
"Suaranya terdengar sangat cool, apakah dia sangat tampan sampai kamu memutuskan untuk bertunangan dengannya tanpa memberitahu mama? "
Sheila tersenyum, "Akkkhhh.... Sheila tidak hanya melihat ketampanannya, tapi sheila juga melihat dari hatinya yang sangat baik dan memeprlakukan sheila seperti ratu." jawab Sheila.
Sheila memalingkan wajahnya, sheila memutar mata melasnya meledeki ucapannya sendiri. Akkkh... Bagaimana mungkin ia bisa memuji laki - laki brengsek seperti xavi sampai seperti itu? Ah kenapa mulutnya begitu baik sampai memuji pria itu terlalu berlebihan.
Mama senang kamu bisa mendapatkan pria yang sempurna seperti itu, dengan begitu mama bisa tenang jika nanti mama sudah tiada.
"Ma...!"
"Mama tidak sabar ingin bertemu dengan calon menantu mama. Kamu segera membawa dia ke mama ya. Mama ingin berterima kasih karna sudah memberi mama fasilitas semewah ini. "
"Sheila akan membawa dia pada mama kalau dia sudah tidak sibuk, lagi pula dia juga sangat ingin menemui mama."
Qania mengangguk - angguk, raut wajah qania terlihat sangat bahagia. Bagaimana nantinya jika qania tau apa yang sudah di lakukan xavi kepadanya sampai ia mau menerima pernikahan tanpa rasa cinta seperti ini.
Mama sangat penasaran kapan kamu melakukan pertunangan dengan dia? "
Sheila kaget dengan pertanyaan mamanya itu, bagaimana mungkin ia bisa menjawab tepat tentang tangal tunangan hayalan yang ia buat - buat sendiri itu.
" Itu... Akkhh Sheila juga lupa soal itu ma, sheila akan menanyakannya nanti pada xavi." ucap Sheila beralasan.
"Hah? Kamu melupakan hari yang sangat bahagia seperti itu?"
"Akkkh... Mamakan tau Sheila sangat Pelupa, karna sibuk bekerja Sheila jadi melupakan hari yang sangat bahagia di dalam hidup sheila."
"Sheila benar - benar masing mengingat dengan jelas betapa bahagianya sheila waktu itu. Tapi Sheila malah melupakan tangal yang seharusnya selalu sheila ingat."
Qania mengangguk, qania sangat percaya dengan putrinya itu. "apa kamu sangat mencintainya?"
__ADS_1
Sheila mengangguk, "Sheila sangat mencintai xavi ma."
"Syukurlah kamu sudah menemukan jodoh terbaikmu. Mama sangat bahagia jika kamu juga merasa bahagia."
Sheila tersenyum, "Sheila akan lebih bahagia jika mama sembuh"
"Kalaupun mama tidak sembuh kamu harus janji sama mama, kamu harus tetap sebahagia ini. Jangan merusak kebahagian kamu hanya karna mama tidak ada. "
Manamungkin sheila bisa sebahagia ini jika mama tidak ada. Mama segalanya di hidup Sheila.
"Jadikan xavi segalanya untuk kamu agar kebahagian kamu tidak berkurang sedikitpun jika mama sudah tiada."
"Kasih sayang aku ke mama sama xavi beda ma, itu satu hal yang ngga akan bisa aku pindah - pindahin kayak barang."
"Aku mau mama terus kuat, dan sehat!. Mama harus sembuh untuk aku! "
"Mama tidak bisa menjanjikan hal yang di luar kuasa mama. Mau bagaimanapun kamu harus siap jika itu terjadi."
Mama tidak bermaksud membuat kamu sedih, mama hanya ingin kamu berjanji akan menjalankan hidup yang baik jika mama sudah tiada nanti. "
Sudah ma, aku tidak ingin mendengarkannya lagi. Aku akan bahagia jika kita terus bersama - sama.
***********
Sheila telah sampai di bar tempat ia bekerja. Ya sheila bekerja di bar tapi bukan menjadi perempuan murahan yang bekerja sebagai penghibur dan menemani pelanggan. Tapi di sini sheila bekerja sebagai pengawal, penjaga ke amanan bar.
Sheila berganti pakaian menjadi seragam kerjanya. Tapi sebelum ia kerja sheila merias wajahnya menjadi jelek terlebih dahulu. Itu semua ia lakukan agar ia tidak di ganggu oleh para pengunjung bar.Dan juga ia tidak mau orabggorang tau identitasnya.
Setelah selesai merias wajahnya sheila pun pergi untuk berpatroli, melihat ke adaan sekitar . Di saat itulah sheila tidak sengaja melihat Xavier ada di bar tempat ia bekerja.
__ADS_1
"Itu dia, CEO bejat tukang fitnah nyebelin banget. "hujat sheila masih kesal dengan perkataan xavier pada mamanya. Bisa- bisanya dia membolak balikkan fakta pada mamanya sampai membuat mamanya tega mengusirnya dari dalam ruangan.
" Ta... Mita!" sheila memanggil salah satu anak buahnya.
" Iya buk." ucapnya menghampiri sheila.
"Sekarang juga kamu awasin laki-laki itu. '' shila menunjuk ruangan tempat xavier duduk sekarang.
" Baik buk." ucapnya menuruti perintah sheila.
" Jika terjadi sesuatu atau pergerakan apapun kamu harus langsung lapor ke saya.! "tambah sheila.
Bawahan sheila mengangguk kemudian menjalankan perintah sheila.
Sheilapun beranjak dari sana ia kembali berpatroli sambil terus memikirkan rencana untuk membalas perbuatan Xavier kepadanya.
" Pokoknya saya harus balas perbuatan CEO bejat itu. Apapun caranya ia harus dapet balesannya! "tekad sheila yang masih belum puas jika xavier tidak mendapatkan balasan darinya.
Drett... Dretttt.... Dretttt
Deringan ponselnya membuat semua pikiran sheila buyar.sheila melihat orang yang menelfonnya dan ternyata itu adalah mita bawahan yang ia suruh untuk mengawasi xavier. Sheila langsung mengangkat telfon mita ia berharap jika pria tersebut bermasalah agar ia bisa membalaskan dendamnya.
"Halo kenapa mit? "tanya sheila langsung pada intinya.
" Ini buk di ruangan 02 ada yang lagi berantem. "lapor mita pada sheila.nada bicaranya sangat panik sepertinya situasi di sana sangat genting saat ini.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung