
Sheila dan xavi terpaksa harus mengecek gedung yang akan mereka gunakan nanti saat hari pernikahan. Karina, firman dan yang lainnya tidak bisa ikut dengan mereka karna harus pergi ke acara pernikahan Rico dan Rashel. Sebenarnya Karina sudah mengajak xavi tadi tapi xavi menolak dan tidak ingin ikut dengan mereka, hal hasil karina menyuruh xavi untuk mengecek gedung seperti ini bersama sheila.
Sheila melihat - lihat ruangan gedung tersebut. Tempat itu sangatlah luas dan desain interior yang mereka gunakan di sini juga sangat bagus dan tentunya sangat mewah. Sheila sudah terbayang betapa megahnya pernikahannya dengan xavi nanti.
"Gimana? "tanya xavi yang membuat sheila langsung berbalik, namun sialnya kaki sheila yang reflek berbalik tidak siap. alhasil sheila hampir saja terjatuh kalau saja xavi tidak menangkapnya.
Sheila dan xavi saling bertatapan ,debaran - debaran hebat begitu terasa di antara mereka. hembusan nafas xavi begitu terasa di wajah sheila membuat jantung sheila tidak karuan.
Xavi mendekatkan Wajahnya ke wajah sheila semakin dekat membuat sheila terbayang kejadian waktu mereka berciuman di rumah sakit waktu itu. Dengan cepat sheila langsung berdiribdan mendorong tubuh Xavi.
"Kamu pasti mau macem - macemkan sama saya? "tuduh sheila begitu ia telah berdiri menjauh dari xavi.
Jelas saja xavi tidak terima dengan tuduhan sheila," Siapa yang mau macam dengan kamu..... "ucap Xavi yang kemudian berjalan menuju sheila dan mengambil ulat dari rambut sheila.
" Saya itu mau mengambil ini dari rambut kamu." Xavi menunjukkan ulat yang ia ambil dari rambut sheila, yang membuat sheila bergidik geli.
" Iiiiiii.... Buruan buang!" ucap Sheila yang kemudian berlari menjauh dari xavi.
Xavi membuang ulat tersebut kemudian mengejar sheila keluar dari ruangan tersebut.
"Kebuktikan sekarang siapa yang otaknya mesum." sindir xavi berjalan beriringan di samping sheila.
'' Saya hanya waspada dari laki - laki seoerti kamu. Bisa sajakan kamu melakukan hal yang sama seperti di rumah sakit pada saya tadi. "ucap sheila.
" Sayakan sudah minta maaf soal hal itu ''
Sheila mendekapkantangannya di dada, "Kamu pikir dengan kamu minta maaf cap pria mesum di kamu itu bisa hilang?......" sheila menaiki satu alisny, sembari melihat ke arah Xavi, "Tentu saja tidak tuan muda xavier." sambung sheila yang kemudian berjalan cepat meninggalkan xavi.
***************
Stiven melihat ke sekeliling ruangan begitu ia dan keluarganya sampai di pesta pernikahan Rico dan Rashel. Stiven teringat dengan papa kandung sheila, yaitu leonard. Ia berencana untuk memanas - manasi leonard untuk tidak hadir di acara pernikahan xavi nanti. Dengan leonard tidak datang maka pasti sheila dan xavi tidak akan bisa melangsungkan acara pernikahan mereka.
"Stiven! "panggil stela menarik tangan anaknya.
" Kamu itu mau kemana?" tanya Stela.
" Aku mau cari orang ma. "jawab stiven.
__ADS_1
" ngga!, sekarang kita harus nemuin Rico dulu baru habis itu mau kemana itu ngga masalah......ayo!!! "ucap Stela mengajak anaknya untuk menemui pasangan pengantin tersebut.
Mau tidak maj Stiven harus menemui sahabatnya itu lebih dulu.
" Selamat ya, Rashel...... Rico." ucap Stela menyalami Rico dan Rashel.
" Selamat ya." ucap Stiven pada rashel, yang di sambut senyuman oleh rashel.
Stuven juga menyalami Rico kemudian membisikkan sesuatu pada Rico, "harusnya kamu itu nikah sama sheila bukan Rashel" bisik Stiven penuh penekanan. Gara-gara Rico yang mendadak menikah seperti ini ia jadi tidak bisa merusak rencana pernikahan Xavier.
Stiven menatap sinis Rico kemudian berjalan turun dari pelaminan.
Stiven langsung mencari keberadaan leonard satu harapan lagi untuk menghancurkan pernikahan sheila dan Xavi.
"Iya terima kasih. "ucap leonard mempersilahkan para tamu untuk menikmati acara pesta.
