Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 84.rencana gila


__ADS_3

Rashel masuk kedalam kamar sambil membawakan susu panas kedalam kamar.


" Sayang.." ucap Rashel mengunci pintu kamar.


Rashel berjalan ke arah Rico lalu memberikan susu panas yang ia buat pada Rico. "Aku buatin kamu susu panas, diminum ya!" ucap Rashel yang hanya di angguki oleh Rico.


Rashel mendekat ingin mencium Rico namun Rico malah menghindar dan menyuruh Rashel untuk menjauh.


"Saya lagi kerja, mau fokus! "bentak Rico.


Rashel mendengus lalu berjalan menuju toilet.


" Sekarang kamu bisa menolak tapi kita lihat nanti, apa kamu bisa menolak setelah kamu meminum susu panas itu?" ucap Rashel menatap dirinya di dalam cermin toilet.


Rashel keluar dari toilet, Rashel mengunci pintu toilet dan menyembunyikan kunci tersebut.


Rashel melihat susu panas itu yang saat ini telah tinggal setengah." Bagus sebentar lagi obat itu akan bereaksi." batin Rashel tersenyum sinis.


Rashel naik ke atas ranjang lalu bergelayutan di tangan rico yang saat ini masih bekerja. "Sayang.... Kerjanya udahan ya. Mending kita mesra - mesraan!" ucap Rashel dengan manjanya.


Rico mengibaskan tangannya, menyuruh rashel untuk menyingkir.


"Kamu tidak lihat kalau saya itu kerja. "bentak Rico kembali fokus pada leptopnya.


Rashel sedikit menjauh, ia bersender sembari terus memperhatikan Rico yang masih sibuk dengan leptopnya.


Tak berapa lama Rico terlihat gelisah, ia seperti orang kepanasan. Rico mengibas - ngibaskan pakaiannya.


Rico kembali meminus susu panas teraebut sampai habis.


"Ini kenapa sih, AC mati ya? "tanya Rico namun tidak di jawab oleh rashel.


Rico berdiri kemudian membuka kemejanya karna merasa sangat kegerahan.


" Ini kenapa udaranya panas banget sih?" umpat Rico menaikkan suhu AC.

__ADS_1


" Sepertinya obat itu sudah bereaksi," batin rashel berjalan mendekati rico.


"Kamu kenapa sih mas?" ucap rashel memegang bahu Rico.


Jantung Rico berdegub sangat kencang saat Rashel mendekat ke arahnya,


"Rashel.... "ucap nico hendak mencium Rashel namun segera ia tepis.


" Saya harus ke toilet. '' ucap Rico berjalan menjauh dari rashel.


"Kamu tidak akan bisa masuk ke toilet mas. Aku lebih cerdas dari pada kamu." ucap Rashel.


"Kita akan berdua terkurung dari kamar ini, hanya berdua. "batin Rashel melihat Rico yang tidak bisa membuka pintu toilet.


" Ini kenapa?, Rashel dimana kunci toilet."


" Aku ngga tau mas." jawab Rashel.


Rico beralih untuk membuka pintu kamar namun tetap tidak bisa." Kenapa kedua pintu ini tidak bisa di buka?" ucap Rico yang sudah sangat gelisah.


"Sudahlah mas mungkin ini saatnya kita melakukan yang seharusnya di lakukan oleh sepasang suami istri. "ucap Rashel.


Rashel menarik tangan Rico untuk untuk naik ke atas kasur.


"Ini sudah saatnya mas. "ucap Rashel mendorong tubuh Rico hinga jatuh ke atas kasur.


Rashel melayangkan ciuman bertubi - tubi pada Rico sampai Rico membalasnya.


Malam itu semua rencana Rashel berjalan dengan lancar, Rashel yakin jika anak yang di kandungnya ini akan bisa ia akui sebagai anak Rico.


******************


Sheila memandang wajah Xavier yang masih teridur lelap. Wajah Xavi sangat damai untuk ia pandang. Melihat xavi seperti ini sheila menjadi ingat dengan semua perbuatan baik xavi kepada. Walau terkesan dingin dan arogan tapi di balik itu xavi ternyata sangat jauh berbeda.


Sheila baru sadar jika akir - akir ini xavi sangat banyak bicara dari pada biasanya, sikap dinginnya juga perlahan glahan hilang. Sheila tidak tau kenapa xavi bisa berubah seperti itu.

__ADS_1


Sheila memegang beberapa helai rambut xavi yang jatuh di atas wajahnya. "kamu itu sangat tampan, kamu juga sebenarnya baik ya.... walaupun sedikit menyebalkan." batin sheila masih memandangi xavier.


"Terima kasih sudah membalaskan dendam saya pada nenek lampir walau belum semuanya tapi setidaknya saya merasa senang. "bisik sheila saat xavi masih tertidur.


" Saya tunggu pembalasan lain dari kamu." ucap sheila yang kemudian turun dari tempat tidur.


Xavier membuka matanya melihat sheila yang telah masuk kedalam toilet. Xavier tersenyum melihat ke arah toilet.


*************


"Ibuk istirahat yang cukup, minum obat yang teratur. Dengan itu kondisi ibuk akan segera membaik.." ucap casandra tersenyum pda pasienya.


"Iya buk dokter, saya akan minum obat yang teratur biar saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga saya lagi." ucap lansia itu.


"Iya semoga ibuk cepat sembuh ya. "ucap sandra mengelus tangan ibuk tersebut.


" Iya dok. "


" Kalau begitu saya pamit dulu ya buk." ucap sandra yang kemudian keluar dari ruang rawat.


" Sus nanti tolong rekamedis ibuk itu di tarok di atas meja saya ya!" ucap sandra.


Rico yang terburu-buru tidak sengaja menabrak sandra yang sedang berbicara dengan suster.


" Aaakkkhh..." rintih sandra saat tangannya terbentur pada lantai.


"Maaf dok... Maaf, saya tidak sengaja." ucap Rico membantu dokter tersebut.


"Iya... Iya saya ngga papa. "ucap sandra menerima uluran tangan pria tersebut.


" Makasi..." sandra terkejut saat melihat pria yang menabraknya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2