
Brak.....
Pintu kamar VVIP di bar itu terbuka,kamar VVIP 05 sesuai pesan chet yang di tulis oleh orang tersebut.
Dengan nafas terenga-engah xavi menatap sepasang manusia yang sedang tertidur pulas dengan posisi berpelukan di atas kasur.
Dada xavi serasa sedang berkecamuk, amarah nya tak terbendung lagi. Dengan langkah cepat kaxi meloncat ke atas kasur itu lalu m memukuli pria yang sedang berpelukan dengan sheila dengan sangat brutal.
Bugh
Bugh
Bugh
Tiga pukulan hebat melayang di wajah pria yang saat ini belum sadar walau telah di pukuli separah itu oleh xavi.
"Anjing....Brengsek!"umapat xavi karna pria yang sudah berani menyentuh istrinya itu tak sadar walau telah ia pukuli.
" Aaaagghh." ucap xavi melempar tubuh pria itu.
Xavi memakaikan baju sheila lalu menggendongnya keluar dari bar itu.
************
Semua kelurga Alexander berkumpul begitu Xavier pulang dengan sheila yang berada di gendongannya.
" Xavi apa yang sebenarnya terjadi?"tanya firman yang terlihat sekali jika ia sangat marah.
Karina memegang tangan xavi," Xavi jawab papa xavi, apa yang sudah di lakukan sheila dan pria itu? "tanya karina dengan tangis di wajahnya.
Xavi masih tetap diam bibirnya bahkan tidak mampu untuk menjawab semua pertanyaan orang tuanya itu.
" Buat apa lagi kalian tanyakan, buktinya sudah jelaskan. Perempuan ini sudah bermain gila dengan pria lain." ucap helen.
Xavi menghela nafas panjang, "xavi bawa sheila ke kamar dulu ma." ucap Xavi yang kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Heh... Menantu kesayangan kamu itu. Kelakuannya kayak pelacur. "hina stela yang kemudian pergi.
" Sudah mah... Sudah tidak usah di dengangkan apa kata dia." ucap Firman menenagkan istrinya.
Alexsander yang juga ada di sana juga ikut pergi namun dengan arah yang berbeda dengan stela.
Serasa sudah cukup jauh dari anggota keluarganya alexsanderpun menelfon orang suruhannya untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan sheila.
" Cari rekaman CCTV yang ada di bar A sekarang juga, saya tunggu hasilnya besok."
" Baik pak"
" Dan satu lagi cari dan tangkap pria yang bersama cucu mantu saya. Saya akan kirimkan foto pria itu pada kamu nanti! "sambungnya lagi yang kemudian mematinkan telfonnya.
***************
" Makasi en atas makan malam dan semua yang sudah kamu persiapkan tadi untuk aku." ucap sandra saat Stiven sudah mengantarkannya sampai di depan apartemennya.
" Iya sama - sama" jawab Stiven.
" Sekali lagi aku minta maaf , aku sudah membuat kamu tidak nyaman juga kecewa di restoran tadi. "ucap sandra.
" Santai aja ra, aku ngga pa-pa. Aku yang salah aku ngga lihat keadaan juga mood kamu dulu. Aku terlalu egois dan membuat kamu malah terbebani."
Sandra menghela nafas, ia memegang tangan stiven. "Aku senang, jadi jangan menyalahkan diri kamu seperti itu." ucap sandra menatap mata stiven.
Stiven mengangguk, membalas senyuman sandra.
Sandrapun keluar dari mobil stiven kemusian berjalan masuk kedalam apartemen.
My mam is call.....
__ADS_1
Stiven mengangkat telfon mamanya dengan tatapan mata yang masih melihat sandra masuk kedalam apartemennya.
"Ada apa mam? "tanya stiven.
" kamu pulang sekarang,ada berita hot dan tentunya menguntungkan untuk kita. "
" Memangnya berita apa ma? "
" Ini tentang xavi dan sheila, pokoknya sekarang juga kamu pulang! Mama yakin kamu akan senang mendengar berita ini." ucap helen yang kemudian mematikan telfonnya.
" Berita apa sih?" ucap stiven yang penasaran. "semoga saja ini berita kehancuran xavi." ucap stiven yang kemudian melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
****************
Pagi harinya...
Semalaman xavi tidak tidur karna semua pikiran buruk tentang sheila yang terus mengitari kepalanya.
"Kurang baik apa saya, sampai kamu tega melakukan hal keji itu dengan pria lain. "batin xavi memandang sinis sheila yang masih tidur.
