
" Rico!" ucap Sandra yang terkejut saat melihat Rico. Orang yang sudah menabraknya itu ternyata adalah Rico teman satu SMAnya dulu.
Sandra segera berdiri dengan bantuan Rico, "Sandra kamu casandrakan?" ucap Rico yang sama terkejutnya dengan sandra. Kabar terakir yang ia ketahui jika sandra dan keluarganya pindah ke singapur. Dan setelah itu Rico tidak pernah tau lagi tentang sandra.
'' Iya. "ucap sandra terlihat sangat senang,melihat teman satunya itu.
Rico dengan reflek memeluk sandra sangking senangnya." Astaga ra saya ngga nyangka bisa ketemu kamu di sini. "ucap Rico yang sangat merindukan teman bawelnya itu.
" Iya, sama aku juga." ucap Sandra membalas pelukan Rico.
*****************
Rashel terbangun saat matahari masuk menmbus jendela kamarnya. Rashel melihat ke sebelah tempat tidurnya, ia tidak mendapatkan keberadaan Rico di sebelahnya.
" Rico kemana?apa dia sudah berangkat, sepagi ini? "pikir Rashel.
'' Kenapa dia bisa pergi begitu saja setelah kejadian semalam?"kecewa Rashel yang mengharapkan perlakuan istimewa dari Rico setelah kejadian kemarin.
Rashel mengambil ponselnya melihat apakah ada kabar dari Rico.
" Dia bahkan tidak mengabari apapun." kesal Rashel yang kemudian bangkit setalah melempar ponselnya ke sembarang arah.
***************
"Mas kenapa sampai sekarang kamu tidak melakukan apapun untuk menghapus semua berita aku itu? "ucap helen yang sudah tidak tahan lagi dengan semua komentar para netizen kepadanya.
" Akukan sudah bilang mulai hari ini kita urus masalah kita masing - masing.Aku sudah tidak mau menggurus masalah kamu apapun itu, "tegas leonard.
" Tidak bisa begitu dong mas, kamu itu masih suami aku jadi apapun masalah aku itu juga masalah kamu. "ucap helen tidak terima dengan keputusan leonard yang seenaknya saja seperti itu.
" Lalu apa aku harus tidak menjadi suami kamu agar aku tidak usah lagi mengurus semua masalah kamu? "tanya leonarad dengan nada sindiran menatap ke arah helen yang terlihat sangat kesal.
Helen terkejut dengan pertanyaan leonard yang seperti itu kepadanya,"Mas... Mas!!!" ucap helen meneriaki leonard yang sudah pergi dengan asistennya.
"Aaaaaaaakkkhhh..... "ucap helen sangat frustasi dengan masalahnya itu.
******************
__ADS_1
Sandra dan Rico duduk di taman rumah sakit untuk bisa mengobrol dengan Rico.
'' Jadi kamu sejak kapan bekerja di sini?" tanya Rico yang bahkan tidak tahu jika sandra telah kembali ke Indonesia.
"Belum lama sih, emang stiven ngga cerita sama kamu. Kaliankan dekat?" tanya sandra.
"Belum sih, lagian akir - akir ini saya juga jarang bertemu dengan stiven."
"Saya lagi banyak masalah sama istri saya. "keluh Rico.
" Kalau boleh tau masalah apa?...." tanya sandra penasaran
"Ini bukan maksud aku kepo atau ikut campur masalah keluarga kamu tapi kalau kamu mau cerita atau mau apa - apa kamu bisa cerita sama aku!" tawar sandra.
Rico menghela nafas panjang, "Saya capek banget ra, saya frustasi dengan pernikahan paksa saya ini ."
"Pernikahan paksa, maksud kamu. Kamu dan istri kamu ini di jodohkan? "
"Iya kurang lebih begitu. Saya tidak pernah mencintai dia tapi kedua orang tua saya terus memaksa saya untuk menikah dengan dia. Mereka bahkan mengancam tidak akn memberikan harta warisannya kepada saya jika saya menolak."
"Gara - gara pernikahan ini saya jadi tidak bisa memperjuangkan wanita yang saya cintai."
Sandra memegang wajah Rico untuk bisa menatapnya "Jadi tugas kamu sekarang kamu harus bisa merubah pernikahn tidak di inginkan ini menjadi pernikahan yang sangat kamu impikan!"ucap sandra sembari tersenyum ke arah Rico.
Rico melepaskan tangan sandra dari wajahnya," Itu ngga akan bisa terjadi ra, aku ngga suka sama dia, gimana bisa aku merubah pernikahan ini? Jalan satu - satunya dari pernikahan kami ini hanya perceraian."
" Itu bisa kalau kamu bisa membuka sedikit hati kamu untuk dia!"
"Jangan seperti ini Rico, sikap kamu sekarang ini hanya akan menyakiti kalian berdua!"
"Iya saya tau ras tapi...."
"Jangan pernah ada kata tapi, keluhan ngga akan bisa nyelesain masalah Ric! "
Rico terdiam cukup lama dengan semua perkataan Sandra kepadanya.
"Iya saya segera ke sana. "ucap sandra menerima panggilan dari ponselnya.
__ADS_1
Sandra menepuk lutut Rico," Aku harus pergi ada kerjaan yang harus aku lakuin, semoga dengan semua perkataan aku tadi bisa buat kamu sedikit tenang ya! "ucap sandra yang telah berdiri dari bangku taman.
RA!" panggil Rico menahan tangan sandra.
Thanks.... Karna kamu saya merasa sedikit tenang, "
Sadra mengangguk sembari tersenyum.
Kapan - kapan bisakan kita ngobrol bareng lagi? ,........ karna cuma kamu yang bisa jadi tempat ceita saya. Kalau dengan stiven dia pasti hanya akan menertawai saya."
'' Iya, bisa kita atur waktunya nanti. "ucap sandra yang kemudina pergi.
Rico menatap punggung sandra yang telah menjauh," Sandra? Dia memang pendengar yang baik ngga salah kalau stiven sangat tergila - gila dengan dia. "batin Rico yang krmudian juga ikut pergi.
*************
Semua keluarga alexsander saat ini sedang sarapan bersama, suasana meja makan saat ini sangat tenang dan hening. Hanya deringan-deringan sedok dan garpu yang terdengar sekarang.
Sheila melahap makanannya sembari melamun memikirkan pembalasan yang bagus untuk kakak tirinya. Xavi yang melihat sheila melamunpun berusaha untuk menegurnya dengan memegang bahu sheila. Namun karna sangking fokusnya, pegangan tangan xavi malah membuatnya tersedak karna sangking kagetnya.
Uhuk.. Uhukk. "ucap sheila menutup mulutnya. Xavi yang hawatirpun langsung mengambilkan minum untuk sheila.
Kamu minum dulu!" ucap xavi.
Sheila meminum air yang di berikan oleh xavi kepadanya.
Kamu gimana, kamu ngga kenapa - napakan. Kadungan kamu gimana ada yang sakit?" ucap Xavi yang reflek menanyakan kandungan sheila di depan semua keluarganya.
Semua keluarga xavi termasuk sheila kagey dengan ucapan reflek yang di katakan xavi.
" Maksud kamu apa mas? ........ Aku hamil?" tanya sheila melihat xavi yang saat ini sedang memegang perutnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung