
... Hiks... Hiks... Hiks"tangis Rashel pecah saat hasil tespek tersebut menunjukkan garis dua, positif. Ya rashel positif hamil. Yang sudah jelas ini bukanlah anak Rico tapi Stiven sahabat Rico laki - laki brengsek yang menidurinya malam itu.
"Aaaakkh. Hiks... Hiks... Hikss"tangis Rashel memukul - mukul perutnya. Ia sama srkali tidak mengingankan anak ini. Anak ini akan menjadi kehancuran hidupnya nanti.
************
Sheila masih terdiam di dalam mobil ealaupun ia dan xavi telah sampai di rumah. Ya Di kediamana keluarga alexsander. Sheila menatap nanar ke arah rumah tanpa bicara sedikitpun.
Xavi tau apa yang di rsakan sheila saat ini, pasti ia bingung akan bersikap seperti apa setelah kejadian kemarin pada keluarganya. Xavi menggengamtangan sheila, menatap sheila yang juga menatapnya. Xavi mengangguk mengizyaratkan pada sheila jika ia pasti bisa.
Saat xavi akan membuka pintu mobil sheila menahan tangan xavi, yang membuat xavi melihat ke arah sheila.
"Kita balik ke apartemennya daniel lagi ya! Saya belum siap bertemu dengan keluarga kamu. "ucap sheila terlihat sedikit memohon.
" Kamu tenang saja, semua akan baik - baik saja!" ucap Xavi menyemangati Sheila
" Mulai sekarang saya akan selalu berada di samping kamu!" ucap xavi lagi.
" Karna bukan cuma kamu yang harus saya jaga tapi juga anak yang ada di perut kamu. "batin xavi.
Sheila menyerah," oke saya akan masuk. "ucapnya.
Sheila mrngikuti langkah kaki xavier untuk masuk ke rumhny, rangkulan tangan xavier membuatnya berani untuk terus melangkah. Rangkulan xavier seperti kekuatan tersendiri untuk sheila.mungkin ia telah mulai bergantung dengan xavier? Kenapa ia merasa nyaman dan menurut pada xavi seperti ini. Apa ini yang namanya suka? Atau ia jatuh cinta dengan xavi?.
Karina langsung berdiri begitu melihat mantu dan anaknya telah pulang. Karina menatap sheila dengan penuh penyesalan, tanpa berkata apapun karina langsung memeluk sheila. Sheila mrmbalas pelukan mamanya tanpa berkata apapun juga.
"Maafkan mama sheila, mama tidak bisa mempercayai mantu mama sendiri. Mama minta maaf sayang telah menyakiti kamu. "
__ADS_1
"Sheila ngga papa ma,sheila sudah memaafkan mama. "
Di saat sheila dan karina berpeluka alexsander dan stela datang mrlihat kehadiran sheila dan xavier. Tak beberapa lama stivenpun menyusul.
Sheila melihat ke arah alexsander, ia melepas pelukan karina kemudian berjalan mendekat ke alexsander." Opa makasi karna opa sudah mencari bukti sehingga semua orang bisa percaya lagi pada aku." ucap sheila berdiri di hadapan alexsander.
Alexsander tersenyum kemudian memeluk sheila. "harusnya saya sudah melakukan ini sejak dulu, saya sangat menyesal rasa takut saya dulu membuat kamu dan mama kamu menderita. Saya minta maaf semoga dengan perbuatan saya ini kamu bisa memaafkan saya." batin alexsander masih memeluk sheila.
Stiven dan stela terlihat sangat tidak suka dengan keaadaan saat ini bukan hanya karian dan firman yang suka pada sheila tapi saat ini suaminya alexsander juga sudah ikut - ikutan membela sheila.
Stela menarik tangan anaknya untuk pergi dari sana.
"Bagaimana ini stiven, sekarang papa kamu sudah ikut - ikutan membela dia. Dia sudah memiliki kekuasaan besar di rumah ini sekerang. Bukan tidak mungkin lagi jika papa kamu akna mewariskan perusahaannya pada xavi. "ketus Stela yang terus - terus mendesak anaknya untuk segera menyingkirkan sheila.
" Lalu aku harus bagaimana ma, menggunakan kekerasan? Itu mau mama. Sedangkan cara licik seperti itu saja bisa dengan muda di ungkap oleh papa bagaimana jika aku yang main tangan ma? "jawab stiven yang juga bingung mau menggunakan cara apa agar bisa menyingkirkan sheila.
" Makannya kamu itu mikir stiven, kamu ngga pinginkan harta papa papa kamu di kuasai oleh xavi."
"Dia harus segera pergi dari rumah ini, secepatnya. "gumam stela.
**************
Semalaman mencari berkas - berkas kariawan frnas membuat sandra tanpa sadar tidur di ruangan frans. Sandra melihat foto frans yang terpampang di meja kerjanya.
" sampai saat ini aku bahlan belum bisa percaya kalau kamu sudah tiada bang." ucap Sandra mengusap foto tersebut.
Tok... Tok... Tok
__ADS_1
"Masuk "teriak sandra.
"buk..."seorang kariawan wanita masuk kedalam ruangan sandra membawakan secangkir teh di tangannya.
" Mita? Kamu kemapa masih ada di sini?" tanya Sandra, mita adalah satu - satunya kariawan yang tau jika sandralah yang menggantikan frans untuk mengurus bar milikmya.
Bukan tanpa sengaja mita tau tapi karna dulu mereka sempat bertetangga. Mita mengetahui jika frans dan sandra bersepupu. Walaupun begitu tapi frans dan sandra lebih terlihat seperti saudara.
"Saya sengaja buk karna dari kemarin saya belum lihat ibuk keluar dari ruangan ini. "jawab mita.
" Saya tidak sengaja ketiduran saat melihat berkas kariawan bang frans." jawab dandra melihatlan berkas yang berserakam di atas meja.
" Tapi mita saya ingin tanya, apa benar wanita ini pernah bekerja di sini?" tanya sandra melihatkan CV sheila pada mita.
" Ooo kak sheila."ucap mita yang terlihat sangat mengenal wanita yang di tunjuk sndra." Dia atasan saya waktu itu buk, pekerjaannya sangat bagus bahkan kak sheila juga sangat dekat dengan pak frans. "jawab Mita terlihat sangat antusias membahas sheila.
" Tapi sayangnya kak sheila sudah berhenti dan sekrang di sudah menikah CEO kaya. "jelas Mita yang terlihat sedih setelah membicarakan itu.
" Kamu kenapa mita?" tanya sandra saat melihat raut wajah mita yang tiba - tiba berubah.
" Saya rindu dengan kak sheila buk, dia banyak sekali mengajarkan saya taktik dalam bekerja di sini. Walau sikapnya yang dingin dan kasar tapi tetap saja dia wanita yang baik buk." jelas mita.
"Apa sheila tau sesuatu tentang frans? "pikir sandra setelah mendengar semua cerita Mita.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung