
Helen mengikuti Leonard sampai kedalam rumah sakit.
"Kemana kamu mas? "gumam helen terfokus kemana arah leonard pergi.
Bruk...
Semua peralatan yang di bawa oleh suster terjatuh berserakan saat Helen menabrak suster yang baru saja keluar dari ruangan pasien.
" Maaf sus... Maaf" ucap Helen sembari menolong suster tersebut mengumpulkan barang - barangnya.
"Makannya buk kalau jalan itu hati - hati. "ucap suster tersebut memperingati.
" Iya saya tau tapi saya lagi buru-buru, saya lagi ngikutin...." helen melihat kedepan dan ia tidak menangkap sosok leonard lagi di hadapannya.
Helen menatap kesal ke arah suster tersebut"Kan gara-gara suster saya kehilangan jejak suami saya! "ucap. Helen yang kemudian bergegas menyusul leonard yang entah kemana perginya.
**************
Sheila bersiap - siap menggunakan pakaian kantornya, hari ini adalah hari dimana sheila akan melancarkan rencananya.
Xavi yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran ke arah sheila.
"Kamu mau kemana? "heran xavier berjalan mendekat ke meja rias.
" Kerja" jawab sheila singkat masih fokus dengan make upnya.
"kerja?"Xavie menatap sheila dengan tatapan tidak suka.
" Kenapa kamu bereaksi seperti itu? Bukannya kita sudah membahas ini sebelum pernikahan?. "
" Saya tidak akan bergantung pada kamu, saya akan menghidupi diri saya sendiri." jelas sheila membalas tatapan Xavier.
Xavier memalingkan wajahnya, "Baguslah kalau kamu masih ingat jadi uang saya tidak akan habis karna kamu." ucap xavier mengambil dasinya dari atas tempat tidur.
Xavier melihat sheila dari sudut matanya, "Kamu kira mencari pekerjaan saat ini mudah, saya yakin kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan. Dan ujung-ujungnya sifat matre kamu akan keluar dengan sendirinya." batin Xavier.bahkan sampai detik ini xavier masih sangat yakin jika sheila adalah wanita matre yang gila akan harta dan kekuasaan. Walaupun sudah beberapa kali fakta yang ia lihat tentang sheila tapi tetep saja xavier menganggap sheila masih matre dan suka memoroti pria.
"Liat saja saya akan buktikan pada kamu kalau bisa menghidupi diri saya sendiri. Kamu kira kamu saja yang bisa mencari uang?...... Saya juga bisa. "batin sheila menatap xavier dengan tatapan sangat kesal.
************
" Jadi apa rencana kamu sekarang?" pagi-pagi sekali Rashel menghubungi stiven untuk bertemu dengannya di restoran.
" Saya ngga mau ya terus - terusan di peras dan di ancam sama frans! "
__ADS_1
"Kamu pikir saya mau seperti ini?..... Saya juga sangat kesal dengan penghianatan yang dia lakukan pada saya. "balas Stiven yang sama kacaunya dengan Rashel.
" Ya sudah kalau gitu kamu bertindak dong!... Lakuin sesuatu atau apapun itu yang bisa buat dia ngga berkutik lagi."
Rashel menatap tajam ke arah stiven" Kalau perlu bunuh dia sekalian!" ucap Rashel.
" You crazy?..... Kamu pikir membunuh orang itu hal yang mudah?" Stiven tidak menyangka dengan jalan pikir Rashel yang begitu kriminal.
" Ayo lah stiven ngga usah naif, saya tau kamu jauh lebih kriminal dari saya." ucap Rashel mendekap kedua tangannya.
" Cuma satu - satu cara supaya kita bisa terbebas dari ancaman dia! "sambung Rashel menghasut stiven lebih dalam agar ia mau menjalankan rencananya.
Kalaupun dia mati kita ngga bisa dapetin barang bukti yang di punya.
Rashel tertawa mendengar pembatahan dari stiven," stiven.. Stiven pamtes opa kamu ngga mau nyerahin warisannya ke kamu." stiven mengerutkan keningnya. "apa maksud kamu?... Kenapa kamu membawa-bawa urusan keluarga saya sekarang?" tanya stiven tidak suka dengan cara bicara Rashel.
"Iya melihat cara pikir kamu yang bodoh kayak gini. "jawab Rashel.
"Tidak usah menghina saya kamu jelaskan saja apa rencana kamu yang begitu brilian itu!" sewot Stiven.
"Okey...." Rashel menjelaskan semua rencana kriminalnya itu pada stiven.
****************
Sheila berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan loeongan pekerjaan yang tersedia di kantor papanya itu. "Permisi mbak saya lihat - lihat di sini ada loeongan pekerjaan?" tanya sheila.
"Oh... Iya mbak kita sedang membutuh Office girl. Apa mbaknya mau melamar pekerjaan? "
" Office girl?" Sheila memikirkan lowongan oekerjaan tersebut." Kayaknya ini menarik untuk di jadikan rencana saya selanjutnya."
Sheila melihat ke atas gedung" Kita lihat bagaimana reaksi seorang leonard dirgantar melihat anak yang katanya ia rindukan selama ini menjadi Office girl di kantornya. "batin sheila tersenyum sinis dengan rencananya ini.
" Iya mbak saya mau melamar pekerjaan sebagai Office girl di sini. "
" Yasudah kalau begitu mbak bisa langsung ke ruang HRD yang ada di sebelah sana!" ucap resepsionis tersebut menunjuk ruangan yang ada di sebrang sana.
"Terima kasih mbak. "ucap sheila yang kemudian berjalan menuju ruangan di tunjuk oleh resepsionis tersebut.
Tak berselang lama sheilapun masuk kedalam ruangan tersebut setelah semua antrian selesai.
Sheila tersenyum sopan pada HRD tersebut kemudian duduk di kursi yang telah di sediakan di depan meja HRD tersebut.
Sheila menyerahkan berkas lamaran kerjanya pada HRD tersebut.
__ADS_1
Setelah melihat berkas pekerjaan Sheila HRD itupun melihat sheila"apa kamu sudah pernah bekerja sebelumnya? "tanya HRD itu.
" Sudah buk, saya pernah bekerja di bar sebagai Keamanan di sana. Saya bekerja cukup lama di sana." jawab sheila.
HRD itu membaca berkas lamaran sheila sembari mendengarkan jawaban sheila.
" Yasudah...." HRD itu mengacungkan tangannya ke arah sheila "Selamat kamu di terima bekerja di perusahaan ini." ucap HRD itu.
Sheila menerima salaman tangan HRD itu, "Terimakasih buk... Terimakasih." ucap sheila.
"Iya.... Kamu bisa mulai bekerja mulai besok"ucap HRD itu.
" Baik buk." jawab sheila.
***************
Sheila masuk kedalam rumah xavi dengan wajah yang amat senang, bukan karna ia bisa mendapatkan pekerjaan tapi karna sejauh ini rencananya berjalan dengan lancar.
"Dari mana kamu? "Stela tiba-tiba saja muncul saat sheila baru saja pulang.
" Sheila dari rumah mama oma. "jawab sheila menunduk sopan Pada stela karna mau bagaimanapun Stela adalah istri dari opa xavier.
" Status kamu di sini itu sebagai istri disini jadi seharusnya kamu itu di rumah dan ngurusin urusan dan keperluan suami kamu! "
" Tapi sheila sudah minta izin dengan mas xavi oma dan dia mengizinkan. "jawab sheila yang tidak mau di salahkan karna persoalannya pergi.
" kamu ini kalau di kasih tau tidak usah menjawab. Kamu ngerti sopan santun atau tidak sih? "
" Lagian saya heran ya, kenapa Karina bisa dekat dan sesayang itu pada kamu. Jangan - jangan kamu sudah mengguna-guna mereka semua ya? "tuduh Stela.
Sheila menatap stela dengan tatapan sangat kesal" Maaf oma kalau persoalan mama karina yang kenapa bisa suka dan senang dengan sheila, lebih baik oma tanyakan sendiri pada mama karina! "jawab sheila berusaha untuk tenang, sheila tidak bisa melawan atau membalas perkataan omanya.
" Sheila kekamar dulu oma, permisi!" pamit sheila yang berjalan cepan menuju kamarnya.
" Dasar anak kampung ngga tau diri, bisa - bisanya dia melawan saya. Kamu lihat saja saya tidak akan membiarkan kamu hidup tenang di sini. "gumam Stela memperhatikan punggung Sheila yang perlahan menghilang.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1