
" Sandra...." teriak stela begitu melihat wanita yang di bawa oleh anaknya itu.
Stela langsung berdiri dan memeluk sandra dengan sangat erat,Begitupun dengan Karina yang juga memeluk sandra bergantian dengan stela.
"Kamu kapan pulang sayang? "tanya stela.
" kemaren bun. "jawab sandra.sandra memang memanggil mama stiven dengan panggilan bunda sedangkan pada mama xavi sandra memanggil mama. Panggilan itu di buat oleh xavi saat mereka masih sma dulu. Xavi melihat sandra yang sangat kesulitan memnggil kedua orangtuanya dan stiven, jadilah xavi memberi usul supaya sandra memanggil kedua orang tuanya itu dengan sebutan bunda dan mama.
" kamu gimana sehatkan, kerjaan kamu di sana bagaimana?" tanya karina yang terlihat sangat senang dengan kehadiran sandra. Memang dulu sandra dan karina sangat dekat bahkan setiap karina berbelanja pasti sandra selalu di ajak oleh karina untuk menemaninya.
Sehat ma, kerjaan sandra di sana juga aman bahkan sekarang sandra bakal kerja di jakarta. "
" Hah kamu serius sayang?" pekik Stela begitu mendengar kabar baik tersebut.
" Iya bun, mulai sekarang sandra akan stay di jakarta." jawab sandra yang semakin membuat kedua orang tua itu senang.
Sheila terlihat sangat heran sekaligus penasaran dengan wanita yang di bawa oleh stiven itu. Kedekatan antara oma serta mamanya dengan wanita itu membuat sheila jadi menebak - nebak kalau itu mungkin adalah salah satu bagian keluarga alexsander.
Sheila melihat ke arah xavi bermaksud untuk menanyakan siapa wanita itu, tapi tatapan xavi pada wanita itu sangat sulit untuk sheila artikan. Xavi bahkan tidak berkedip sekalipun melihat wanita itu.
"Siapa sebenarnya wanita itu? "batin sheila.
" Sheila, xavi, sini. Ini ada sandra! "panggil karina.
Xavi dan sheilapun mendekat ke sana.
Sandra tersenyum ke arah xavi lalu iapun reflek memeluk xavi. Xavi terkejut dengan oelukan sandra namun mau bagaimanapun ia juga sangat merindukan gadis yang memeluknya itu.
" Aku kangen banget sama kamu er. "ucap sandra.
Entah kenapa sheila merasa sangat tidak suka melihat kedekatan antara xavier dan wanita yang bernama sandra itu. Pelukan antara sandra dan xavier membuat sheila merasa sangat kesal sekaligus sakit hati.
Sandra melepas pelukannya kemudian tersenyum bahagia melihat xavier. Xavier hanya menatao datar ke arah sandra.
"Sandra kenalin ini sheila, istri xavi. "ucap karina memperkenalkan sheila pada sandra.
Sandra sangat kaget begitu karina menyebutkan jika wanita yang ia lihat di pemakaman frans tadi ternyata adalah istri xavi.
" jadi xavi sudah punya istri? "ucap sandra yang merasa sangat sedih.
Sheilapun tersenyum ke arah sandra sembari mengacungkan tangannya." Kenalin saya sheila istri sahnya mas xavi. "ucap sheila penuh penekan. Entah kenapa ia sebegitunya padahal ini hanyalah pernikahan sementara antaranya dan xavi.
Gelagat Sandra langsung berubah, senyum ceria dan tawa bahagianya seketika lenyap di wajahnya," aku sandra, sahabatnya er dan en. "ucap sandra menerima salam dari sheila.
Sheila mengangguk kemudian menggandeng tangan xavi.
__ADS_1
" Ma.." ucap sheila beralih menatap mama mertuanya.
" Iya sheila..." jawab karina.
" sebenernya ada yang mau aku sampein ke mama. "
" Apa itu sheila?"
Sheila melihat ke arah xavi, ekspresi xavi masih sama datar dan bengis,tidak biasanya xavier memasang wajah tersebut di depan keluarganya.
"Ini xavi kenapa sih, bukannya bantu jawab tapi malah diam kayak patung." kesal sheila. Padahal jelas - jelas tadi xavi yang menariknya keluar untuk bicara dengan mamanya tapi sekarang ia malah berubah dan terlihat tidak peduli dengan polemik yang di hadapinya saat ini.
" Sheila?" ucap karina semakin oenasaran dengan apa yang ingin menantunya itu sampaikan.
"Iya ma, jadi....."
"Tunggu - tunggu kamu kenapa berpakaian seperti ini. Kamu mau ke kantor sheila? "heran karina melihat pakaian sheila.
" Ouh... Kamu tidak tau kalau menantu kesayangan kamu ini kerja. Malu - maluin keluarga." ucap stela yang tiba-tiba memotong pembicaraan.
'' kamu beneran kerja sheila?" tanya karina.
"Jawab,jangan diam saja kamu!" ucap stela
"Ini xavi beneran ngga bela saya sama sekali?" kesal sheila menatap mamanya dan xavi bergantian.
"Hmmm... Jadi gini ma. "ucap sheila yang merasa sangat gugup menjelaskan ini semua pada mamanya.
" Xavi yang suruh sheila untuk kerja ma. Sheila bekerja di kantor papanya. Xavi sengaja menyuruh itu supaya sheila dan papanya busa memperbaiki hubungan mereka yang terkesan tidak baik selama ini. "jawab xavi dengan lantang.
" Ooooo gitu.... Mama bangga loh sama ide kamu xavi. Kamu berusaha untuk memperbaiki hubungan sheila dan papanya. Kalau gitu mama setuju bahkan sangat... Setuju."
" Dengan sheila bekerja dia juga bisa belajar untuk tidak bergantung pada suami. Tujuan suami kamu baik sheila, mama ngga masalah kamu bekerja, tapi.... Inget status kamu itu istri di sini jadi jangan karna kamu bekerja kamu jadi lupa dengan suami kamu! "ucap karina mengingatkan.
" Kenapa karina malah mendukung bukannya melarang atau memarahi sheila tapi dia malah terlihat sangat senang dengan keputusan anaknya." batin stela yang sangat tidak suka dengan reaksi karina. Padahal stela sangat berharap jika ini bisa menjadi keributan antara karina dan sheila.
Entah apa yang sandra rasakan saat ini, ia merasa sangat sedih juga kecewa," Kelihatannya mama karina sangat sayang dengan sheila." batin sandra.
Stiven melihat ke arah sandra yang daribtadinmemperhatikan xavi juga sheila, "sepertinya sandra sangat kecewa mendengar kabar xavi yang sudah menikah." batin stiven melihat raut wajah sandra yang terlihat sangat sedih.
Sheila tersenyum ke arah karina, "makasi ya ma, mama udah bolehin aku kerja." ucap sheila.
Iya sayang. "ucap karina yang mengahampiri sheila kemudian memeluk menantunya itu.
" Kamu jangan capek - capek kalo kerja. Kamu harus jaga kesehatan kamu. Mama ngga mau kamu sampai sakit!" ucap karina.
__ADS_1
" Iya ma,sekali lagi makasi ya ma."
" Iya sayang." ucap karina melepas pelukannya.
Sheila mengangguk kemudian berpamitan dengan karina," yaudah kalau gitu sheila berangkat kerja dulu ya ma. "pamit sheila.
" Hati - hati ya sangang."
" Iya ma. "
Sheilapun berpamitan pada semua orang yanga ada di sana kemudian berjalan keluar.
" Xavi kamu ngga anterin istri kamu? "
"Sheila ngga mau aku anterin ma, sheila mau berangkat sama supir.katanya dia ngga mau ganggu waktu libur aku" jelas xavi yang diangguki oleh karina
"Yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma. "pamit xavi.
Sandra memperhatikan punggung xavi yang perlahan lenyap dari pandangannya," Sampai sekarng aku masih ngga ngerti er kenapa kamu bersikap sedingin ini ke aku. "batin sandra.
Di sisi lain stiven ikut keluar saat sheila keluar dari rumah.Stiven menghadang sheila di dekat garasi mobil.
" Kamu ngga usah ngerasa senang dulu," ucap stiven.
Sheila menatap stiven dengan tajam," apa maksud kamu?" tanya sheila yang tidak mengerti dengan maksud stiven.
"Ngga usah pura - pura begok, jangan belagu cuma karna mbak karina ngedukung kamu."
Stiven mengitari sheila, "Kamu lihat sedekat apa mbak karina dengan sandra. Bahkan kalau di bandingkan dengan kamu, kamu itu ngga ada apa-apanya di bandingkan dengan sandra."
Sheila semakin menatap tajam ke arah stiven.
"Cepat atau lambat kamu juga akan tersingkir. Dan status nyonya CEO kamu juga akan lenyap."
"Saya kasih tau sama kamu," Stiven mendekatkan mulutnya ke telinga sheila"sandra itu cinta pertamanya xavi. "
" Persiapin diri kamu sebelum kamu nangis bombay. " ucap stiven menepuk pundak sheila dua kali sebelum ia pergi.
..
.
.
Bersambung
__ADS_1