Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 80.Cerita?!


__ADS_3

" Rashel....."


" Rashel ini mama dateng bawain kamu sarapan loh sayang! "


" Rashel, kamu masih tidur?"


Teriak helen yang pagi ini berkunjung ke rumah anaknya itu.


"Rashel? "


"Rashel kamu di rumahkan? "panggil helen lagi karna dari tadi ia teriak tidak ada jawaban apapun dari rashel.


Helen meninggalkan makanan bawaannya di atas meja dapur dan mengecek anaknya ke dalam kamar utama.


" Rashel." Panggil helen masuk ke dalam kamar Rashel.


Rintik air terdengar dari dalam kamar mandi, namun walau begitu perasaan helen masih belum tenang ia ingin melihat sendiri bagaimana keadaan anaknya.


"Rashel..." helen mengetuk pintu kamar mandi jika benar anaknya itu di dalam kamar mandi.


"Rashel ini mama sayang. "Helen membuka pintu kamar mandi itu ia melihat westafel yang rashel biarkan menyala


" Rashel.." pangil helen lagi belum melihat keberadaan anaknya.


" Ra... Astaga rashel." histeris helen begitu melihat Rashel yang duduk diam di bawah sower yang menyala.


" Rashel kamu kenapa? "tanya Helen menggerak-gerakkan tubuh anaknya yang masih diam dengan mata yang terlihat sangat sembab.


Helen mematikan syower lalu menyuruh anaknya untuk berdiri" Rashel berdiri sekarang!" ucap Helen, memaksa anaknya untuk bangkit dari sana.


Helen mengambil handuk lalu mengenakannya pada Rashel yang kini semua bajunya telah basah kuyub.


" Sekarang kamu bilang sama mama kenapa kamu mrnganiaya diri kamu seperti ini?" tanya Helen setelah Rashel duduk di sofa yang ada di kamarnya.


Mata rahsel berkaca-kaca melihat mamanya dengan penuh linangan air mata.


"Bilang sama mama Rashel. Kamu ngga pernah sepert ini sebelumnya!" paksa helen.


"Atau jangan - jangan ini karna rico. Rico apain kamu rashel? "tanya helen laginamun tetap didiami oleh rashel. Mulut rashel terlihat bungkam hanya air mata yang menjelaskan bagaimana dirinya saat ini.


" Kalau kamu ngga mau jawab mama akan telfon Rico dan tanyakan pada dia sendiri." ancam Helen yang telah menempelkan ponsel ke telinganya.


" Jangan ma.. Jangan! "mohon rashel memegang erat tangannya sambil menangis tersedu - sedu.


Helen mematikan panggilannya pada Rico. Lalu duduk bersama dengan Rashel. Helen mengelus rambut anaknya.


" Sekarang bilang sama mama kamu kenapa? Ada apa sampai seperti ini?" tanya helen yang juga tidak bisa menahan air matanya.


Rashel membuka gengaman tangannya, melihatkan isi dari dalam genggaman tangannya itu.


Helen mengambil benda pipih panjang tersebut lalu melihatnya. Mata helen berbinar ketika meliahat beda pipih tersebut. "Rashel... Kamu hamil sayang?" tawa haru dari helen pecah saat tau anaknya hamil. Hamil cucu pertamanya.


Helen memeluk anaknya itu dengan perasan yang bahagia. "selamat ya sayang." ucap helen,yang semakin membuat Rashel tertekan.


Rashel menggeleng sambil terus menangis menatap mamanya yang telah melepas pelukannya.


Helen menghapus air mata rashel, "Kamu kenapa harusnya kamu itu senang karna dengan begini rico akan semakin sayang pada kamu." helen memegang perut Rashel. "kamu itu mengandung anak kamu dan Rico, dan sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua." ucap helen.


"Ini bukan anak Rico ma. "ucap Rashel memberanikan dirinya untuk bilangyang sebenarnya pada mamanya itu.

__ADS_1


************


" Mas... Saya berangkat kerja ya." ucap Sheila telah siap dengan pakaian kantornya.


" Sheila..." panggil xavi yang membuat langkah sheila terhenti.


" Mulai sekarang kamu tidak usah bekerja lagi,saya akan mencukupi kebutuhan kamu. "ucap xavi.


'' Saya akan menyuruh daniel untuk mengirimkan surat pengumduran diri kamu ke kantor pak leonard."


Sheila menggeleng, "Setelah kejadian kemarin, mama dan papa tidak mengizinkan kamu untuk bekerja lagi." alasan xavi yang membuat - buat agar sheila tidak membantah.


"Tapi kalau saya berhenti bekerja dari kantor papa saya bagaimana bisa saya membalas semua perbuatan mamatiri saya. Kamu tau kan kalau tujuan awal saya bekerja di sana hanya untuk membalas dendam pada mama tiri saya. "


"Masalah itu biar saya yang mengurusnya untuk kamu." jawab xavi.


Sheila berdecak lalu meletakkan kembali tas kerjanya dan masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian.


"Walaupun saya tidak mencintai kamu tapi saya tidak mau terjadi hal buruk pada kamu sheila. Saya sudah berjanji pada mama kamu untuk menjaga dan membahagiakan kamu. Saya tidak mau mengingkari itu. "batin xavi melihat ke arah pintu toilet.


