
Pagi ini sheila sengaja bangun lebih awal untuk memasakkan makanan spesial untuk xavier. Sheila tau jika xavier masih marah pdanya karna kejadian kemarin.
Sheila memasakkan nasi goreng spesial serta membuatkan xavier susu panas. Sheila menata makan tersebut seindah mungkin. Sheila berharap dengan ia menyiapkan semua ini xavier bisa memaafkannya.
Sheila tersenyum menatap semua makanan juga minuman yang sudah tertata rapi untuk ia bawa ke kamar.
'' Akirnya selesai juga, semoga dengan ini xavi bisa maafin saya. "gumam sheila menatap bahagia ke arah makanan yang ia buat dengan sepenuh hati.
" Sok romantis kamu." Stela yang kebetulan akan mengambil minum tidak sengaja mendengar ucapan sheila.
Sheila memaksakan senyumnya ke arah stela," Harus romantis lah oma kan sheila sama mas xavier pengantin baru. Jadi kita harus sering- sering ngelakuin hal romantis biar segera dapat momongan."
"Biar oma bisa segera gendong cicit. "ucap sheila yang membuat stela sangat kesal dengan itu.
Stela meletakkan gelas kosong terswbut di hadapan sheila kemudian pergi begitu saja dengan wajah masamnya sangat jelas jika stela tidak suka dengan semua ucapan sheila tadi.
Sheila tertawa kecil melihat wajah masam omanya, "Dasar nenek kebayan." gumam sheila tak habis pikir dengan semua kesyirikan omanya itu.
***************
"Telah terjadi perampokan di rumah Fransisco, Menejer dari Bar yang terkenal di jakarta. "
"Warga baru mengetahui jika terjadi perampokan pada pagi hari saat salah satu pemuda tidak sengaja lewat di depan rumah Frans Dan melihat satpam dengan kondisi tubuh terikat."
"Pemuda itu langsung meminta tolong pada para warga saat tau jika di rumah Frans telah terjadi perampokan."
"Saat para warga melihat kondisi frans kedalam rumah, para warga menemukan frans yang sudah tidak bernyawa dengan banyak darah di atas tempat tidurnya."
Jelas pembawa berita tersebut di dalam Tv. Perampokan bersenjata yang terjadi di rumah Frans langsung di usut oleh polisi untuk bisa menemuka titik terang.
" Jazad frans di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan otopsi." sambung pembawa berita tersebut.
Rashel mengambil remot tv kemudian mematikan Tv tersebut setelah melihat berita kematian frans yang kini sedang viral di mana - mana.
Rashel tersenyum sinis melihat berita tersebut," Ngga akan ada yang bisa di temuin sama polisi frans." gumam Rashel.
*************
Sheila masuk kedalam kamar dengan perasaan yang tak karuan. Tapi sheila berusaha untuk percaya diri dan memasang senyum manisnya untuk menyapa xavier.
"Selamat pagi......." senyum sheila langsung memudar saat melihat xavier yang tidak ada di atas tempat tidur.
Sheila melihat ke sekeliling kamar dan tidak mendapati keberadaan xavier. "Dia kemana? Apa dia sudah pergi?" pikir sheila.
__ADS_1
Sheila meletakkan sarapan yang ia bawa ke atas lemari kecil .
Dia pergi bahkan tanpa pamit, apa dia semarah itu sama saya? "ucap sheila merasa kecewa dengan xavier. Padahal ia sudah capek-capek membuatkan sarapan spesial ini untuk xavi.
" Siapa yang pergi?" sura berat dari belangnya membuat sheila reflek memutar badannya tapi karna posisi xavi yang terlalu dekat dengannya membuat sheila mengelak dan membuatnya hampir saja terjatuh. Untung xavi cepat menangkap sheila kalau tidak mungkin sheila sudah berada di lantai sekarang.
Mereka saling beradu tatap untuk beberapa sat"Ceroboh banget sih jadi orang. "tegur xavier.
Xavier membantu sheila untuk berdiri," Lagian kamu ngapain berdiri di belakang saya. Itukan buat saya kaget. "jawab sheila yang tak terima dengan teguran xavi.
Xavier menghela nafas kemudian melihat sarapan yang di letakkan sheila di atas lemari kecil dekat tempat tidur.
" Itu untuk saya? Tanya xavier sarapan tersebut dengan dagunya.
Sheila melihat ke arah makanan yang di tunjuk oleh xavier." Iya itu untuk kamu. "jawab sheila yang kini malah merasa salah tingkah karna makan itu.
" Tumben, ada apa?" heran xavier semakin memojokkan sheila.
" Pasti di mau minta uang, tidak mungkin ia berbuat baik tanpa ada tujuan." bakan dengan situasi seperti ini xavier masih saja mencurigai sheila.
Sheila mengambil sepering nasi goreng tersebut kemudian menyendoknya kemulut xavier.
Xavier menerima suapan sheila," Saya tau kamu pasti liat saya dan Rico kemarin. "jelas sheila.
Sheila mengaduk - ngaduk nasi goreng tersebut," Jadi sebagai permintaan maaf saya, say masakin kamu sarapan ini."
Sheila menatap mata xavier" Jadi, saya harap kamu mau memafkan saya. Marah ataupun ngganya kamu! "ucap sheila dengan sangat tulus.
Xavier melihat sorot mata sheila yang menatapnya sangat tulus, ia jadi menyesali pikiran buruk yang baru saja ia tuduhkan pada sheila.
" Saya ngga marah sama kamu, tapi saya minta mulai saat ini kamu jaga jarak dengan Rico karna Stiven memanfaatkan Rico untuk bisa memfitnah kamu! "ucap xavier memperingati sheila.
" Iya,....." jawab sheila tersenyum ke arah xavier.
" Yasudah sini nasi gorengnya!" ucap xavier merebut paksa nasi goreng tersebut dari tangan sheila.
Xavier duduk di atas kasurnya kemudian menikmati nasi goreng buatan sheila yang terasa sangat enak.
Sheila tersenyum melihat xavier yang menyatap makanan buatannya dengan sangat lahap.
"Akirnya kamu bicara dengan saya, entah kenapa saya menjadi sangat senang hanya melihat kamu yang sudah kembali menanggapi perkataan saya." batin sheila yang masih memperhatikan xavier.
Xavier menarik tangan sheila untuk duduk di sampingnya, kemudian menyendok nasi goreng tersebut," Kamu juga harus makan! "ucap xavier menyuruh sheila untuk segera menerima suapannya.
__ADS_1
Sheila menerima suapan xavier dengan hati yang senang." Yang bener dong nyuapinnya. "kesal sheila karna xavier menyuapinya terlalu banyak.
Xavier tertawa melihat pipi sheila yang menggembung karna suapan nasi darinya." Sorry.. Sorry! "ucap xavi meminta maaf.
Sheila mengambil psendok yang di pegang oleh xavi kemudian membalas xavi dengan suapan yang cukup besar juga.
Sheila tertawa melihat xavi yang susah payah menelan makan yang ia suapi.
" Rasain!" ucap sheila yang merasa sangat senang karna bisa membalas xavier.
Pagi itu mereka berdua sangat bahagia mereka merasa ada kedekatan di antara mereka. Tertawa lepas bersama xavier membuatnya menemukan sifat yang tidak pernah ia lihat. Tawa xavier terlihat sangat lepas, tawa yang selama ini tidak pernah ia lihat.
Drettt... Dreettt... Drettt
Suara panggilan dari ponsel sheila membuatnya sheila menghentikan aktivitasnya dengan xavier.
"Mita? "ucap sheila ketika tau jika yang menelfon adalah mita teman kerjanya di Bar dulu.
" Siapa?" tanya xavier sembari menyeruput susu buatan sheila.
'' Mita, teman kerja saya dulu." jawab sheila yang kemudian menganggakat telfonnya.
"Halo mita. "
"Halo kak. "
" Kamu kenapa kok kedengerannya panik gitu? "
" Kakak udah liat berita belum? "Tanya mita yang malah balik bertanya.
" Belum memangnya ada apa? "
" Pak Frans kak, pak frans...."
"Pak frans kenapa? "tanya sheila semakin penasaran.
" Pak frans meninggal." jawab mita yang membuat sheila kaget dengan informasi buruk yang baru ia dengar itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung