Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 107.Rencana jahat


__ADS_3

Stiven menghancurkan benda - benda yang terpajang di kamarnya. Perkataan sheila tadi sepertinya tidak main - main. Jika sheila sampai mengadu pada papa alexsander dia akan hancur, tidak hanya kartu kreditnya yang akan di blokir tapi bisa saja dia akan di usir dari rumah ini.


Stiven melirik jam tanganya, pukul lima sore itu artinya sebentar lagi sheila beserta keluarganya akan pulang.


Stiven menggeleng lalu berlari keluar dari kamarnya.


Stiven mengendarai mobilnya dengan laju yang sangat cepat. Stiven mengendarai mobil menuju rumah Rashel. Stiven memang selalu mengadu apapun soal permasalahannya pada rashel, setiap waktu, hari dan detik ia selalu menceritakan kegelisahannya pada rashel. Semakin hari hubungan mereka berdua semakin dekat di tambah lagi adanya calon anak yang sedang di kandung rashel membuat rashel tak segan untuk meminta bahkan menyuruh stiven untuk melakukan apapun keinginannya. Rashel lebih senang menyuruh stiven di banding dengan Rico yang selalu saja menyibukkan diri di kantor. Stiven selalu ada di dekatnya sedangkan rico yang jelas gjelas suami sahnya sering kali meningkalkan rashel walaupun rashel sudah dalm keadaan hamil besar sekarang.


Walaupun tidak sedingin dulu dan sudah mulai perhatian padanya tapi tetap saja rasa cinta yang tulus dengan yang di paksakan itu beda. Rico hanya menyayagi anak yang di kandung dalam perut rashel karna ia mengira jika anak itu adalah anaknya. Hati Rico masih belum terbuka untuk rashel.


Rico memang tidak mengejar Sheila lagi , cintanya pada sheila sepertinya sudah kandas saat ia melihat sheila menumpahkan semua kesedihannya di bahu Xavi enam bulan yang lalu. Tidak ada pertemuan ataupun chat yang di lakukan Rico pada sheila.

__ADS_1


Keputusan rico itu di sambut bahagia oleh Rashel, rashel berharap dengan begitu pelan - pelan rico bisa mencintainya. Namun harapan hanya tinggal harapan enam bulan berlalu tapi rico masih bersikap sama tidak ada hal romantis yang di lakukan rico kepadanya. Setiap kali Rico pulang rico hanya bertanya soal bayi yang ada di kandungan rashel. Jika ada pemeriksaan kandungan barulah Rico dan rashel jalan berdua. Vitamin, susu serta pola makan yang baik selalu di ingatkan oleh rico setiap jam makan agar bayinya tumbuh dengan sehat dan kuat. Semua perhatian itu hanya untuk calon bayinya bukan untuk rashel.


Hal ini yang membuat Rashel lebih nyaman bila dekat bahkan tak segan menyuruh stiven ini dan itu, waktu kehamilannya lebih banyak di habiskan dengan stiven di bandingkan dengan Rico yang super sibuk mengurusi kantornya.


Stiven menghampiri rashel yang sedang menikmati sinar matahari sore di depan rumahnya.


"Rashel... Kamu harus bantu aku sekarang! "stiven menatap mata rashel penuh permohonan.


" Sheila akan mengadukan semua perbuatan kasar aku pada papa, kalau itu sampai terjadi papa pasti akan sangat marah besar dan mengusir aku dari rumah." stiven terlihat ketakutan, stiven mencemaskan nasibnya jika ia sampai di usir.


"Ternyata anak haram itu masih sangat angkuh dan sombong. Jika kata - kata kasar tidak membuatnya pergi maka kita harus membuatnya pergi dengan tangan kita sendiri."

__ADS_1


"Kita singkirkan dia." sambung rashel yang sangat muak dan ingin sekali menyingkirkan sheila namun selalu tertahan karna adanya xavi sebagai kekuatan dan pelindung bgi sheila.


'' Kita membunuh dia? "tanya Stiven menerka rencana rashel.


Rashel hanya mentap stivem tanpa menjawab pertanyaannya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2