
HAPPY READING GAYS!!!
"Iya tuan, pacar saya sendiri yang bilang saat dia melihat kariawan itu di sini. "jawab Randi bawahannya itu.
Pria itu menyengitkan keningnya menatap bawahannya itu dengan heran" Kenapa dia bisa tau?" tanya Rico, Ya pria yang berwajah cantik itu bernama Rico.
" Pacar saya itu adalah penata rias profesional jadi dia bisa tau walau hanya melihat sekilas." jelasnya lagi.
" waktu itu saya dan pacar saya pergi ke sini dan pacar saya ngga sengaja nabrak perempuan itu, pacar saya bilang kalau dia itu cantik tapi dia memperjelek penampilannya sendiri. "
Rico mengangguk-angguk mendengar penjelasan randi tapi Rico tidak mempedulikan penampilan Sheila ia tertarik pada sheila bukan karna melihat penampilannya. Ada sesuatu yang beda pada sheila yang membuat Rico sangat ingin tau dan dekat dengan sheila.sheila seperti misteri yang ingin ia pecahkan, sampai membuatnya penasaran seperti ini.
*********
Mita dan Sheila berjalan menjauh dari ruangan Rico, Ya rico tunangan kakak tirinya sendiri. Sebenarnya Sheila sudah lama tau tentang Rico karna melihat postingan-postingan kakak tirinya di media sosial. Terlebih dengan acara pertunangan yang sangat meriah waktu itu. Membuat nama rico dan kakaknya itu melambung tinggi dan menjadi trending topik dalam beberapa hari.
Saat sheila melihat kejadian di ruangan itu sheila sedikit terkejut melihat yang bertengkar adalah Rico.
"Buk kok ajakan minumnya tadi ngga di terima sih buk? "tanya mita mengikuti sheila yang berjalan menuju ruangan lain.
" Padahalkan dia ganteng, kaya maco lagi buk." puji mita memanas-manasi sheila.Mita berharap jika Sheila bisa berubah pikiran dan kembali untuk menerima ajakan pria tadi.
" Lagian ya buk cowok yang tadi itu suka deh sama ibuk, dari tatapannya ke ibuk menggambarkan kalo dia tertarik sama ibuk."sambung mita lagi semakin mempengaruhi pikiran sheila.
" Apalagi ketika ibuk ngelerai dia sama cowok yang tadi beuh.." Sheila menggeleng-geleng mendengar cerita bawahannya itu. Entah kenapa ia sampai sesemangat itu menceritakan perihal Rico kepadanya.
"Dia langsung tenang, gayanya langsung berubah jadi santai. Itu tu membuktikan banget kalau dia suka sama ibuk. Buktinya dia cuma bisa tenang cuma sama ibuk."Sheila tidak termakan sedikitpun dengan ocehan mita, ocehannya menjadi lelucon tersendiri untuk sheila.
" Padahal ya buk cewek yang di rebutin sama dia udah nangis-nangis tapi dia tetap aja baku hantam. "
__ADS_1
" Emang ibuk benaran ngga mau sama dia?" tanya Mita setelah sepanjang kali lebar itu ia menceritakal perihal Rico pada sheila.
Sheila berhenti diikuti oleh mita yang juga sama-sama berhenti, sheila menatap mita tajam" Enggak" jawab sheila memasang tampang seriusnya tepat dihadapan mita.
Mita adalah bawahan sheila yang paling cerewet dan sering sekali beroceh seperti ini setiap kali sheila menyelesaikan masalah pertengkaran yang terjadi di bar. Banyak dari mereka yang di tolong oleh sheila mengajak sheila untuk minum atau sekedar ngobrol bersama namun sheila selalu menolak dengan alasan pekerjaan.
"Adalagi yang mau kamu tanyakan? "tanya sheila.
Mita langsung gelagapan mendapati pertanyaan sheila, ia baru sadar dengan siapa ia sedang berbicara." enggak buk. "jawabnya gugup.
Kepribadian sheila yang tegas, jutek dan keras kepala membuat para bawahan dan satu kariwan penjaga di bar tersebut kurang dengan sheila. Apalagi dengan penampilan sheila yang di jelek-jelekkan seperti itu membuat orang-orang memandang sheila sebagai perempuan yang aneh.
