Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 16.Latar belakang sheila


__ADS_3

Helen masih memberontak sepanjang perjalanan helen terus memaki kedua penjaga itu dengan semua ancamannya.


"Lepaskan saya! "berontak helen lagi.


" Apa kalian tidak takut telah memperlakukan seorang istri leonard seperti ini?"


" Kalian taukan siapa leonard pengusaha terkaya dan kekuasaannya ada di mana-mana kalian bisa saja di pecat hari ini juga bahkan yang lebih parahnya lagi kalian akan di jebloskan ke penjara karna telah memperlakukan saya kasar seperti ini! "lagi -lagi helen menggunakan kekuasaannya untuk bisa berbuat apa yang ia inginkan.


Namun bukannya di lepaskan tapi kedua penjaga itu malah makin kencang menyeret helen keluar dari rumah sakit.


" Apapun yang ibuk katakan tidak akan membuat kami berdua takut pada ibu."jawab pengawal itu menanggapi ancaman helen kepada mereka.


Awalnya helen sedikit terkejut karna pengawal itu telah berani - beraninya menentang perintahnya terlebih dengan semua kekuasaan yang ia sebutkan tadi. Namun helen teringat dengan panggilan pengawal itu pada pria yang mengaku sebagi calon menantu qania. Tuan muda, panggilan kusus untuk anak dan keluarga pemilik rumah sakit yang di tempati qania saat ini. Helen tau panggilan itu dari kepala rumah sakit yang menjabat sebelum ia di berhentikan seperti ini.


Mengingat itupun helen menjadi diam dan menuruti kemauan pengawal dan pria sialan yang telah memperlakukannya seperti ini. Helen malu dan ingin segera pergi dari sini. Tanpa di seret helenpun keluar dari rumah sakit.


********


Di dalam ruangan rawat qania hanya ada xavier dan dirinya di sana. Daniel yang tadinya bersama xavier memilih untuk undur diri karna ia merasa ada sesuatu hal yang akan di bicarakannya xavier berdua dengan calon mertuanya itu. Daniel tidak ingin membuat mereka tidak nyaman karna ada keberadaannya di sana jadi daniel memilih untuk menunggu xavier di luar bersama para penjaga.


Sasana di dalam ruangan sangatlah canggung tidak ada di antara mereka yang memulai pembicaraan. Keduanya hanya saling menatap dan beberapa kali terlihat tersenyum.


"Hmmm... Sheila kemana tante? "xavier memecahkan kecanggungan dengan berpura-pura menanyakan keberadaan sheila.ini satu-satunya topik yang bisa ia tanyakan saat ini karna dari tadi ia tidak melihat keberadaan sheila.


" Sheila kalau siang seperti ini biasanya ia masih tidur." jawab qania menjelaskan kebiasaan putrinya itu.


" Sheila baru ke rumah sakit nanti ketika jam makan siang." jelas qania pada xavier walau cukup canggung tapi qania seberusaha mungkin tidak terlihat gugup di depan calon menantunya itu. Ia tidak mau sheila malu karna sikapnya.


" Dasar perempuan ngga punya hati, ibunya masih sakit kayak gini dia malah enak-enakan tidur di rumah.ngga mikir apa kalau ibunya kenapa-kenapa gimana?" batin xavier yang mencaci maki sheila di dalam hatinya.

__ADS_1


"Harusnya dia stay di sini kalau dia emang bener-bener peduli sama kesehatan ibunya." xavier masih saja mengutuk sheila di dalm hatinya.


"Baru aja di tinggal udah terjadi keributan kayak tadi, untung tadi ada saya kalo ngga ada gimana?." Xavier teringat dengan kejadian yang baru saja terjadi.


Qania memperhatikan xavier yang terdiam. "Sehila ngga bisa kesini karna dia bekerja shief malam makannya dia baru bisa ngunjungin tante pas jam makan siang." jawab qania yang seolah-olah tau apa yang sedang di pikirkan xavier tentang putrinya.


Xavier sedikit terkejut saat Qania mengatakan itu kepadanya tapi sebisa mungkin ia terlihat biasa saja ia tidak mau qania berprasangka buruk kepadanya.


'' Sheif malam pekerjaannya kan emang malem, pekerjaan memoroti para orang - orang kaya."batin xavier sambil memunculkan senyum canggung ke arah Qania.


" Dasar Cewek matre ngga ada puas-puasnya sama sekali."xavier masih saja menghujat sheila walau qania telah menjelaskan kebaikan dan sheila.


Qania yang melihat xavier terdiam dan menunduk mengira jika xavier sedang fokus mendengarkan ceritanya tentang sheila.


" Sheila itu mandiri, dia bisa menghidupi dirinya bahkan menghidupi tante." puji qania pada sheila agar calon menantunya itu bisa menyukai sheila walaupun mereka baru bertemu. Setidaknya dengan ia menceritakan sikap sheila seperti ini xavier dan sheila bisa saling mengenal dan dengan begitu mereka akan saling jatuh cinta.


"Ya iya lah kan dia perempuan matre" batin Xavier tidak terpengaruh dengan ucapan qania.


"Sheila satu-satunya harta yang paling berharga untuk tante."sambung qania lagi.


"Jadi tolong jaga sheila baik-baik ya xavier. Jaga Sheila jangan pernah sakitin sheila sudah cukup ia menderita selama ini."qania menatap xavuer dengan tatapan memohon agar permintaannya bisa di kabulkan oleh xavier.


"Tante percaya sama kamu kamu laki-laki yang baik. "bujuk qania agar xavier menyetujui permintaannya.


Mendengar perkataan qania membuat xavier terdiam cukup lama. Tapi setelah itu xavier sadar jika itu memanglah tanggung jawabnya. Hitung-hitung untuk menebus kesalahannya pada sheila.


"Iya tante xavier janji akan menjaga dan membahagikan sheila." ucap Xavier mengikat janji pada mama sheila.


Qania tersenyum bahagia mendengar ucapan janji yang di ucapkan xavier setidaknya ia bisa beristirahat dengan tenang nantinya jika ia tidak bisa sembuh.

__ADS_1


" Tante " pangilan xavier kembali memecahkan keheningan mereka berdua.


Qania melihat ke arah xavier, "boleh saya bertanya sesuatu tentang sheila?" tanya xavier meminta izin.


Qania mengangguk, "apa yang ingin kamu tanyakan?"tanya qania karna raut wajah xavier sangatlah serius.


"Apa sheila itu anak haram? "


Sontak pertanyaan xavier membuat qania terdiam seribu bahasa.


Tidak ada yang tau aoa yang di bicarakan qania dan xavier yang jelas begitu Xavier keluar dari ruangan Daniel melihat qania masih mematung di atas tempat tidurnya dengan raut wajah sendu.


**********


Begitu bangun sheila segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke pasar. Sheila ingin membelikan beberapa lauk dan sayuran untuk mamanya . Pokonya hari ini ia akan memasakkan makan spesial untuk mama tercintanya itu.


Sheila memasukkan makanan yang telah ia masak kedalam rantang untuk segra ia bawa ke rumah sakit. Sheila yakin mamanya akan senang di masakkan makanan semewah ini olehnya.


Sheila saat ini dalam suasana hati yang sangat bahagia karna hari ini adalah hari ia gajian. Wajah sheila sangat berseri-seri membuat gadis itu terlihat sangat canti apalagi dengan wajah blasteran yang di turunkan ayahnya kepadanya membuat sangat menawan.


Sheila membuka pintu ruang rawat mamanya, "mama Liat ini shila bawain sesuatu untuk mama." ucap sheila begitu bersemangat tapi ketika sheila melihat ke dalam ruangan sheila tidak menemukan siapapun di dalam.


"Mama. "sheila mulai panik karna tidak ada mamanya di ruangan itu.


Sheila berpikir jika mamanya kabur dari rumah sakit mengingat waktu itu mamanya tidak ingin di perlakukan sespesial ini.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2