saya ke sini untuk memperbaiki hubungan saya supaya pelakor seperti dia ngga hadir lagi dalam hubungan saya dan Rico."


"Xavier terswnyum sinis," Kamu bilang dengan seperti ini hubungan kamu akan baik? Begitu? "tanya Xavier dengan sangat tenang.


" Iya, karna calon istri kamu ini rakus dia gila harta dan menggoda pria pria kaya seperti tunangan saya untuk di jadikan ladang uang untuk dia." sinis Rashel.


Xavier menggeleng masih dengan senyum sinisnya," Dengan sikap kamu seperti ini kamu hanya akan membuat hubungan kamu semakin buruk. Harusnya kamu lebih berpikir duku sebelum bertindak jangan sampai tindakan kamu hanya akan merugikan diri kamu sendiri." ucap Xavier yang membodohi tindakn rashel saat ini. Xavier mengode daniel untuk segera menyeret Rashel keluar dari ruangan.


Daniel berjalan mendekati Rashel," Mau ngapai kamu? "yanya Rashel begitu daniel memegng tangannya.


" Lebih baik kamu sekarang keluar dari ruangan ini karna ngga ada hal yang perlu kamu bicarakan lagi baik dengan saya ataupun sheila." usir Xavier sebelum Daniel menyeret paksa Rashel.


" Lepaskan, urusan saya dengan dia belum selesai. "berontak Rashel namun tetap saja di tarik oleh Daniel.


" Sheila apa benar apa yang di katakan Rashel tadi?" Rico masih belum bisa percaya dengan ini semua ia tidak menyaka waniata yang paling ia miliki ternyata tega membohonginya dan yang lebih parahnya lagi ternyata dia sudah memiliki tunangan yang sebentar lagi akan menikah.


Saya dan Xavi memang sudah bertunangan dan sebentar lagi kamu juga akan menikah. "jawab sheila.


Rico menggeleng," Tapi bukannya kamu bilang kalau kamu itu penyuka sesama jenis? Lalu kenapa sekarang____"Rico tidak sanggup mengakui jika sheila sudah bertunangan dengan Xavier keponakan dari sahbatnya semdiri.


"Maaf Ric saya sengaja mengatakan itu supaya kamu bisa tenang waktu itu. "Jawab sheila yang langsung memdapatkan tatapan kecewa dari Rico.


Baru saja Rico berharap jika ia akan menjadi laki-laki penyelamat untuk ketersesatan sheila tapi sekarang malah kenyataan pahit yang di terima oleh Rico.


" Sekali lagi_____"


Rico pegi keluar dari ruangan tanpa mendengarkan permintaan maaf terakir sheila.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2