Namun Mita berbeda, ia adalah bawahan sheila yang paling dekat dan mau berbicara sepanjang lebar ini kepada sheila tanpa rasa takut sedikitpun. Mita adalah satu-satunya kariawan yang mau berceloteh seperti ini kepada sheila. Mita juga adalah bawahan sheila yang paling patuh padanya, semua pekerjaan yang di berikan sheila selalu di selesaikan dengan cepat dan bagus oleh mita dan karna itulah sheila tidak terlalu menunjukkan sikap jutek, pemarah dan keras kepalanya pada mita.
" Yasudah kembali kamu awasi ruangan pria yang saya suruh tadi!" tegas sheila menyuruh bawahannya itu untuk kembali bekerja.
" Iii.. Iya buk." jawab mita yang langsung pergi menuju ruangan tempat Xavier duduk tadi.
Sheila hanya tersenyum tipis mendengar ocehan bawahannya itu.
**********
Hari telah malam namun mita, bawahannya belum juga melaporkan tentang pergerakan Xavier kepadanya.padahal dari tadi sheila sibuk memikirkan rencana balas dendam untuk Xavier. Kalau seperti ini bagai mana sheila akan membalas dendam dan kekesalan hatinya ini kepada Xavier.
"Kenapa sih tuh cowok ngga ada pergerakan sama sekali.emang dia ngga capek apa duduk terus. "kesal sheila, karna tidak mendapatkan laporan apapun dari mita.
" pokoknya kalau sampai tengah malam belum juga ada pergerakan dari dia, saya sendiri yang bakal turun langsung. "kekeh sheila yang mengumpat sendiri dari tadi.
Tidak lama mitapun mengabari sheila di saat sheila akan mengecek sendiri ke ruangan xavier.
__ADS_1
" Halo buk."ucap mita begitu telfonnya di angkat oleh sheila.
" iya, gimana ada pergerakan? "tanya sheila langsung pada intinya.
" Cowok yang ibuk suruh saya untuk ngawasin tadi dia baru saja keluar dari ruangan. Sepertinya dia mau ke toilet umum buj." jelas mita pada sheila sambil terus memperhatikan pria yang baru saja keluar itu.
" Oke, makasi infonya." ucap sheila mematikan telfonnya.
Sheila tersenyum sinis, akirnya hal yang ia tunggu-tunggu bisa ia balaskan. Sheila berjalan menuju toilet umum sheila berpura-pura patroli di sekitar sana. Sheila tidak mau terburu-buru dan membuatnya ketahuan oleh xavier.walau saat ini sheila berpenampilan jelek tapi tetap saja sheila ingin berhati-hati karna bisa saja xavier mengenalinya.
Sheila mengamati xavier diam-diam dari kejauhan, sheila ingin tahu apa yang ingin di lakukan xavier dan kapan waktu yang tepat untuk sheila balas dendam.
Mata sheila terbelalak begitu melihat seorang gadis cantik dengan pakaian minim masuk ke toilet pria. Walau sheila tidak melihat xavier tapi sheila yakin pasti xavier ke toilet untuk bertemu dan berselingkuh dengan gadis tersebut.
"Dasar pria bejat. "umpat sheila mengutuk Xavier dalam hatinya.
Sheila tidak habis fikir dengan xavier padahal ia sendiri yang bilang jika dia mau menikahi sheila tapi sekarang kenapa bisa-bisanya di berselingkuh di belakangnya disaat dia sedang merencanakan pernikahannya.
"Dasar cowok bejat sialan, liat aja saya bakal ancurin perselingkuhan kamu. "ucap sheila kemudian sheila mengendap-ngendap masuk ke dalam toilet dan mematikan lampu toilet.
" AAAAAAAAA" teriakan dari seorang gadispun terdengar sangat jelas dari dalam.
Sheila mendengar ada seorang pria yang menyuruh gadis tersebut untuk diam dan tenang. Sheila yakin pasti itu adalah xavier.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung