Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 19.Kedatangan Sheila


__ADS_3

Sheila dan mamanya masuk kedalam salon dengan wajah sheila yang sangat enggan untuk di make over.


Qania mengusap rambut sheila lembut, "kamu marah sama mama, karna permintaan mama ya?" qania kembali berpura-pura memasang raut wajah sedihnya.


Lagi dan lagi sheila tidak tega melihat raut wajah mamanya yang sedih seperti itu. Setiap kali sheila melihat raut wajah mamanya yang seperti itu membut sheila merasa jika ia gagal menjadi seorang anak yang baik untuk mamanya. "sheila ngga marah kok mah, sheila mau di make over, sheila bakal ikutin semua kemauan mama."Sheila menyerah ia tidak mau melihat wajah mamanya yang sedih seperti itu, walau dalam hati sheila sebenarnya menolak keras ia di dandani seperti ini.


Qania tersenyum mendengar jawaban sheila walaupun qania tau jika anaknya itu terpaksa menuruti kemauannya. " Yaudah, mbak tolang dandani anak saya secantik mungkin ya dan tolong pilih pakain yang feminim dan paling top buat anak saya. "ucap qania menyuruh kariawan salon untuk memake over sheila.


Mendengar itu sheila memutar matanya, karna mamanya sangat bersemangat untuk merubah penampilannya. Lagian Sheila juga tidak habis pikir racun apa yang telah Xavier pada mamanya sampai-sampai mamanya memaksanya seperti ini untuk merubah penampilannya hanya untuk bertemu dengan orang tidak penting seperti xavier.


Setengah jam berlalu, Sheila keluar dari kamar ganti dengan pakain dan dandanan yang begitu menawan. Sheila terlihat bak putri kerajaan. Baju dress pendek di atas lutut berwarna biru cerah dan hayhill hitam, rambut coklat sheila di biarkan tergerai dengan bagian samping rambut tshila di beri jepitan berwarna putih membuat kesan wajah blasteran sheila terlihat sangat jelas.


"Sayang kamu cantik banget, mama sampai pangling loh liat kamu. "puji qania.


" mbaknya cantik banget, pasti pacar mbak seneng banget kalau dia liat mbak berpenampilan seperti ini. "


" lagian walaupun saya ngga dandan saya juga cantik" batin sheila.


" Uuuh... Pasti dia nya langsung kesem-sem dan cinta mati sama mbaknya." puji kariawan salon terswbut


"heh.. Emang dia udah kecintaan sama saya." batin sheil menyauti ucapan kariawan itu.


"Mbak ini bisa aja, "ucap qania.


Sheila memaksakan senyumnya ke arah mamanya dan juga kariawan, sebenarnya sheila sangat risih berpakaian seperti ini. Ia lebih senang bila memakai celana dari pada dres-dres pendek seperti ini apa lagi dengan hayhil yang membuat kakinya terasa sakit.


***********


Sheila dan mamanya berdiri di depan pintu perusahaan Xavier.qania memberikan termos makanan yang di pegangnya ke Sheila. "kamu masuk temuin xavier!" ucap qania mendorong tubuh anaknya untuk segera masuk ke dalam kantor Xavier. .


Jelas saj sheila terkejut dengan ucapan mamanya karna yang mengajaknya untuk ke kantor xavier adalah mamanya tapi sekarang kenapa hanya dia yang di suruh masuk sendirian.


"Mama ngga ikutan masuk?" tanya sheila memastikan dugaannya.

__ADS_1


"ngga lah sheila.Mama ngga masuk, mama ngga mau ganggu waktu berduan kalian."jawab Qania yang memang hal ini lah yang ia rencanakan. Membiarkan putri dan calon menantunya itu untuk saling mengenal dan bertambah dekat sehingga acara pernikahan mereka bisa segera di lakukan. Lagian qania sudah terlanjur suka dengan sikap Xavier, qania yakin sekali jika sheila dan dan xavier nantinya menikah putrinya itu pasti akan bahagia dan tidak ada lagi yang akan menindas serta menghinanya.