" Matre? Mungkin dugaan saya selama ini memang benar. Kamu perempuan matre yang menghalalkan segala cara agar kamu bisa menghidupi diri kamu."
" Mungkin ini yang kamu maksud selama ini, pekerjaan kamu di kantor papa kamu hanyalah sebagai topeng supaya kamu bisa keluar dengan para lelaki."
"Saya salah mempercayai kamu selama ini, kamu hanya bersikap sok jual mahal pada saya untuk menutupi sifat asli kamu. "
Xavi turun dari tempat tidur lalu membuka lebar hordeng jendela . Melihat sheila hanya akan membuatnya semakin marah.
Sinar matahari yang masuk kedalam kamarnya membuat sheila terjaga. Sheila mengedipkan matanya beberapa kali, sheila merasakan jika kepalanya saat ini sangat pusing. Bau alkohol dari nafasnya juga sangat menyengat. Sheila tidak tau apa yang terjadi padanya semalam.
Sheila melihat sekeling, ia menyadari jika saat ini ia sudah berada di rumah. Sheila bangkit dari tempat tidurnya sembari memegangi keoalanya yang sangat pusing.
"Mas.. "sheila meraih pundak xavi, namun dengan cepat xavi menepis tangan sheila dan berkata kasar pada sheila.
" Jangan sentuh saya dengan tangan keji kamu itu." tentu saja perkataan xavi membuat sheila tercengang. Bentakan xavi membuat sheila seketika mematung.
"Sekarang juga kamu mandi lalu segera turun ke bawah!. Ada banyak hal yang perlu kamu jelaskan pada semua keluarga saya." ucap xavi yang terlihat sangat marah. Xavi keluar dari kamar dengan pintu yang ia hempaskan kuat.
*************
Stiven tersenyum begitu melihat xavi dengan tampang kusut penuh amarah turun dari tangga. Stiven tau permasahan xavi dan sheila saat ini sangat serius apalagi sekrang sudah melibatkan semua keluarga alexsander. Stiven yakin pasti tidak akan mudah bagi untuk mendapatkan maaf dari xavi ataupun keluarganya.
"Sepertinya tidak perlu menunggu waktu lama untuk saya bisa menghancurkan rumah tangga kamu, yaa walaupun bukan saya yang melakukan ini semua. " batin stiven meperhatikan xavi yang telah duduk di sofa ruang krluarga.
Semua keluarga alexsander memang sedang berkumpul di sini sekarang, mereka semua menunggu oenjalasan dari sheila terhadap foto yang mereka terima semalam.
" Mana sheila xavi?" tanya firman yang tak kalah marahnya dengan xavi.
" Dia masih di kamar pa, sebentar lagi dia akan turun. "jawab xavi.
" Bahkan sampai sekarang mama masih belum bisa percaya dengan ap yang sudah di lakukan sheila pada kamu nak." ucap karina membayangkan bertapa hancur dan kecewanya xavi saat ini. Apalagi xavi sendiri yang sudah memergoki serta membawa sheila keluar dari bar itu.
" Xavi tidak pa - pa ma" jawab xavi mengelus pungnggung tangan mamnya.
"Lihat stiven bahkan wanita dengan tampang polos dan baikpun belum tentu baik. Bahkan lebih menyeramkan dengan wanita yang jelas - jelas tidak berprilaku baik. "sindir stela
"makannya Mama harap kamu bisa belajar ya dari pengalaman sepupu kamu! "sambung stela lagi menasihati anaknya.
" Pasti ma." jawab stiven tersenyum sinis pada xavi.
Tak berselang lama sheilapun turun dan melihat semua keluarga xavi yang saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga.
" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa firasat saya tidak enak. "
Semua keluarga xavi menatap sinis ke arah sheila yang saat ini sedang berdiri di dekat sofa.
"Kenapa tatapan mereka seperti ini pada saya? "batin sheila yang semakin merasa cemas.
__ADS_1
" Stop!" ucap stela angkat bicara saat sheila hendak duduk di sofa.
" Perempuan murahan seperti kamu tidak pantas duduk di sofa keluarga terhormat seperti kami ini!" ucap Stela yang membuat sheila menggeram kuat tangannya.
"Apa maksud oma?" tanya sheila yang tak jadi duduk di sofa itu.
Karina menggeleng tidak menyangka dengan reaksi menantunya itu,karina melemparkan ponsel ke atas meja mengarah pada sheila.
"Apa kamu masih berani tanya kenapa? '' ucap Karina saat sheila melihat layar ponsel karina.
