Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 6.Rumah sakit


__ADS_3

HAPPY READING GAYS !!!


Xavier memeriksa chet yang dikirim sheila kepadanya.


"Rumah sakit medical center" ucap xavier melihat alamat rumah sakit yang di kirim sheila.


Xavier langsung tau alamat rumah sakit tersebut karna itu adalah rumah sakit milik keluarganya dan yang menjabat sebagai kepala rumah sakit di sana adalah kerabat jauhnya.


Xavier sudah terbayang bertapa repotnya ia dengan masalah ini terlebih ini sudah bersangkut dengan keluarganya.


Walau tau ia akan repot tapi tetap saja xavier melakukannnya. Seperti saat ini ia melajukan mobilnya sangat kencang menuju alamat rumah sakit tersebut. Itu semua ia lakukan hanya untuk sheila, calon istrinya. Xavier tidak tau kenapa ia mau serepot ini hanya untuk seorang gadis yang baru saja ia temui kemarin.


Sesampainya di rumah sakit, xavier langsung menuju ruang kepala rumah sakit untuk menemui kerabatnya itu.


"Xavier? " Hendra, kepala rumah sakit. sangat terkejut dengan kedatangan xavier yang mendadak ke ruangannya. Kerabat jauhnya yang super sibuk itu sangat sulit sekali di temui tapi secara tiba-tiba ia datang kesini meluangkan waktu hanya untuk bertemu dengannya.Hendra yakin pasti ada sesuatu yang penting yang akan di bicarakan xavier kepadanya.


" Om. "sapa xavier kemudian duduk di sofa ruangan hendra.


" Tumben sekali kamu ke sini ada apa?" tanya hendra yang sangat penasaran dengan maksud dan tujuan kerabatnya itu.


" Jadi maksud saya ke sini Saya mau om berhenti menjabat sebagai kepala rumah sakit di sini. "jawab xavier langsung ke intinya.


Hendra sangat terkejut dengan ucapan Xavier karna kenapa tiba-tiba ia berkata seperti itu kepadanya. Apalagi menyuruhnya untuk berhenti menjabat.


" Memangnya kesalahan apa yang sudah om lakukan sampai kamu meminta om untuk berhenti xavier? "tanya hendra masih dalam keterkejutannya


"Bukan - bukan seperti itu maksud xavi om, jadi xavier mau om berhenti dari rumah sakit ini supaya om bisa xavier pindahin ke rumah sakit papa yang berada di luar negri. Yang pastinya rumah sakitnya lebih besar dan om akan menjadi lebih berpangkat. Dari pada om terus - terusan di sini."jelas xavier, berusah membujuk hendra agar mengajukan surat pengunduran diri. Karna tidak mungkin jika xavier memberhentikan hendra hanya karna permasalahan yang di bicarakan Sheila kepadanya tadi.


"Apa om tidak ingin mencoba bekerja di rumah sakit yang lebih besar dan menjadi kepala rumah sakit di sana? "bujuk xavier sebenarnya ini bukanlah ke ahlian xavier mebujuk orang seperti ini membuatnya terasa terhina dan rendah namun demi sheila ia rela melakukan ini semua.


Cukup lama xavier berbincang dengan kepala rumah sakit sampai ia mau di pindahkan dan digantikan dengan orang lain.

__ADS_1


Yang pastinya Itu semua Karna xavier menjanjikan akan menempatkan kerabatnya itu di rumah sakit yang jauh lebih besar dari rumah sakit tempat ia bekerja saat ini.


************


Setelah selesai berbincang dengan kerabatnya itu, xavierpun langsung menemui sheila untuk memberitahu jika kepala rumah sakit di sini akan segera di ganti.


"Masalah kamu sudah saya selesaikan. "ucap xavier begitu ia melihat sheila.


"Kepala rumah sakit di sini akan segera di ganti. Jadi tidak akan ada lagi kepala rumah sakit yang tidak punya hati nurani, kejam dan tidak adil seperti yang kamu bicarakan tadi"tutur xavier, xavier yakin pasti sheila akan memuji dan merasa berhutang budi kepadanya kali ini.


Sheila tersenyum begitu mendengar kabar baik dari xavier, suasana hatinya langsung membaik mendengar kabar ini. Sheila bangkit dan berlari menuju Xavier untuk memeluk xavier"terimakasih sudah mebantuku." ucap sheila pada xavier masih dalam pelukannya.


Xavier sangat terkejut dengan pelukan yang mendadak dari sheila namun sebisa mungkin ia bersikap biasa saja agar sheila tidak GR dan menyaka jika ia tertarik padanya.


