Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 87.Tak tau lagi


__ADS_3

" Sampai detik ini aku belum menemukan bukti apapun tentang kematian kamu bang. "


"Aku harus apa lagi semua bukti hilang di ambil oleh perampok itu. CCTV di bar juga ngga ada yang menunjukkan tentang kematian kamu. "


"Aku binggung harus ngapain lagi, aku ngga tau harus nyelidikin siapa, semua orang terlihat sama. "


"Aku bingung harus minta tolong sama siapa, aku takut salah percaya orang bang. "


Sandra menangis memikirkan semua kebingungan yang ia rasakan saat ini. Sandra kehilangan tujuan, ia merasa kehadirannya di sini tidak berguna. Ia tidak bisa mengungkap kematian abangnya sendiri.


" Sandra."


Sandra mendongak melihat orang yang beriri di depannya.


"Er..... "ucap sandra dengan mata berkaca - kaca.


" Sandra kamu...." sandra memeluk xavi begitu mengetahui jika orang yang berada di depannya itu xavi.


" Er aku seneng kamu ada di sini er. "ucap sandra memeluk xavier erat.


" Baik makasi dok." ucap sheila keluar dari ruangan spesialis dokter kandungan saat ia telah selesai di periksa.


Raut wajah sheila seketika berubah saat melihat sandra dan xavi sedang berpelukan tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Xavi membalas pelukan Sandra, ia mengelus punggung sandra untuk bisa menenangkannya. Wajah xavi juga terlihat sedih melihat sandra yang menangis tersedu - sedu seperti itu di pelukannya.


Sheila mendengus kemudian pergi begitu saja dari rumah sakit.


*************


"Ca, kamu kenapa? "tanya xavi setelah membawa sandra ke taman rumah sakit.


" Aku ngga papa, aku cuma capek aja sama pekerjaan aku." jawab sandra.


" Kamu tidak pandai berbohong, jadi jangan berbohong pada saya! "


Sandra menghela nafas, ternyata sampai sekarang xavi masih mengenalinya. Bahkan ia bisa tau kalau saat ini ia sedang berbohong.


" Apa kamu masih marah sama aku? "


" Jangan mengalihkan pembicaraan ini tentang kamu bukan tentang saya!"


" kamu lagi ngga baik - baik aja sekarang ca."


"Apa hawatir sama aku?"tanya sandra melihat ke arah xavi.

__ADS_1


Xavi mengalihkan pandangannya," iya saya hawatir sama kamu,. Makannya saya ingin tau apa yang membuat kamu sampai menangis seperti tadi. "


" Orang yang paling berarti dalam hidup aku meninggal dengan tragis. ''


"Sosok kakak terbaik yang pernah aku punya hilang sekarang, dia pergi selamanya dalam hidup aku."


"Dan yang lebih parahnya lagi di meninggal karna di bunuh, ada orang yang tega ngebunuh dia dengan kedok perampokan dan yang leibih liciknya lagi orang tidak meninggalkan jejak apapun."


"aku ngerasa ngga berguna sekarang ngga ada petunjuk apapun yang bisa aku temuin buat ngungkap siapa pelaku dari semua ini. Aku benci diri aku sendiri sekarang, aku ngerasa bodoh dan nga bisa jadi adik yang baik buat dia bahkan saat kematiannyapun aku juga ngga ada gunanya. "sandra menpis air matanya berkali - kali dari wajahnya.


" Mati dalam perampokan dan terduga di bunuh. Kenapa apa yang di ceritakan sandra sama persis dengan kematian frans? Apa kakak yang maksud sandra itu frans?" batin xavi setelah mendengar cerita sandra.


"Apa kakak yang kamu maksud itu frans? "


Sandra terkejut dengan pertanyaan xavi, xavi terlalu pintar menerka kemana arah tujuan orang yang dia maksud.


"Kamu dan frans kakak adek? "tanya xavi lagi.


Sandra melihat ke arah xavi semua pertanyaan xavi tidak dapat ia tangkis. Mau berbohong seperti apapun pasti xavi akan tau dengan mudah. Jujur atau pergi hanya itu pilihan sandra sekarang?.


" Iya." jawab sandra yang memilih untuk jujur, sandra tidak bisa pergi ia sudah terlanjur bercerita pada xavi tidak mungkin ia bisa pergi di saat ia merasa sangat nyaman berada di dekat xavi.


Xavi terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan sandra, bertahun - tahun ia bertaman baru hari ini ia tau jika frans adalah kakak sandra.


****************


"Sheila.... "karina keluar dari rumah menyambut menantunya yang baru saja pulang dari rumah sakit.


" Gimana - gimana kandungan kamu, semuanya baik - baik sajakan?" tanya Karina sangat penasaran dengan calon cucunya itu.


Sheila berusaha untuk tersenyum," iya dokter bilang semuanya baik - baik saja." jawab sheila.


"Syukurlah yaampun mama senang sekali. "


"Yaudah mendingan sekarang kamu masuk kamar lalu istirahat. Kandungan kamu ini masih terlalu muda jadi perlu di jaga. "


"Iya ma, makasi ya ma. "jawab sheila berjalan menuju kamarnya.


" Sheila. "panggil karina yang menghentikan langkah sheila.


" iya ada apa ma? "


Mama cuma mau bilang kalau kamu butuh apa - apa atau pengen sesuatu kamu langsung kasih tau mama ya atau ngga xavi.


" iya ma."

__ADS_1


"Inget kalau kamu ngidam sesuatu kamu harus bilang jangan di tahan - tahan. Mama ngga mau cucu mama nantinya ileran. "


"Iya mama, cjawab sheila tersenyum lebar ke arah karina." yaudah sheila istirahat dulu ya ma. "pamit sheila yang di angguki oleh karina.


Sheila masuk kedalam kamarnya ia terbayang dengan pelukankan xavi dan sandra tadi di rumah sakit.


" Wajah dia terlihat sangat hawatir pada sandra. "ucap sheila duduk di atas kasurnya.


" Tapi kenapa saya tidak suka melihat itu, kenapa saya marah dan pergi. Harusnya saya hampiri mereka bukan pergi seperti tadi."


Ucap sheila melamuni kejadian yang ia lihat tadi di rumah sakit.


****************


"Sheila. "xavi menghentikan langkahnya saat ia hendak masuk kedalam kantornya. Ia baru ingat jika ia pergi bersama sheila ke rumah sakit tadi.


Xavi langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sheila." astaga kenapa saya bisa melupakan sheila begitu saja. "batin xavi.


" Saya yakin pasti sheila marah pada saya." ucap xavi karna sheila tidak mengangkat telfonnya.


" Saya harus menelfon mama siapa tau sheila sudah sampai di rumah." ucap xavi mrnelfon mamanya.


" Halo xav. "


" Ma sheila sudah sampai rumah atau belum?"


"Sudah, dari tadi malah. Memangnya ada apa, kok kamu seperti hawatir seperti itu?"


"Tidak papa ma, aku hanya teringat dengan sheila."


"Oooo..."


"Yasudah xavi lanjut kerja dulu."


"Iya. "


Xavi mengakiri telfonnya dan kembali berjalan masuk kedalam kantor.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2