"Mama apaan sih, lagian cuma ngasih makanan abis itu aku pergi. "Lagian buat apa sheil berlama-lama di ruangan xavier bersama pria bejat tersebut.


" Jangan!!! kamu sama xavier harus ngobrol dulu biar kalain makin deket."tegas qania kalau hanya memberi makanan seperti yang di bilang oleh sheil tadi itu tukang ojek onnline juga bisa.


" Mama nunggu kamu di kafe deket sini aja.kamu harus manfaatin waktu ini sebaik mungkin pokoknya setelah ini mama mau kamu dan xavi itu deket dan ngga ada salah paham lagi di antara kalian." tutur qania.


" Tapi aku kawatir sama mama, kalau sampai terjadi sesuatu sama mama gimana? Mamakan belum sepenuhnya sembuh ma."sheila takun sekali jika ia meninggalkan mamanya sendirian mamanya bisa terluka atau lebih parahnya lagi penyakitnya kambuh.


" Sheila mama ngga papa. Lebih baik sekarang kamu masuk keburu waktu jam makan siang habis nnti! "pinta qania lagi memaksa anaknya agar segera masuk kedalam kantor.


" Mama bisa jaga diri mama." sambung qania agar anaknya itu tidak menghawatirkannya.


Sheila menghela nafas kasar" iya ma, pokoknya kalau terjadi sesuatu mama harus langsung kabarin sheila! "sheila menatap mamanya dengan tatapan ragu ia masih tidak tenang jika membiarkan mamanya pergi sendiri tanpa ada dirinya.


" Iya," ucap qania yang kemudian pergi meninggalkan sheila di depan pintu perusahan sendirian.


Sheila berdecak kesal dan mau tidak mau ia terpaksa masuk ke dalam perusahaan.


"Halo xavi"ucap qania.


" Iya tante. Ada apa ya nelfon saya?"tanya xavier merasa heran dengan telfon dari calon mama mertuanya itu.


" Maaf tante ganggu waktu kamu."


" Ngga papa kok tan."jawab xavier masih bingung dengan maksud qania menelfonnya.


" Tante nelfon kamu cuma mau ngasih tau kamu kalau sheila baru aja masuk ke dalam perusahaan kamu dia mau nganterin makan siang untuk kamu."


Jelas saja perkataan calon mama mertuanya itu membuat xavier kaget. "Sheila ke sini tan?


" Iya baru aja masuk mungkin sekarang sheila udah di meja resepsionis."jawab qania mengira-ngira.

__ADS_1


" Hmm.... yasudah tan, Kalau gitu saya mau kasih tau pegawai saya dulu untuk mengantar sheila ke ruangan saya."


" Iya, kamu baik-baik ya sama sheila!"


"Iya tan. "xavier menutup telfon kemudian menelfon para kariawannya untuk menuntun sheila ke ruangannya.


*********


Sheila berjalan menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan xavier.


" Liat aja kalau sampai CEO bejat itu sampai macem - macem, saya ngga bakal segan buat nendang selangkangannya lagi. "batin sheila yang telah menyiapkan taktik untuk berjaga-jaga jika ia sampai melakukan hal yang kurang hajar kepadanya.


" Permisi mbak, saya_____."


" ibuk mau cari pak xavier ya? "tanya resepsionis itu begitu sheila sampai. Sheila sedikit terkejut dengan pertanyaan resepsionis itu.


" Iya mbak." jawab sheila.


" kalo begitu mari buk saya antar! "Resepsionis itu langsung menuntun sheila menuju ruangan xavier.


********


Di dalam ruangan xavier masih belum bisa percaya dengan kedatangan sheila ke kantornya.


" Ini pasti salah satu taktik dia untuk membuatnya luluh dengan begitu dia pasti akan memoroti saya. "pikir xavier memikirkan taktik apa yang akan di lakukan sheila nantinya.


" Saya yakin pasti sheila akan menggodanya seperti yang di lakukan cewek-cewek matre lainnya."


" Dasar cewek rakus, ngga pernah puas padahal saya sudah menjanjikan posisi nyonya CEO kepadanya. "kesal Xavier.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2