
HAPPY READING GAYS!!!
Qania melihat termos makanan yang terletak di meja samping tempat tidurnya.
"Sheila"panggil qania begitu melihat termos makanan itu.
"Iya ma"jawab sheila yang sedang menutup pintu kamar mandi kemudian Sheila mendekat.
" Kamu masak?" tanya qania karna melihat termos makanan yang ada di samping tempat tidurnya.
Sheila tersenyum, ia hampir saja lupa dengan makanan yang ia bawa." iya ma, karna sheila gajian jadi sheila masakin menu spesial buat mama."jwab sheila sangat antusias.Sheila berjalan menuju termos makanan yang ia bawa untuk di hidangkannya di meja sofa.
Sheila membuka termos makanannya" Sheila masakin stiek kesukaan mama." ucap sheila memamerkan steak yang ia masak dengan penuh cinta ke pada mamanya.
" Sheila jamin pasti mama bakalan suka."Sheila menghidang semua makanan yang ia masak termasuk dessert yang ia buat.
Qania melihat semua maknan yang sheila buat, Qania tau jika putrinya itu sangat pandai dalam memasak. Semua masakan yang ia buat pasti enak tak kalah dengan shef yang bekerja di hotel bintang lima.
Qania berjalan menuju brankar tempat tidurnya" Tapi mama ngga mau makan makanan kamu, mama tetep mau belanja dan makan di luar dengan kamu." bukannya qania tidak menghargai usaha anaknya itu yang telah susah payah memasakkan makanan untuknya tapi karan qania tidak mau merusak rencana yang telah ia buat.
Sheila menatap mamanya dengan tatapan kecewa padahal ia sudah susah payah memasak tapi mamanya malah meminta untuk makan di luar.
"Tapikan mama bisa makan masakan sheila dulu nanti baru kita makan di luar. "bujuk Sheila karna ia tidak mau makanannya terbuah begitu saja.
Mama tetep mau makan di luar sayang, kalau mama makan - masakan kamu nanti perut mama udah kenyang dan pasti mama ngga akan ada selera buat makan nantinya." Qania masih kekeh deng kemauannya yang akan makan di luar.
" Lagian Mama yakin pasti xavi akan senang melihat mama bisa keluar dan jalan-jalan . "sambung Qania walau ia tau jika anaknya sekarang sedang menatapnya dengan tatapan kecewa.Qania sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar sheila tidak membujuknya lagi.
" Setelah mama bertemu dengan xavi tadi mama jadi semakin yakin jika xavi adalah pria baik dan bertanggung jawab."qania tak henti-hentinya memuji calon menantunya itu, pertemuannya dengan xavier tadi menjadi suatu kebahagian tersendiri untuk qania.
__ADS_1
"Dia juga ganteng, sopan dan sangat menghargai mama. Dia pria yang sangat berbeda sheila, dia ngga sombong dia juga ngga merendahkan bahkan menghina keadaan kita yang seperti ini." qania sangat kagum juga terkesan dengan sikap Xavier yang sangat menghargainya. Sikap sopan dan tidak sombong xavier menjadi nilai plus untuk qania.
Sheila bergidik ngeri mendengar mamanya yang dari tadi terus memuji xavier.
"Coba aja mama tau gimana sikap xavier sebenarnya di luar sana pasti mama ngga bakal memuji dia sampai segininya. "batin sheila, mengingat perselingkuhan xavier di toilet bar waktu itu. Namun sheila tidak mau membuat mamanya itu sedih dan shock bila ia menceritakan bagaimana sikap xavier sebenarnya.
" Mama karna kita mau belanja jadi lebih baik kita makan dulu ya ma." bujuk sheila lagi, mengalihkan topik pembicaraan. Lagian ia juga merasa risih terus-terusan mendengar pujian yang di ucapkan mamanya utuk xavier kepadanya.Sheila berharap dengan bujukannya ini mamanya jadi mau makan makanannya.
"Mama ngga mau sheila, mama mau makan di luar." kekeh qania tak ingin merubah kemauannya.
