
"Bagaimana penyelidikan kamu tentang orang yang sudah menjebak saya di bar waktu itu. Apa kamu sudah tau siapa orangnya?" tanya xavi dengan raut wajah dinginnya.
Sepulang dari rumah sheila waktu itu Xavier langsung menelfon daniel untuk menyelidiki siapa orang yang sudah menjebaknya dengan memasukkan obat perangsang di minumannya. Xavi juga menyuruh daniel untuk mendata siapa saja yang hadir di acaranya di bar waktu itu.
"Maaf tuan sepertinya semua rencana ini sudah di susun dengan sangat matang sehingga tidak ada jejak apapun yang mereka tinggalkan."jawab daniel.
" Kamu sudah memeriksa CCTV?"
Daniel mengangguk," Sudah tuan,.... Tapi CCTV bar waktu itu sedang rusak jadi apapun yang terjadi pada malam itu tidak terekam. "
" Saya juga sudah mengecek CCTV rumah serta gedung terdekat tapi tetap saja tidak ada."
Xavier berdecak, orang yang sedang ia hadapi saat ini sangatlah licik." kamu harus tetap selidiki ini, info ataupun petujuk apapun itu kamu harus segera beritahu saya! "pinta xavier.
" Baik tuan." jawab daniel.
" Maaf tuan kalau saya lancang tapi saya hanya ingin tau tentang akir dari kejadian malam itu. "Ada sesuatu yang ingin daniel tanyakan pada xavier khususnya soal malam itu.
" Apa maksud kamu?" tanya xavier tidak mengerti dengan maksud daniel berkata seperti itu.
" Apa hasrat tuan tersalurkan pada malam itu?".
Xavier terdiam mendengar pertanyaan Daniel. Tidak ada satu orangpun yang tau tentang kejadian malam itu.
"Apa tuan muda melakukan itu pada nona sheila? Makannya tuan muda mau menikahinya? "tanya Daniel lagi.
Dengan wajah datarnya xavier melirik daniel dari kaca spion." Tidak, untungnya pada malam itu saya bisa mengendalikannya.... Dan soal saya menikahi sheila itu karna permintaannya karna dia sudah menyelamatkan saya dari kejaraan orang - orang itu" jelas xavier.
Daniel mengerutkan keningnya mendengar penjelasan xavier, "Kenapa tuan muda terlihat sangat gugup?" batin daniel.Sembari melirik xavier dari kaca spion mobil.
**************
Para ibu sosialita sedang berkumpul di Restoran mewah tempat biasa mereka melakukan perkumpulan. Helen yang juga tergabung di dalamnya juga ikut berkumpul hari ini di sana.
"Jeng.... "seorang ibu dengan gaya yang sangat elegan namun terkesan manis melambaikan tangannya pada helen.
Helen melihat ke arah wanita itu," Kamu tau tidak jika menantu jeng karina saat ini sangat dekat denganya. Saya saja melihat mereka sudah seperti ibu dan anak karna sangking dekatnya mereka." ucap Widia memberi tahukan kedekatan sheila dan karina saat ia tidak sengaja melihat karina dan sheila berbelanja di mall kemarin.
" Iya saya juga lihat, menantu jeng karina sangat baik dan sopan. Dia juga tidak sombong dan sangat mudah akrab dengan orang lain. "sambung fitri ikut memuji sheila dihadapan helen.
" Iya... Beruntung sekali jeng karina bisa mendapatkan menantu seperti itu. Sudah cantik, baik, ramah lagi." saut maria.
Para ibu - ibu sosialita itu saling sautmenyauti memuji menantu Karina.
Mendengar hal itu membuat helen sangat geram dan kesal mendengarnya," Kenapa anak haram itu malah menjadi pusat perhatian sekarang? Apalagi para ibu - ibuk di sini malam menyukai anak haram itu."
__ADS_1
"Seandainya aku bisa mengatakan sifat asli anak haram itu sekarang pasti mereka ini akan sangat menyesal karna telah memuji anak tidak tau diri itu." batin helen yang ingin sekali membantah semua pujian ibuk - ibuk itu.
Sheila dan karina datang di saat ibu - ibu tersebut sedang sibuk membicarakan mereka.
" Aduh - aduh..... Lagi ngobrolin apa sih sampai seseru ini.?" tanya karina yang baru saja datang.
Sheila dan karina menarik kursi kosong yang ada di meja itu untuk mereka duduki.
"Iniloh jeng kaita-kita ini lagi bahas menantu cantik jeng ini. "jawab widia mengusap bahu sheila yang kebetulan duduk di sebelahnya.
" Waduh bahas apanya nih, saya jadi penasaran nih?" tanya karina.
" Yang baik - baik kok jeng tenang aja." saut fitri.
" Iya,..... ini di lihat-lihat menantu sama mertua makin hari makin lengket aja. Udah kayak prangko ya jeng ya. "ucap fitri sembari tertawa kecil.
Karina ikut tertawa kecil mendenar ucapan temannya itu," jeng ini... Namanya juga menantu satu - satunya jeng. Jadi udah berasa anak sendiri. Apalagi jengkan tau saya ngga punya anak perempuan jadi saya senang sekali bisa punya menantu seperti ini. Saya serasa jadi punya anak perempyan." jelas karina.
"Iya ya jeng apalagi menantunya sebaik dan secantik sheila. Mana ada orang yang ngga suka sama dia." ucap widia.
Helen menatap sheila dengan tatapan tidak suka, melihat sheila yang tersenyum dan berseri - seri saat di puji oleh para rekan - rekan sosialitanya membuat helen semakin panas dan tidak betah berada di sana. Ingin sekali rasanya helen menyuruh anak haram itu untuk pergi dan jauh - jauh dari kehidupannya.
Sheila melirik helen dengan senyum sinisnya, "ngga semua orang suka sama sheila tante. Di dalam kehidupan itukan pasti ada orang yang ngga suka walau sebaik apapun kita tetap saja buruk di mata dia tan." jawab sheila menyindir helen.
"Iyakan tante helen? . "tanya sheila menatap helen penuh ejekan.
"Iya. Namanya juga hidup. "jawab helen singkat.
"Kurang hajar anak ini beraninya dia menyindir saya di hadapan banyak orang seperti ini." batin helen semakin geram pada sheila.
"benar itu jeng, di tambah lagi kalau dia dasarnya sudah benci dengan kuta jadi apapun yang kita lakukan selalu saja salah di mata dia." jawab widia.
"Betul itu jeng... Yang orang - orang kayak gini yang buat toxsic dalam kehidupan. "saut maria.
Helen semakin mengepal tangannya mendengar jawaban dari semua rekan - rekannya yang malah terdengar ikut menyindirnya.
"Tapi semoga aja di sini ngga ada ya tan orang - orang kayak gitu. "
"Ngga ada sheila, disini kami semua senang sekali dengan kamu. Yakan jeng? "tanya Widia yang di angguki oleh semua rekannya.
Sheila tersenyum oenuh kemenangan atas semua pujian yang di lontarkan oleh para teman - teman sosialita mamamertuanya.
" Lihat saja kamu saya akan balas dua kali lipat atas semua sindiran yang kamu lakukan ini. "batin helen menatap sheila yang tertawa dan bersenang - senang bersama rekan - rekannya.
************
__ADS_1
Leonard masih berada di apartemen pribadinya sampai saat ini. Apartemen yang ia beli diam - diam tanpa sepengetahuan helen menjadi tempat berpulangnya saat keadaannya dengan helen sedang kacau seperti saat ini.
"Halo Ren.... "
"Iya pak "
"Saya minta Kamu Cancel semua meeting saya hari ini. Saya ada perlu ke rumah sakit untuk mengecek keadaan saya hari ini."
"Baik pak."
"Dan satu hal lagi jika ada hal penting atau berkas penting kamu langsung saja bawakan ke apartemen saya! "
"Siap pak.. Apa perlu saya antarkan bapak kerumah sakit?" tanya Reno.
"Tidak usah saya sudah suruh salah satu sopir untuk mengantar saya. "jawab leonar yang kemudian menutup telfonnya begitu selesai mendengar jawaban Reno.
Tak lama leonardpun keluar dari apartemennya untuk turun ke bawah dan segera pergi kerumah sakit untuk memeriksa kondisinya.
Di sisilan helen saat ini sudah berada di dalam mobilnya. Dengan wajah yang sangat kesal helen mengendarai mobilnya dengan umpatan serta sumpah serapahnya yang tertuju pada sheila.
"Dasar anak haram kurang hajar. Berani - beraninya dia menyindir aku tadi."
"Lihat saja sheila saat ini kamu boleh merasa menang tapi nanti saya akan menjatuhkan posisi kamu."
"Tidak akan ada lagi pujian yang kamu dapat, semua orang akan membenci kamu. Dan pada saat itu xavi pasti akan menceraikan kamu dan kamu akan kembali menderita. "ucap helen menjabarkan semua angan - angannya
Iiiiiiiiitttttt....
Salipan mobil membuat helen menginjak rem secara mendadak dan memunculkan bunyi yang cukup keras.
" Dasar mobil sialan, dia kira ini jalanan punta dia apa." kesal helen sembari kembali melajukan mobilnya. Tapi di saat itu helen tidak sengaja meligat mobil leonard melaju mendahuluinya.
" Itukan mobilnya mas leonard." ucap Helen yang dengan cepat menyusul mobil tersebut.
" Mau kemana lagi kamu mas, apa jangan - jangan kamu bermain gila lagi dengan pelakor itu?"
"Lihat saja kalau dugaanku benar aku akan habisi dia. "helen mengikutu mobil leonard untuk mengetahuo kemana perginya leonard.
Leonard yang sibuk dengan ponselnta tidak sadar jika ia sedang di ikuti oleh helen dari belakang.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung