Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 20.Dugaan yang salah


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!


Kantor CEO berada di lantai paling atas, resepsionis menuntun sheila sampai ke atas. Ketika sheila keluar dari lift ternya sekretaris xavier telah menunggunya di pintu.


Sekretaris itu tersenyum ke arah sheila, diam-diam ia menatap sheila, "dengan ibuk sheila ya?" tanyanya takut nanti jika ia salah orang.


Sheila mengangguk, mengiyakan pertanyaan sekretaris xavier.


"Jadi ini calon istrinya pak xavier." pikir sekretaris itu yang masih menatap sheila sambil menuntunnya ke ruangan xavier.


Sheila melihat sekeliling perusahaan xavier yang sangat luas dan sangat besar. Perusahan Xavier tak kalah besar dari perusahaan milik papanya. Melihat ini semua sheila semakin yakin jika nanti ia akan bisa membalas semua penghinaan mama tirinya itu.


Tanpa sadar sheila tidak sadr jika saat ini ia telah berdiri di depan ruangan Xavier karna sangking fokusnya sheila melihat perusahaan Xavier. "Silahkan masuk buk, pak xavier telah menungguk ibuk di dalam. "ucap sekretaris itu mempersilahkan sheila masuk kedalam ruangan xavier.


Sheila tersenyum " Makasi mbak." ucap sheila sebelum sekretaris itu kembali ke ruangannya.


Shila membuka pintu ruangan xavier begitu sekretaris itu pergi." Xavier. "Bentak sheila tanpa mengetuk pintu ruangan xavier terlebih dahulu.Sheila tidak peduli jika Xavier memandangnya tidak sopan atau apalah itu tidak penting baginya yang jelas saat ini sheila ingin menanyakan apa yang sudah di bicarakan xavier kepada mamanya sampai-sampai pikiran mamanya bisa berubah seperti itu, apalagi setiap kalimat yang di ucapkan mamany sekarang selalu terselip pujin untuk Xavier. Dan itu semua membuat sheil muak dan kesal karena merasa xavier telah menguasai mamanya.


Pangilan sheila membuat Xavier yang sedang fokus dengan pekerjaannya kaget bukan main, bagaimana tidak suara Sheila yang seperti kaleng rombeng baru saja masuk dan memecahkan gendang telinganya.


Xavier langsung mendongak melihat ke arah pintu, ia tercengang begitu melihat sheila yang berpenampilan sangat feminim dan cantik, iya cantik xavier mengakui jika saat ini sheila sangatlah cantik.


Mata xavier tak lepas dari penampilan sheila yang saat ini terlihat sangat imut dan cantik. shila terlihat sangat cantik memakai dres seperti itu dengan rambut panjang terurai dengan satu jepitan di samping rambutnya.


Biasanya xavier akan menyuruh siapapun yang masuk ke dalam ruangannya keluar jika ia tidak mengetuk pintu dan baru di bolehkan masuk ketika ia telah mengetuk pintu. Namun melihat sheila yang berpenampilan sangat cantik seperti ini membuat xavier tidak bisa menyuruhnya untuk keluar, xavier lebih memilih untuk melupakan kebiasaannya itu.


"Ehem.. "xavier berdehem untuk menyadarkan dirinya.

__ADS_1


" Kamu udah dateng?" ucap xavier dengan canggung mengatakan itu pada sheila.


Sheila mengalihkan tatapannya begitu Mendengar pertanyaan itu. sheila tersadar dari ketertegunanya melihat xavier yang entah kenapa ia merasa jika saat ini ketampanan xavier seratus Kali lipat dari pada saat ia melihat xavier waktu ia menyelamatkan xavier dan pertemuan mereka di rumah sakit.


Di sini sheila melihat xavier bak CEO tampan yang biasa tergambar di dalam komik dan novel yang sering ia baca. Pakaian rapi dengan balutan jas hitam membuat sheila tidak bisa memalingkan tatapannya selain ingin terus melihat xavier. Kalau saja pertemuannya dengan xavier terkesan baik pasti ia akan jatuh cinta pada xavier.


"Astaga apa yang sudah saya pikirkan! ." ucap sheila sadar jika CEO yang ia lihat sekarang bukanlah seperti karakter tokoh CEO tampan yang ia baca di komik dan novel kesukaannya. CEO yang ia lihat saat ini hanyalah CEO bejat yang suka memainkan perempuan dan membangga bangga kekuasaanya.


Sheila berjalan masuk kedalam ruangan xavier, "kamu tau dari mana kalau saya akan dateng ke sini?" tanya sheila yang sedikit heran dengan xavier , sheila menduga jika xavier menyewa mata-mata untuk mengawasinya.


"Mama kamu sendiri yang bilang ke saya kalau kamu ke sini nganterin makan siang untuk saya." jelas xavier tak ingin sheila menduga yang tidak - tidak tentang dirinya.Xavier juga berusah sok sibuk di depan sheila untuk melihat bagaimana taktik yang akan sheila lakukan untuk menggodanya.


" Jadi ini udah di rencanain sama mama, mama apa-apan sih! "batin sheila.


Jawaban xavier membuat sheila menunduk malu, ia bakan sempat mengumpati mamanya yang dengan sengaja memberitahu xavier tanpa berbicara lebih dulu kepadanya.


" Nih!" ucap sheila meletakkan termos makanannya di atas meja xavier dengan sangat tidak lembut.


Xavier terkejut dengn sikap sheila yang sngat tidak sopan apalagi ini di dalam kantornya.


"Kamu bawain saya makanan itu niat atau ngga sih? "kesal Xavier dengan sikap sheila yang masih saja menyebalkan.


" Ngga." jawab shela.


Terus ngapain kamu bawain saya makanan kalo kamu ngga niat" Xavier tidak habis pikir dengan apa yang sheila lakukan saat ini. Lagian tanpa makanan yang di bawa oleh sheila dia juga bisa makandia juga tidak perlu repot-repot menelfon pegainya untuk menuntun sheila ke ruangannya.


"Saya kesini karna paksaan mama saya kalau bukan mama saya yang maksa saya juga ngga mau kesini."

__ADS_1


"Terus mama saya inget sama kamu dan nyuruh saya untuk bawain ini ke kamu biar makanan saya ngga mubazir. "sheila semkin ketus dengan xavier ia menjelaskan itu semua agar Xavier tidak GR dan menduga kalau dia suka dengannya.


FLASHBACK ~~~


Dugaan xavier sebelum sheila datang.


" Saya penasaran cara apa yang bakal dia lakukan untuk menggoda saya s?"


" Hal apa yang akan dia minta kali ini ke saya?''


" Saya yakin setelah dia ngasih makan siang itu ke saya dia pasti akan merayu saya untuk memberikan dia uang seperti takti cewek matre lainnya. "


Ucap xavier menduga-duga taktik yang akan di lakukan sheila kepadanya.


Pemikiran xavier tadi terhadap sheila yang akan menggodanya dan meminta uang ternyata salah besar. Malah sekarang sheila malah bersikap seperti ini dan tidak ada sopan sedikitpun kepadanya.


Shila menatap xavier dengan tatapan jengkel, ia sangat kesal apalagi makanan yang ia masak caoek-capek harus di makan oleh CEO bejat sepertinya rasanya sheila tidak rela. Ia lebih baik membuang atau memberikan kepada orang yang lebih membutuhkan dari pada harus ia kasih pada xavier.


"Saya tidak boleh termakan emosi bisa saja ini salah satu taktik dia untuk mempengaruhi saya."


"Cewek matre seerti dia tidak bisa saya remehkan. Dia punya taktik yang banyak untuk mempengaruhi. "


Xavier tidak ingin mengklaim jika dugaannya tentang sheila tadi salah karna bisa saja hal yang sheila lakukan sekarang adalah salah satu cara sheila untuk memorotinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2