'' Ma tapikan sayang makanannya, sheilakan udah capek-capek masakin buat mama. "ucap sheila memasang wajah memelasnya agar mamanya itu bisa luluh dan makan masakannya.
Qania menghela napas, ia teringat akan xavier dan mendapatkan ide akan di kemanakan masakan anaknya itu agar tidak mubazir." yasudah kalau begitu kamu berikan makanan ini kepada xavier agar tidak mubazir." saran qania.
Sheila pikir mamanya akan luluh karna wajahnya yang seperti itu tapi ternyata sekarang..... Aaaaissst kenapa harus di kasih ke xavier?,.
"Sheila ngga mau ma, sheila itu masak untuk mama bukan untuk dia." ucap sheila menolak permintaan mamanya itu.
"Tapi ma dari awal sheila masak,sheila mau masakan sheila di makan sama mama bukan xavier ma. "
'' Kamu masak buat mama, tapi mama maunya kamu ngasih ini ke xavier. Kamu sendirikan yang bilang tadi sayang kalau makanannya ngga di makan? "ucap Qania membalikkan katagkata anaknya itu.
" Jadi supaya ngga mubazir kamu kasih ini ke xavi!" sambung mamanya lagi.
" Tapi maa...." sheila masih tidak mau membawakan masakannya ke xavier, enak saja dia yang capek - capek masak dan yang makan CEO bejat itu.
"Sheila. "qania memasang raut wajah sedihnya." tolong turutin permintaan mama ya sayang. Mama mau liat kalian berdua bahagia dan lebih deket. "sambung qania memohon pada sheila.
Kalau sudah begini sheila jadi tidak bisa menolak permintaan mamanya lagi. Sheila paling tidak bisa melihat mamanya itu sedih.
__ADS_1
" Iya ma, sheila bakal anterin masakan ini ke kantornya xavier." jawab sheila dengan wajah terpaksanya.
Qania tersenyum bahagia mendengar jawaban putrinya itu, raut wajahnya yang berpura-pura sedih akirnya mampu meluluhakan hati anaknya itu.
Qania dan sheilapun pergi meninggalkan rumah sakit. Sheila membawa termos makanannya dengan wajah pahit.
*********
Sepanjang perjalan sheila sibuk memikirkan bagaimana nantinya ia pergi ke kantor Xavier secar tiba-tiba seperti ini, Membawa makanan pula. Bisa-bisa CEO itu ke GR an karna di perhatikan olehnya seperti ini. Aaaaahhh kalau bukan saja karna paksaan dari mamanya tidak akan mau sheila repot - repot seperti ini.
Qania memperhatikan putrinya yang terlihat cemberut, tapi bukan itu yang qania permasalahkan saat ini melainkan pakaian Sheila yang tomboy dan tidak ada feminim sedikitpun. Sheila memakai Celana jins panjang baju kaus lengan pendek yang berbalut dengan kemeja kotak-kotak lengan panjang yang kancingnya di biarkan terbuka di tambah dengan sepatu olahraga berwarna putih yang di kenakan sheila.
'' Pak nanti di depan sana tolong berhenti ya pak! "ucap qania menyuruh supir taksi onnline untuk menepi di sebuah salon kencantikan.
" Loh kok berhenti sih ma?kantor xavierkan masih jauh" heran sheila karna kantor xavier masih jauh dari tempat mamanya menyuruh untuk berhenti.
Sheila, ngga mungkin kamu ke kantor xavier dengan pakian seperti ini yang ada nanti xavier malu. Masak calon istrinya ke kantor calon suami pakaiannya urak-urakan kayak gini. "jelas qania.
" Biarin aja sih ma, lagian xavier juga ngga pernah mempermasalahkan pakaian aku kok. ''
"Pokonya mama mau kamu di make over, kamu harus tampil cantik dan elegan di hadapan semua kariawan kantor xavier. "
"Mama" ucap sheila yang tak ingin di dandani.
"Sheila. "
.
.
__ADS_1
.
Bersambung