"Sama-sama"balas xavier yang entah mengapa ia ikut senang melihat sheila yang telah tersenyum saat ini.


Sheila melapas pelukannya dan mengganti topik pembicaran antara mereka.


" Jadi kapan kau akan menikahiku?" tanya sheila menagih janji yang telah di buat oleh xavier tadi pagi.


Sheila memutar matanya malas mendengar sindiran xavier." saya berubah pikiran!. "jawab sheila singkat.


" Setelah menikah dengan xavier saya akan punya kekuasaan, dengan begitu pasti saya bisa membalas semua perbuatan dan penghinaan helen." batin sheila yang tersenyum sinis dengan rencana briliannya ini.


" Kau berubah pikiran dengan sangat cepat. Pasti ada tujuan kenapa kau berubah pikiran seperti ini? "


" Tentu, tapi kau tidak perlu tau apa tujuanku." jawab sheila enggan untuk menceritakan tujuannya pada xavier.


Xavier memandang curiga ke arah sheila perubahan pikiran sheila membuatnya berpikir jika tujuan sheila menikahinya hanya untuk memoroti kekayaannya. Tak heran jika perempuan seperti sheila ingin menguasai hartanya mengingat sheila yang telah mengetahui identitas dan kekuasaannya.


'' Jika kamu menikah dengan saya kamu hanya akan mendapatkan status sebagai istri CEO tidak lebih dari itu. "tegas xavier mengingatkan pada sheila agar tidak berharap lebih kepadanya.

__ADS_1


" Jangan harap jika saya akan cinta dan memperlakukan kamu layaknya istri yang paling saya sayangi." sambung xavier lagi.


" Hmm"  sheila mengangguk, "Saya juga tidak tidak terpikir untuk mencintaimu, apalagi menganggapmu sebagai suamiku." ucap shila menolak mentah-mentah Xavier dalam hatinya.


"Lagi pula saya menikah denganmu hanya untuk mendapatkan gelar dan kekuasaan sebagai nyonya CEO yang di segani dan bisa melakukan apapun yang saya mau, termasuk untuk membalas perbuatan perempuan itu. ." Batin sheila.


"Dan satu lagi,Saya menyuruhmu kesini untuk menangih janjimu. "satu hal yang sangat penting yang harus ia tagih pada xavier adalah uang satu miliyar yang di janjikan Xavier kemarin. Uang yang akan ia jadikan sebagai biaya pengobatan ibunya." Uang satu miliar yang kau katakan kemarin! Saya membutuhkan uang itu sekarang!"


Xavier menautkan alisnya, peremouan di depannya ini memang sangat pandai memainkan situasi.


"Saya sudah mempersiapkan cek satu miliar itu untukmu. "jangan xavi dengan dinginnya


Sheila menampung tangannya di depan xavier," Mana? Saya membutuhkannya sekarang! "ucap sheila mendesak xavier.


"Apa sampai segitunya kamu  membutuhkan uang?" tanya xavier dingin kepada sheila. Xavier ingin mendengar secara langsung jawaban dari sheila. Sekalian xavier ingin tau lebih dalam seberapa matrenya perempuan yang sedang ia hadapi ini.


"Iya. "jawab sheila jujur. Uang satu miliyar yang di janjikan xavier bisa ia gunakan untuk pengobatan mamanya dan bisa secepatnya melakukan oprasi untuk mengganti ginjal mamanya." Say sangat membutuhkannya sekarang, jam, menit dan detik ini juga.! Jadi kau harus membawakannya sekarang!" tegas sheila masih dengan posisinya.


Xavier memandang shila dengan tatapan dingin" Dasar perempuan matre." batin xavi menghujat sheila sangking kesal dengan sikap sheila.


" Saya akan meminta sekretaris saya untuk mengantarkannya kesini, jam, menit dan detik ini juga!" tegas xavi mengulang ucapan sheila.


Xavier merogoh ponselnya lalu menelfon sekretaris pribadinya untuk mengantarkan cek yang sudah ia persiapkan di atas meja kantornya.


Xavier menatap dingin ke arah sheila setelah selesai menelfon dengan sekretarisnya. Namun sheila seolah tak terganggu ataupun takut sedikitpun dengan pandangan xavi kepadanya. Sheila tersenyum sangat bahagia mengingat uang satu miliyar itu akan ia dapatkan segera.


"Sebentar lagi mama akan di oprasi. "batin sheila alangkah senangnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2