****************


Hari ini Rico akan kembali meeting dengan papa rashel, rico sangat semangat karna hari ini ia kembali bisa bertemu dengan sheila dan lebih banyak bicara seperti kemarin walau sempat terganggu karna ada Rashel di sana. Tapi sekarang ia jamin jika semuanya akan mulus dan hubungannya dengan sheila perlahan - lahan aku kembali dekat.


"Sheila... Saya datang. "ucap Rico tertawa lepas keluar dari ruangannya untuk segera pergi ke restoran tempat mereka akan meeting.


Di sisi lain leonard dari kemarin tidak tenang karna tidak ada kabar apapun dari sheila tentang alasannya yang sudah dua hari tidak masuk ke kantor. Sheila tidak bisa di hubungi sedikitpun membuat leonard menjadi was - was dan berpikir buruk tentang kondisi sheila.


"Reno kamu sudah mencoba hubungi sheila? "tanya leonard.


" Sudah pak tapi nomornya tidak aktif. Bagaimana dengan xavi apa telfon kamu di angkat?" tanyanya lagi.


" Bagaimana ini, saya jadi hawatir dengan sheila. Reno saya minta kamu hendel meeting saya dengan Rico siang ini ya. Saya ingin memastikan keadaan sheila dulu. "


" Saya titip kantor pada kamu." ucap leonard yang kemudian keluar dari ruangannya untuk menemui sheila.


Reno mengangguk lalu mengambil berkas - berkas meeting dari meja leonard.


************


Rico telah duduk santai di dalam restoran menunggu kehadiran papa mertuanya dengan sheila. Ia datang lebih awal dari waktu yang di janjikan.


"Mana ya, saya sudah tidak sabar meliaht wajah sheila yang jutek tapi selalu memenuhi pikiran saya. "ucap Rico menatap ke jendela restoran


Reno memarkirkan mobilnya di restoran itu kemudian keluar dan masuk kedalam restoran.


" Loh... Kenapa hanya Reno, sheila di mana?" ucap Rico mrmperhatikan orang keluar dari mobil Reno.


" Selamat siang pak, saya sekretaris pak leonard ingin menyelesaikan meetingnya dengan bapak. "ucap Reno yang kemudian duduk di depat Rico.


" Kamu sendirian? ''


" Iya saya sendirian, karna pak leonard ada urusan lain yang harus ia tangani."


" Bagaimana dengan sheila? "


" Sheila sudah tidak masuk kantor selama dua hari ini."


"Dia kenapa?"

__ADS_1


" Maaf pak kalau itu saya kurang tahu, baik kita mulai meeting hari ini ya pak."


Wajah Rico terlohat sangat kecewa, dan tanpa semangat ia mendengarkan rincian demi rincian perencanan dari reno. Sekretaris papanya tanpa sheila.


*****************


Tujuan leonard kali ini adalah rumah qania, karna mungkin saja sheila ada di sini.


" Maaf ada keperluan apa bapak ke sini? "tanya penjaga yang berjaga di depan rumah qania.


" Saya ke sini untuk bertemu dengan qania."


" Apa sebelumnya bapak sudah punya janji dengan ibuk qania?"


Leonard menggeleng," Tapi ini sangat penting, jadi tolong biarkan saya bertemu dengan bos kamu. "


"Maaf pak, saya ditugaskan untuk menjaga ibuk qania dan tidak membolehkan orang lain masuk selain ada janji dengan ibuk qania."


"Tapi ini tentang anaknya, sheila. Saya ingin tahu keadaan sheila. "


"Maaf pak, lebih baik bapak pergi! "


Qania yang sedang memasak dengan ARTnya merasa terganggu dengan keributan yang ada di luar rumahnya.


"Ada apa ya bik? "tanya qania yang berhenti memoting bawang.


" Ngga tau buk, biar saya cek ya buk." ucap ART ity namun di tahan olrh qania.


"Tidak usah biar saya saja yang mengecek sendiri, bibik lanjut masak saja! "ucap qania yang kemudian berjalan menuju pintu depan.


" Tolong berikan saya waktu sebentar saja untuk bertemu dengan qania! "ucap leonard tak ingin pergi dari sana.


" Maaf pak saya di perintahkan oleh pak xavi untuk melarang siapapun bertemu dengan ibuk qania!"


" Tapi ini penting, kamu harus beri izin saya!"


" Tidak bisa pak!" jawabnya lagi.


Sheila yang baru sampai melihat papanya itu yang memaksa untuk masuk kedalam rumah mamanya.


" Kenapa dia ada di sini?"ucap sheila terlihat sangat tidak suka ada leonard di rumah mamanya.


Sheil segera turun dan pergi ke tenpat leonard berdiri.


" Ada apa anda ke sini?" tanya sheila berdiri di belakang papanya.


" Sheila." ucap leonard melihat putrinya dalam keadaan sehat berdiiri di hadapannya. Leonard bersyukur jika hal yang ia hawatirkan tidak terjadi.


Sheila melihat bayangan mamanya dari jendela yang akan membuka pintu. Tanpa bicara apapun sheila langsung menarik tangan leonard dan menyuruh penjaga itu untuk beralasan lain tentang kejadian di depan rumahnya.


"Siapa pak? '' Tanya qania keluar dari rumahnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2