Stiven tersenyum begitu ia bisa menemukan leonard." Om.... Bisa ikut saya sebentar? "pinta Stiven.
Leonard sempat terdiam memikirkan orang yang mengajaknya itu." Baik.. "ucap leo begitu tau jika anak muda itu adalah orang yang ia temui waktu itu di rumah sakit.
Apa yang ingin kamu bicarakan dengan saya?" tanya leonard begitu mereka berdua telah berda di tempat yang aman dan tidak mungkin ada orang yang akan mendengarkan obrolan mereka.
Saya ingin menanyakan soal pernikahan sheila pada anda, apa anda tau kalau minggu depan adalah hari pernikahan anak anda dengan xavi? "Stiven memandang Leonard dengan senyuman sinis. Ia yakin pasti leonard tidak tau soal ini.
Leonard terdiam begitu mendengar ucapan stiven, jujur saja sampai detik ini Sheila tidak peenah menemui bahkan menelfonnya sekalipun untuk membahas soal pernikahannya ini.
Leonard melihat Stiven yang saat ini masih menanti jawabanya, "Sepertinya anak ini tidak suka dengan pernikahan Sheila dan Xavi."
"Pasti dia memberitahu ini ke saya supaya saya bisa menghancurkan pernikahan sheila,..... Lebih baik sekarang saya bilang saja kalau sheila sudah memberitahu saya soal ini." batin leonard membaca maksud dan tujuan stiven.
"Saya sudah tau kemaren selesai rapat keluarga sheila dan xavi menemui saya dan mereka meminta restu serta kehadiran saya ke sana." jelas Leonard.
Stiven terkejut dengan jawaban leonard, ia tidak menyangka jika ternyata sheila dan xavi sudah memberitahunya terlebih dulu. Semua rencananya kini benar-benar hancur, harapannya untuk mengandalkan leonardpun juga hancur berantakan.
" Sudah tidak ada yang kamu bicarakan lagi bukan?...... Kalau begitu saya kembali ke acara pesta. "ucap leonard meninggalkan stiven yang masih terdiam.
Stiven menatap punggung leonard yang perlahan-lahan hilang dari pandangannya. Ia sangat kesal kenapa semua rencananya untuk menggagalkan acara pernikahan xavi gagal seperti ini.
__ADS_1
" Aaaakkkkhhhh....." Stiven memukul dinding yang ada di dekatnya untuk melampiaskan kekesalannya.
****************
Sheila menatap nanar ke luar jendela mobil, pernikahannya dan xavi sebentar lagi akan terlaksana dan sampai saat ini ia tidak tau bagaimana cara mengatakan ini kepada papanya. Sheila sebenarnya enggan untuk memberitahu ini kepada papanya bahkan sheila tidak mau melibatkan papanya dalam acara pernikahannya. Tapi jika papanya tidak hadir pernikahannya dengan xavi tidak akan bisa terlaksana.
Sheila berulang kali menghela nafas, masalah pernikahannya ini membuatnya sangat pusing.
Xavi melirik sheila beberapa kali sembari mengendarai mobil. Tarikan nafas panjang berulang kali dari sheila membuat xavi penasaran dengan hal yang ia pikirkan.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Xavi yang membuat sheila melihat ke arahnya.
"Hmmm..... "jawab Sheila sembari menggigit bibirnya. Menggigit bibirnya sendiri adalah kebiasaan sheila Setiap kali ada masalah yang tidak bisa ia selesaikan.
" Masalah apa, apa masalah ini berkaitan dengan pernikahan kita nanti?" tanya Xavi.
Sheila mengangguk" Hmmm...., Masalah papa. "jawab sheila.
Xavi mengangguk," Soal itu....."xavi melihat ke arah sheila," Kita temui dia besok. "ucap xavi yang langsung di gelengi oleh sheila.
" Saya tidak mau menemui dia, karna dia bukan papa saya lagi semenjak dia meninggalkan saya dan mama. "tolak sheila yang sangat enggan menemui papanya itu.
" Sebenci apapun kamu sama papa kamu, kamu ngga akan bisa memungkiri kalau kamu itu adalah anaknya. Karna dalam tubuh kamu juga mengalir darah dia. "jelas Xavi.
" Tanpa dia pernikahan kita tidak akan bisa berlangsung. "
Sheila terdiam mendengakan semua ucapan xavi kepadanya, ia tau kalau tidak ada leonard pernikahannya dan xavier tidak akan bisa terlaksana.
" Jadi kalau kamu memang enggan untuk bicara dengan dia, biar saya yang bicara kamu cukup duduk diam di samping saya besok!"perintah xavi yang hanya di diami oleh sheila. Sheila tidak tau akan berkata apa selain menuruti xavi.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1