Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 55.bulan madu!


__ADS_3

Plak...


Helen melempar undangan pernikahan sheila ke depan wajah leonard begitu leonard baru saja sampai.


" Apa - apaan kamu ma? "tanya leonard, baru saja ia pulang dari kantor ia sudah mendapatkan perlakuan tidak enak seperti ini dari Helen


" Apa-apan?....." ucap helen memelototi matanya ke arah leonard.


Leonard memungut kertas yang di lemparkan helen tadi ke wajahnya.


" Kamu masih mengurusi anak haram dan ibunya itukan? "


Leonard melihat kertas tersebut dan tau jika ternyata kertas itu adalah kertas undangan pernikahan sheila dan xavi yang lupa ia bawa tadi.


"Iya, memangnya kenapa?.... "jawab Leonard." Sheila itu anak aku jadi aku wajib untuk datang dan menikahkan dia." sambung leonard.


" Berani kamu mengakui anak haram itu sebagai anak kamu? "tanya helen penuh kemarahan.


" Aku selalu mengakui sheila sebagai anak aku, kamu yang tidak pernah mau mengakui dia dan selalu menganggap dia tidak ada." leonard menujuk helen tak kalah penuh amarah.


" Iya memang aku yang tidak mau mengakui dia. KARNA DIA ITU ANAK HARAM! "


Parr.....


Leonard menampar Helen begitu ia menyebutkan sheila sebagai anak haram fengan lantangnya di hadapannya.


" Jangan pernah kamu sebut anak aku sebagai anak haram......Sheila bukan anak haram dia terlahir dalam status pernikahan yang sah!" tegas leonard yang tidak mempedulikan derain air mata helen dan pipi helen yang memah karna tamparannya yang cukup keras. Baru kali ini leonard menampar Helen dengan begitu emosinya. Leonard menyadari jika perbuatannya itu salah namun emosi sudah terlebih dahulu menguasainya. Jadi mau bagaimana lagi, setidaknya dengan ini helen bisa sadar dengan ucapannya yang sangat keterlaluan tersebut.


Brak.!


Leonard menghempas pintu rumah dengan keras, leonard keluar dari rumah dan pergi meninggalkan helen yang masih berdiri diam di dekat ruang tamu.


Helen menatap pintu rumah yang tidak tertutuo rapat dan memperhatikan bayangan leonard yang masuk kedalam mobil. Leonard pergi melajukan mobilnya entah kemana.


"Ini semua gara anak haram dan oerempuan kampung itu. Lihat saja saya akan membuat hidup kalian semakin menderita!" lagi - lagi helen kembali menyalahkan qania dan sheila yang bahkan mereka sendiri tidak tau menau tentang masalh yang di perbuat oleh helen sendiri.


***************


Sheila membuka pintu kamar hotel tempat ia dan xavi berbulan madu. Hal yang paling utama yang sheila lihat adalah dua selimut yang di bentuk menjadi dua ekor angsa yang kepalanya di bengkokkan sehingga berbentuk hati.


Sheila melepas mahkota yang melekat di kepalanya kemudian melemparnya ke sembarang arah. Sheila menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dan membuat hisan yang ada di kasur tersebut berantakan. Sheila menikmati empuknya kasur dalam keadaan wajah yang masih berias dan gaun pengantin yang ia pakai saat resepsi tadi.


Sontak xavi baru saja masuk langsung terkut karna seisi kamar sudah berantakan karna sheila. Baru telat beberapa menit ia masuk keadaan kamar hotel sudah seberantakan ini apalagi jika ia meninggalkan sheila berjam - jam?.

__ADS_1


Xavi berjalan mendekati sheila yang tidur dengan setengah badan yang masih terjulur ke bawah. Xavi melempar jas yang ia pegang ke wajah sheila.


Jelas saja lemparan jas tersebut membuat sheila terkejut dan langsung mengangkat jas tersebut dari wajahnya dan melemparkan ke sembarang arah.


"Kamu apa - apan sih? "ketus sheila yang telah duduk sembari menatap xavi kesal.


" Apa - apan? Kamu tidak lihat penampilan kamu sekarang yang masih memakai gaun pengantin lengkap dengan riasan,apalagi tadi banyak sekali tamu yang menyalami kamu...... Berapa banyak kuman yang menghinggapi kamu. Lalu kamu datang dan merusak kehigenisan kasur ini. "jelas xavi menceramahi sheila.


" Lebay!..... Lagian kuman juga pilih-pilih lagi mau hinggap di mana. Mana mau kuman nyentuh kamu yang ada nanti kamu sodomi lagi. "ucap sheila yang langsung bangkit dan masuk kedalam kamar mandi.


" Dasar wanita pikiran kriminal. Mana bisa kuman di sodomi." umpat xavi sembari menelfon pegawai hotel untuk membersihkan serta mengganti Sprai yang di tiduri oleh sheila tadi. Xavi tidak mau tubuhnya gatal karna alas tidurnya tidak bersih.


**************


Rico masuk kedalam rumah di sambut oleh rashel dengan senyuman hangat.


"Kamu sudah pulang sayang? "tanya Rashel sembari membukakan jas serta mengambil tas kerja Rico. Meski Rashel tau ini semua hanyalah tipuan untuk menipunya. Rashel tau jika rivo tidaklah ke kantor melainkan ke pernikahan sheila dan xavi. Namun Rashel berusaha untuk bersikap baik dan bermain halus supaya Rico bisa peelahan - lahan luluh dan mencintainya.


"Hmmm.. "jawab Rico singkat dengan oerlakuan Rashel yang menurutnya sedikit aneh. Tumben sekali Rashel mau sebaik ini kepadanya. Karna seminggu kemarin Rashel mendiaminya bahkan tidak mau menatapnya.


" Kamu pasti laparkan?...... Kebetulan aku baru aja masak, kita makan sama - sama ya! "ajak Rashel tidak peduli dengan sikap Rico yang terlihat acuh dengan sikap manisnya ini.


" Aku sudah kenyang." tolak Rico.


"Plise sekali ini!! "bujuk Rashel ketika Rico menatapnya.


Rico menghela nafas, pertahanannya runtuk begitu melihat Rashel yang memohon seperti ini.


" Okey..... Hanya sedikit." ucap Rico, menuruti kemauan Rashel.


" Yeeeeyyyy...." sorak rashel sangat bahagia. Rashel menarik tangan Rico dan menyuruhnya untuk duduk di meja makan.


Rashel mengambilkan Rico nasi serta lauk yang ada di atas meja. "sekarang kamu cobain masakan istri tercinta kamu ini!!"


Rico menyendok masakan itu lalu memasukkannya kedalam mulutnya, "Gimana enakkan?" tanya Rashel penuh percaya diri.


Rico mengunyah masakan itu perlahan - lahan di dalam mulutnya, "Ini benaran Rashel yang masak? Sejak kapan dia bisa masak?" pikir Rico yang tidak percaya dengan rasa masakan Rashel yang terasa sangat enak.


"Iya enak. "jawa Rico yang memunculkan senyum bahagia dari Rashel.


'' Untung tadi aku sempat mesan makanan di restoran. Jadinya begitu Rico sampe aku tinggal panasin jadi bisa terlihat seolah olah aku yang masak." batin Rashel mengingat makanan yang ia pesan dari restoran tadi.


**************

__ADS_1


" Kamu mau ngapain?" sheila menatap xavi yang baru keluar kamar mandi yang sudah lengkap dengan pakaian tidurnya hendak naik ke atas ranjang


" Apa? , kamu mau nuduh saya mau ngapa - ngapain kamu?"ucap Xavi menatap sheila tidak suka.


Iya, kalau ngga ngapain kamu naik ke kasur?" ucap sheila tak kalah menatap xavi dengan intens.


"Ya saya mau tidur. "jawab Xavi penuh dengan sensi.


" Tidur? Maksud kamu, saya sama kamu tidur di sini berdua gitu ? "tanya sheila memperjelas jawaban xavi . " Ngga kan pasti kamu sudah pesan kamar satu lagikan?" sambung sheila lagi.


'' Lalu kalau bukan di sini saya mau tidur di mana?...... Ini hotel khusus bulan madu jadi ngga ada pasangan yang mesan kamar beda - beda sheila lovania. "jelas Xavi.


Sheila menggeleng," Ngga pokonya kamu ngga boleh tidur di sini. Nanti waktu saya tidur tangan kamu kemana - mana lagi. "tolak sheila.


Lalu saya harus tidur di mana kalau bukan di sini."


"Tuh!....." Tunjuk sheila menunjuk sofa yang berukuran cukup besar yang ada di dalam kamar tersebut.


"Ngga saya tidak mau tidur di sana, saya sangat lelah menghadapi ribun tamu tadi. Saya ingin tidur nyenyak malam ini. "tolak xavi, saat ini badannya terasa sangat remuk xavi membutuhkan kasur yang empuk dan nyaman untuknya bisa beristirahat.


" Kalau kamu tidak mau, kamu saja yang tidur di sana!" ucap xavi yang tidak ingin mengalah.


Sheila menatap xavi demgan sangat kesal, jujur saja saat ini sheila juga sangat lelah ia juga mau tidur di kasur empuk dan lembut seperti ini.


"Saya tidak mau. "ucap sheila.


" Yasudah kalau begitu kita tidur di sini bersama" xavi meluruskan tubuhnya di atas kasur dan mulai menikmati kenyamannya.


Sheila meremas kuat tangannya, pria yang ia hadapi ini sangatlah menyebalkan.


Sheila menaruh satu guling di tengah kasur untuk pembatas di antara mereka. "Ini pembatas di antara kita, awas kalau sampai kamu melewati batas ini....." ancam sheila dengan menempelkan satu jri telunjuknya ke leher bersyarat akan membunuh xavi.


Xavi memutar matanya kemudian membelakangi sheila untuk segera tidur.


"Iiish... "geram sheila yang mau tidak mau terpaksa juga ikut tidur.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2