Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 99.siapa yang menyelidiki?


__ADS_3

Brak...


Stiven meletakkan kertas yang ia temukan itu di atas meja ruang tamu rashel. Saat mendapatkan itu, stiven langsung berputar arah untuk menuju rumah rashel.


"Perampok yang kamu suruh untuk membunuh frans saat ini sedang di cari, berita ini tersebar di mana-man sekarang. Besar kemungkinan jika dua perampok ini akan segera tertangkap. "ucao stiven yang terlihat sangat cemas.


Rshel terlihat biasa - biasa saja malahan di sifuasi saat ini rashek masih sempatgsempatnya untuk tersenyum.


Rashel mengambil kertas yang di bawa oleh stiven itu, ia melihat saingbara yang di lakukan untuk menemukan perampok tersebut.


"Kamu lihatkan hadiah uang seratus juta bagi yang menemukan perampok itu. Saya yakin akan banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kedua perampok itu. "ujar stjven lagi.


" Lalu, kalau mereka tertangkap memangnya kenapa?" ucap rashel merobek kertas yang di bawa oleh stiven tersebut.


" Kita juga akan tertangkap."Jawab stiven.


Rashel menaburkan kertas yang ia sobekkan tadi." kamu tenang saja kita tidak akan tertangkap. Saya sudah memikirkan kemungkinan ini jauh sebelum saya memerintahkan mereka untuk membunuh frans. "


" Kalaupun mereka tertangkap mereka tidak akan bisa mengatakan apapun, karna apa? Karna mereka tidak tau siapa kita, mereka tidak tau suara kita, dan yang lebih penting lagi mereka tidak tau bagaimana wajah kita."


" Jadi apa yang kamu hawatirkan?" tanya rashel menaikkan satu alisnya menatap ke arah stiven.


" Tidak ada bukti yang bisa menjebloskan kita ke penjara."


Jadi..." Rashel menarik dasi stiven. "jangan terlihat cemas ataupun takut karna sikap kamu yang seperti ini bisa membuat orang gorang yang menyelidiki ini curiga pada kamu!" tegas Rashel melepas dasi stiven lalu merapikannya kembali.


"Kita harus cari tau siapa orang yang telah ikut capur urusan ini secepatnya, jangan sampai kita mendekati musuh kita sendiri!" ucap rashel.


*************


"Sheila.. "

__ADS_1


" Sheilaaa.."


"Sheila..." suara seorang pria terus terdengar oleh sheila. Suara pria yang terus - terusan memanggilnya dengan lembut.


Kabut putih dan cahaya yang menyilaukan membuat sheila kesulitan mencari siapa orang yang memanggilnya itu.


"Hello... "teriak sheila yang tidak tau harus kemana.


" Sheila anak papa.."


" Sheila cucuku.."


Ucap suara itu lagi, namun saat di cari tidak ada satupun orang yang terlihat oleh sheila.


" Kakek...!"panggil sheila berteriak memastikan jika itu kakeknya.


" Sheila.." dua orang dengan cahaya putih menyilaukan muncul di hadapan sheila. Cahaya yang terpancar dari orang itu menyilaukan mata sheila.


"Papa, kakek kalian kenapa ada di sini?"


Sheila, kakek senang bisa melihat kamu. Kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


"Kakek.... "sheila memeluk kakeknya erat sambil menangis.


" Tidak usah menangis, kamu taukan kakek tidak suka jika kamu menangis.''


Leonard meraih tangan sheila, "sheila, sebelum papa pergi papa mau minta maaf sama kamu."


"Papa ingin pergi dengan tenang, sekali lagi papa minta maaf, papa memang banyak salah pada kamu."


Sheila mengerutkan keningnya, "apa maksud papa?" tanya sheila untuk pertama kalinya ia memanggil leonar dengan panggilan papa.

__ADS_1


Leonard tersenyum, "Papa akan ikut dengan kakek kamu."


Sheila menggeleng yang, "Ngga jangan pa." ucap sheila menahan tangan papanya untuk tidak pergi.


"Sekali lagi papa minta maaf sheila."


''Ngga"


"Ngga"


"Papa. "sheila tersentak dengan peluh yang bercucuran .


Sheila mengusap wajahnya memikirkan mimpinya itu.


" Sheila." sheila kaget saat xavi memegang pundaknya.


Mas." ucap sheila memegang tangan xavi.


"Kamu.....? "sheila langsung memeluk pinggang xavi yang membuat xavi sedikit terkejut.


" Sebentar, biarin kayak gini sebentar aja!" ucap sheila masih memeluk pinggang xavi untuk menenangkan pikirannya.


Xavi mengelus rambut sheila, walaupun ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada sheila.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2