Mata sheila langsung membulat saat melihat foto dirinya dengan pria lain sedang berpelukan mesra di ponsel karina. Sheila mengambil ponsel karina dari atas meja itu. Ia memperhatikan secara detai foto tersebut, karna bisa saja semua itu hanya hasil editan orang iseng yang mencoba memfitnahnya.
"Ini ngga mungkin ma, ini bukan aku. Ma... Mama bisa percaya itukan? "ucap sheila yang sangat syok melihat foto tersebut.
" Kalau bukan kamu lalu siapa yang xavi angkat dari bar lalu ia bawa ke rumah ini?" jawab firman dengan nada tinggi.
"Tapi aku berani bersumpah pa, ini pasti bukan aku. "
"Tidak udah mengucapkan sumpah sheila, bukti dan apa yang sudah aku lihat sudah sangat jelas kalau itu kamu. Kamu tidak bisa berkelak lagi.
Sheila menggeleng ia mungkin melakukan hal sekeji ini. Sheila berusaha mengingat kejadian yang menimpanya tadi malam.
" Aku inget sekarang, malam tadi kamu menelfon aku kan?... Dan aku bilang.. Aku akan sampai lima belas menit lagi, iyakan mas?" ucap sheila menjelaskan kejadian tadi malam.
Xavi mengangguk, "saat kamu menelfon aku sudah ada di parkiran dan akan pergi menuju mobil.... Tapi saat akan akan sampai di mobil tiba - tiba ada orang yang membekap mulut aku dari belakang,.... Aku coba berontak dan melepaskan itu tapi ngga berhasil. Aku malah pingsan dan ngga inget apapun. "jelas sheila berurai air mata menjelaskan secara detail apa yang ia ingat.
"Tentu kamu tidak ingat, karna kamu meminum alkohol dengan jumlah banyak. "ucap xavi membantah semua penjelasan sheila.
" Mas aku ngga meminum alkohol sama sekali, aku benar-benar akan pulang. "
" Lalu siapa yang sudah meminum alkohol kalau bukan kamu? Bau alkohol sangat menyengat dari tubuh serta nafas kamu sheila tidak usah berkelak lagi. Akui saja apa yang telah kamu lakukan dengan pria itu. "
" Aku ngga bohong mas, aku bahkan tidak mengenal pria yang ada di foto ini. Aku benar - benar di jebak dan aku yakin ini pasti kerjaan mama helen dan Rashel. "
"Berhenti menyalahkan orang sheila. Bukti ini sudah jelas jika kamu bukan wanita baik - baik. "bentak firman muak dengan semua bualan - bualan yang keluar dari mulut sheila.
" Kami di sini hanya perlu kamu mengakui semua kesalahan kamu bukan mendengarkan semua kebohongan kamu!" ucap firman.
"Tapi memang aku tidak melakukan apapun yang kalian semua tuduhkan pa." jawab sheila.
Karina berdiri lalu menatap sheila dengan linangan air mata di pelupuk matanya, "Mama sangat kecewa dengan kamu sheila. "ucap karina yang kemudian pergi di ikuti oleh firman.
Alexander masih tidak bisa melakukan apapun, ia percaya pada semua penjelas sheila namun untuk ia mendukung sheila ia perlu bukti agar bisa meyakinkan keluarganya.
" Mas kamu bisa percaya akukan?" tanya sheila menatap xavier yang bahkan enggan untuk melihatnya.
"Setelah apa yang kamu perbuat kamu perbuat kamu masih bisa berharap jika xavier percaya dengan kamu? "ucap stela memanas manasi.
" Yaa.. Begitulah ma namanya juga mantan pegawai bar pasti kelakuannya ngga jauh lah sama perempuan murahan yang kerjaannya jualan." sambung stiven yang sangat senang dengan kekacauan ini.
Sheila tidak bisa mendengar dengan jelas semua penghinaan yang baru saja di lontarkan oleh stela dan stiven padanya tadi. Pusing yang sangat luar biasa yang di rasakannya membuat pemandanngannya terasa sangat buram.
"Sekali perempuan murahan pasti akan tetap menjadi perempuan murahan. "ucap helen.
" Benar sekali itu ma." jawab stiven.
Sheila semakin memegangi kepalanya kakinya saat ini terasa sangat lemah ia bahkan tidak kuat menopang dirinya sendiri.
Sheila beberapa kali meringis sampai...
Brukh
Sheila jatuh dan tak sadarkan diri.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung