Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 46.terabaikan


__ADS_3

Sheila berjalan mendekat ke arah tirai yang berada di samping mamanya, Sheila ingin memastikan apa dugaannya benar.sheila memegang tirai tersebut dan perlahan-lahan membukanya.


"Sheila. "panggilan itu membuat sheila berhenti membuka tirai dan melihat ke arah orang yang memanggilnya.


" Xavier?" ucap sheila mengerutkan keningnya karna xavi terlihat ngos-ngosan.


Sheila melepaskan tirai itu dan berjalan menghampiri Xavier," Kamu kenapa? "tanya sheila.


" Maaf saya terlambat. "ucap Xavier sembari memegang tangan sheila.


" Saya juga minta maaf karna saya tidak bisa menemani kamu. "Xavier mengelus puncak kepala sheila.


Sheila semakin mengerutkan keningnya," Kenapa dia bersikap manis seperti ini? "batin sheila.


Di sisi lain suster datang mengemasi pecahan gelas yang tidak sengaja di senggol oleh leonard. Beberapa suster juga datang untuk memindahkan leonard ke kamar inap.


" Gimana oprasi mama, sayang?" tanya xavier pada sheila,dengan mengambil sayang pada sheila.


Mendengar itu Rico malah semakin panas di buatnya, Rico malah merasa jika dia tidak di anggap ada di sini. Bisa - bisanya xavier bersikap manis dan romantis di depannya bersama sheila.


" Sayang? " batin sheila lagi, sheila menaikkan satu alisnya sembari menatap xavi.


Xavi menggerak-gerakkan matanya mengerah pada Rico, sheila yang tau maksud xavipun mengangguk dan menjawab pertanyaan Xavier.


" Oprasi mama berjalan dengan lancar sayang, dan itu semua berkad kamu. Berkad semua dokter profesional yang kamu perintahkan untuk mengoprasi mama. "ucap sheila sembari membalas panggilan sayang dari xavi.


Xavi tersenyum kemudian memeluk sheila sembari mengelus untaian rambut sheila.


" Iya sama-sama sayang," ucap xavi masih dalam berpelukan.


" Sialan, Xavi sengaja memanas - manasi saya di sini." umpat Rico yang sangat tidak suka melihat kemesraan xavi dan sheila seperti ini.


Rico akirnya pergi dari ruanga oprasi dengan sendirinya karna Rico tidak tahan melihat semua kemesran mereka.


Sheila mendorong tubuh xavier begitu Rico telah keluar dari ruangan.


"sok romantis." gumam sheila yang kemudian kembali terfokus pada kondisi mamanya.


************


"Rashel kamu tunggu di sini dulu ya biar tante suruh bibik untuk membuat minuman. "ucap tari, mama Rico yang di angguki oleh Rashel.


Rashel memandangi langit - langit rumah Rico, Rashel tidak menyerah begitu saja untuk membuat hubungannya membaik dengan rico.


" Kita ngga akan bubar begitu saja ric, apa lagi itu karna anak haram itu. Saya pastikan kita akan menikah." batin Rashel.

__ADS_1


Tari kembali menemani Rashel ke ruang tamu di ikuti oleh bibik yang membawakan minuman serta makanan ringan.


"Jadi kenapa sayang, tumben kamu dateng ke sini?" tanya Tari.


Rashel tersenyum, "Ngga ada apa - ap kok tan Rashel cuma mau ketemu tante aja."


Tari menaikkan kedua alisnya, "Masa sih, kok tante ngga percaya. Pasti hubungan kamu sama Rico lagi kenapa - napa ya?" tebak Tari.


"Sebenarnya hubungan Rashel sama Rico saat ini emang lagi renggang tante. Ada wanita yang menggoda Rico sampai Rico tega bilang kalau dia ngga cinta sama Raahel." jelas Rashel sembari bersedih di depan tari.


"Wanita, siapa wanita itu? "tanya Tari yang tidak terima hubungan Rashel dan Rico kandas gara-gara wanita penggoda itu.


" Namanya Sheila tante, Sekrang ini dia lagi balok - balik rumah sakit karna ibunya yang lagi sakit gagal ginjal."


" Dia sebenarnya juga sudah mempunyai tunangan tante, Dan tunangannya itu Xavier Alexander keponakan Stiven tapi ngga tau kenapa dia masih menggoda Rico tante"Rashel mengeluarkan air mata bersikap seolah-olah menjadi wanita yang paling tersakiti di depan Tari.


"Dasar wanita Ngga bener," hujat Tari yang geram setelah mendengar penjeasan rashel.


Rashel membuka ponselnya dan menunjukkan foto sheila pada Tari.


"Ini dia orangnya tan. "ucap Rashel sembari menepis air matanya.


Tari merangkul rashel sembari menenangkan rashel.


" Kamu tenang saja sayang perempuan ini tidak akan bisa merusak hubungan kalian."ucap Tari mengelus lengan Rashel.


Rashel terswnyum oenuh kemenangan mendengar perkataan Calon mertuanya itu.


"Makasih tan, tante memang selalu bisa ngertiin aku. "


"Sama-sam sayang. "ucap Tari sembari memeluk Rashel.


*************


Reno asiaten pribadinya leonard datang membawakan keperluan leonard selama di rumah sakit.


" Saya mau kamu merahasiakan ini, jangan sampai ada yang tau jika saya berada di sini!" ucap leo yang masih terbaring lemah di atas brankar.


"Baik pak. "jawab Reno. Reno adalah asisten pribadi Leonard, dia adalah orang yang paling di percaya oleh leonard.


" Kamu urus semua urusan kantor selama saya ada di sini"


"Dan satu hal lagi jangan sampai istri saya tau kalau saya ada di sini. Perketat keamanan dan selalu waspada saya tidak mau orang lain tau keberadaan saya. "sambung Leonardyang diangguki oleh Reno.


Leonard menatap langit-langit rumah sakit," Semoga dengan ini saya bisa menebus semua kesalahan saya pada kamu qania. "batin leonard.

__ADS_1


*************


Xavier dan Sheila saat ini telah berada di dalam ruang inap. Karna qania baru saja di pindahkan dari ruang oprasi.


Dokter bilang jika qania sudah berhasil melewati masa kritisnya dan mungkin tidak lama lagi qania akan segera sadar.


"Kamu ngapain ngos-ngosan tadi?" tanya Sheila yang masih tidak habis pikir dengan kedatangan xavier seperti tadi.


"Ngga usah GR kamu, saya ngos-ngosan karna saya mau lihat keadaan Tante qania."


Sheila mengerutkan keningnya, "Saya ngga GR." ucap sheila.


"Lagian kalau kamu memang hawatir dengan keadaan mama saya harusnya kamu datang lebih awal, bukan udah selesai baru datang. "sindir sheila.


" Sayakan sudah bilang kalau saya ada urusan yang tidak bisa saya Cancel."


" Kalau saya tidak sibuk mungkin saya sudah datang bahkan lebih awal dari Rico."ujar Xavi.


Sheila hanya memajukan bibir bawahnya mendengar ucapan Xavier," Kalau kamu tidak datangpun saya juga ngga papa. "ucap sheila yang kemudian berjalan mendekati brankar mamanya.


Saat sedang berjalan sheila melihat jika jari - jari mamanya bergerak beberapa kali.


" Mama." ucap sheila yang berlari untuk levih cepat sampai di brankar mamanya.


Sheila memegang tangan mamnya untuk memastikan penglihatannya tadi.


"Mama sudah sadar ma? "ucap sheila melihat wajah mamanya.


Mendengar itu Xavierpun bergegas menghampiri sheila.


" Kenapa, adapa dengan tante qania?" tanya Xavier.


" Saya lihat mama menggerakkan jarinya tadi." jawab sheila.


"Yasudah kalau begitu saya akan panggil dokter untuk memastikan keadaan mama kamu." ucap Xavi dengan cepat xavi keluar dari ruangan untuk mencari dokter.


"Mama, mama plise buka mata mama. "Sheila sangat berharap jika mamanya itu benar-benar sadar.


Tak berapa lama xavier datang dengam membawa seorang dokter dan beberapa suater.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2