Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 33.Rapuh


__ADS_3

Sheila berlari sembari berulang kali menepis air matanya yang jatuh. Sheila tidak tau dia harus kemana karna dengan penampilannya yang berantakan seperti ini tidak mungkin ia kembli ke dalam ruangan pesta.


Sheila terus saja menaiki tangga tanpa tau tujuannya kemana. Sheila hanya mengikuti kakinya melangkah yang jelas saat ini sheila hanya ingin menjauh dari rashel juga rico serta seluruh tamu undang. Sheila tidak mau orang melihat penampilannya seperti ini apa lagi saat ini semua orang sudah tau jika ia adalah pasangan dari Xavier alexsander CEO yang terkenal akan kesuksesannya.


Sheila berhenti begitu tidak ada tangga yang akan ia naiki lagi, tapi di depannya saat ini hanya ada pintu besi yang ia sendiri tidak tau itu pintu apa. Sheila membuka pintu tersebut, dan ternyata pintu itu adalah pintu menuju rooftop.


"Mungkin di sini saya bisa menenagkan pikiran saya. "batin sheila yang kemudian berjalan menuju sebuah kursi yang terletak di rooftop tersebut.


************


Seorang wanita muda jatuh dari tangga darurat dengan posisi badan telungkup dan kepala yang di penuhi banyak darah. Xavier langsung panik begitu melihat ciri-ciri wanita itu sama seperti Sheila apalagi dengan dress yang di gunakanannya.


Tanpa pikir panjang Xavier langsung mengangkat wanita itu dan berlari menuju lif untuk segera melarikan wanita itu ke rumah sakit.


Daniel yang menunggu di dalam mobil langsung keluar begitu melihat xavier dengan wajah yang sangat kawatir keluar dari gedung dan berlari menuju mobil.


"Tuan muda kenapa?" tanya daniel menghampiri Xavier.


"Kenapa? Kamu ngga liat sheila lagi sekarat. "bentak Xavier yang langsung mendapatkan tatapan heran dan penuh tanya dari daniel.


" Tuan muda itu bukan sheila."ucap Daniel karna wanita yang di gendong oleh xavier bukan sheila.


" Apa maksud kamu?" ucap Xavier sembari melihat lebih jelas siapa wanita yang di gendongnya itu.


Tak lama datang seorang pria menghampiri daniel dan xavier." Maaf pak itu istri saya. Terima kasih sudah membantu." ucap Pria itu mengambil wanita itu dari gendongan xavier.


Xavier masih tertegun, ia terlalu panik dan cemas tadi sehingga ia tidak mengecek terlebih dahulu wanita yang terjatuh tersebut. Xavier langsung berpikir itu sheila hanya karna warna dress yang di gunakannya sama dengan warna dress sheila.


Daniel memegang pundak Xavier. "tuan muda ngga papa?" tanya daniel, belum pernah daniel melihat Xavier secemas ini.


Xavier menghela nafas panjang kemudian menggeleng, "sekarang juga kamu cari sheila!!!" ucap Xavier yang kemudian kembali masuk kedalam gedung untuk kembali mencari sheila.


*************


Leonard kembali mengunjungi qania, leonard ingin tau bagaimana keadaan mantan istrinya itu. Leonard tidak peduli jika nanti ia harus di usir bahkan di marahi oleh anaknya, sheila. Yang terpenting saat ini adalah qania, leonard hanya ingin melihat dan memastikan keadaan qania.


Saat sampai di depan ruangan qania leonard langsung membuka pintu namun belum juga pintu terbuka dua penjaga yang berjaga di depan pintu langsung menahan leo dan mengatakan jika leo tidak di izinkan untuk masuk kedalam ruangana.


"Maaf pak atas perintah nona sheila bapak tidak di izinkan masuk kedalam ruangan ibuk qania. "jelas penjaga tersebut sembari terus menghalangi pintu.


" Kenapa saya tidak boleh masuk, saya suami dari pasien yang ada di dalam dan sheila itu anak saya." protes leo terhadap aturan yang di ucapkan oleh penjaga tersebut.

__ADS_1


" Sekali lagi tidak bisa pak, nona sheila sendiri yang memerintahkan kami untuk tidak membiarkan bapak masuk." jelas penjaga tersebut.


" Untuk lebih jelasnya silahkan bapak tanyakan sendiri pada nona sheila juga tuan muda xavi. "sambung penjaga satunya lagi.


Leo menggeleng, ia tidak mu usahanya untuk datang kerumah sakit menengok qania sia-sia seperti ini, mau bagaimanapun ia harus bisa masuk kedalam ruangan setidaknya satu menit saja agar ia bisa melihat wajah qania.


" Tolong biarkan saya masuk, saya suaminya! "ucap leo memberontak.


" Maaf pak tidak bisa lebih baik sekarang juga bapak pergi dari sini!!!" ucap penjaga tersebut.


" Ngga saya harus bertemu dengan istri saya, kalian ngga bisa melarang saya seperti ini. '' bantah leonard tidak terima dengan larangan seperti ini larangan macam apa ini.


Penjaga itu terus menahan Leo untuk tidak masuk kedalam ruangan.


Stiven dan Mamanya melihat keributan tersebut saat mereka hendak pulang. Stela mama Stiven mengomentari keributan di depan ruangan tersebut.


"Udah jelas di larang masih aja mau masuk, heran"ucap Stela melihat pemberontakan yang di lakukan oleh leo.


Stiven masih diam, mata stiven terfokus pada laki-laki yang bersikeras untuk masuk kedalam ruangan Sheila.


" Itu leonard, papa kandung sheila. Jadi papanya Rachel dengan sheila itu adalah satu orang yang sama? "batin stiven yang baru tau jika Rashel punya saudara tiri dan ternyata itu adalah sheila wanita yang sedang ia selidiki.


" Yaudah ayo kita pulang sayang ngga penting juga kita ngeliatin orang seperti itu." ucap Stela hendak mendorong kuersi roda stiven untuk menuju lift.


" Kenapa stiv?" tanya Stela.


" Mendingan mama ke parkiran dulu Stiv masih ada urusan." jelas Stiven.


" Urusan apa, kitakan mau pulang." protes Stela.


" Adalah ma, mama duluan aja ya. Biar nanti stiv di antar suster aja ke bawah . "mendengar ucapan anaknya itu Stelapun mengiyakan dan menuruti .


" Yaudah mama duluan." ucap Stela sembari menepuk pundak Stiven kemudian berjalan menuju lift.


Setelah mamanya pergi Stivenpun mendorong kursi rodanya menuju ruangan mama sheila. Melihat leonard membuat stiven memunculkan ide untuk bisa lebih mengetahui latar belakang sheila.


"Lepaskan saya saya ingin masuk melihat istri saya! "berontak leonard.


" Kalau bapak masih membuat keributan di siani dengan terpaksa kami akan menyeret bapak keluar." ancam penjaga tersebut bersiap-siap akan menyeret leonard keluar.


" Biarkan dia masuk!" tegas Stiven menghentikan para penjaga tersebut.

__ADS_1


Para penjaga itu terdiam melihat ke hadiran stiven, begitupun dengan leonard yang tidak tau siapa pria muda yang berada di hadapannya itu.


"Lepaskan dia, biarkan dia masuk! "ucap Stiven lagi yang langsung di turuti oleh penjaga itu tanpa ada bantahan sedikitpun.


Leo melirik Stiven sebentar lalu dengan cepat Leo membuka pintu ruangan Qania untuk bisa melihat mantan istrinya itu sebelum ada halangan lagi.


Stiven mengikuti leo masuk kedalam ruangan mama sheila.


************


Xavier kembali masuk kedalam gedung mencari keberadaan Sheila. Xavier berlari ke sana sini untuk bisa menemukan sheila. Xavier tidak peduli dengan peluh yang sudah bergeliciran. Rasa lelah tak menghentikan Xavier untuk bisa menemukan Sheila.


"Sheila. "teriak seorang wanita tak jauh dari tempat Xavi berdiri.


Mendengar itu Xavierpun langsung berlari menuju perempuan tersebut.


" Mama." ucap gadis kecil langsung memeluk wanita tersebut.


Melihat itu langkah xavierpun perlahan-lahan berhenti, ternyata orang yang di panggil oleh wanita tersebut bukan sheila, kekasihnya.


Drttt.... Drrttt... Drttt


Deringan ponsel Xavi membuat pandangannya pada seorang wanita dan anak itu teralih.Xavier merogoh ponselnya kemudian mengangkat telfon yang di ketahui dari Daniel.


"Halo niel. "jawab Xavi.


" Halo tuan muda, saya sudah menemukan di mana posisi nona sheila."


" Dimana keberadaan sheila?"


" Dari pantauan sisi Tv nona sheila mengarah ke rooftop tuan muda. "jelas Daniel.


Mendengar penuturan Daniel Xavier langsung mematikan telfan dan dengan cepat Xavier berlari menuju rooftop seperti yang di katakan Daniel.


" Tapi spertinya......" Daniel terdiam begitu ia sadar jika telfonnya dengan Xavier sudah terputus.


Daniel menghela nafas, "Padahal saya mau bilang kalau nona sheila dalam ke adaan sedih." ucap daniel tak habis pikir dengan sifat bosnya. A,


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2