
"Jadi kamu yakin kalau dua orang yang menerima barang - barang curian dari perampok itu adalah dalang di balik semua ini? "tanya xavi setelah melihat vidio yang di dapatlan sandra dari kantor polisi.
" Yakin ngga yakin si er soalnya polisi bilang bisa aja kalau dua orang ini penandah barang curian. "jawab sandra yang juga ragu.
" Kita lupain dulu dua orang ini, kita fokus sama dua perampok ini dulu, karna kalo mereka ketangkep kita bisa tau siap dua orang ini, penadah atau orang yang menyuruh mereka."
" Iya aku juga mikir gitu, lagian polisi juga lagi cari mereka. "
"Gimana untuk mempercepat penemuan perampok ini kita adaain saing bara." ucap xavi memberi ide.
"Saing bara maksudnya gimana? "
"Kita buat brosur gambar perampok ini dengan hadih sejumlah uang bagi yang berhasil menangkap kedua perampok ini. Pasti bayak orang yang akan berlomba-lomba untuk menemukan mereka berdua."
Sandra mengangguk - ngangguk, "iya aku setuju sama ide kamu."
"Yaudah kalau gitu kamu kirim vidio ini ke saya biar saya yang urus ini semua."
"Yaudah. "ucap sandra mengambil ponselnya untuk mengirim vidio tersebut pada xavi.
" Udah." ucap sandra lagi.
Xavi memeriksa saku jas serta celananya, mencari ponsel yang tidak ia temukan.
" Kenapa?" Heran sandra.
" Kamu liat Henphone saya ngga? "tanya xavi yang kebingungan mencari ponselnya.
" Henphone, dari tadi aku ngga liat kamu ngeluarin Henphone."
" Apa ketinggalan di mobil ya?" ucap xavi yang kemudian berdiri.
Yasudah kalau begitu saya pergi dulu, saya harus pulang juga mengecek Henphone saya di mobil. "pamit xavi
" Iya er, thanks ya udah dengerin dan nemuin jalan keluar dari masalah aku."
" Iya sama - sama." jawab xavi yang kemudian keluar dari apartemen sandra.
Xavi langsung mencari ponselnya begitu ia masuk kedalam mobil, enatah kenapa perasaannya serasa tidak tenang setelah meninggalakan dinner begitu saja tadi.
Ini dia." ucap xavi saat menemukan ponselnya yang ternyata tertinggal di dasbor mobil.
Xavi terkejut saat banyak sekali panggilan tak terjawab dari sheila juga daniel." Ada apa ini, apa sudah terjadi sesuatu pada sheila.? "pikir xavi yang langsung menelfon sheila.
Drrrrttt.... Ddddrrrrttt... Dddrrrt
Mas xavi is call...
Sheila melihat ponselnya sekilas saat ponselnya berbunyi karna ada panggilan masuk yang ternyata panggilan dari xavi.
" Hah... Setelah berjam - jam saya menunggu kamu untuk datang ke sini dan baru sekarang kamu menelfon saya?"
"Jangan harap saya akan mengangkat telfon kamu. Kamu masih sama Brengsek seperti dulu, tidak seharusnya saya menerima cinta kamu. "umpat sheila yang kemudian mematikan ponselnya.
Xavi melihat ponselnya, panggilannya di rijek oleh sheila.
Pasti sheila sangat marah pada saya." ucap xavi yang kemudian kembali menelfon sheila.
"Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau........." xavi mengakiri panggilannya.
"Kenapa sekarang tiba - tiba tidak aktif sih. "ucap xavi yang semakin membuatnya hawatir.
Xavi beralih menelfon daniel untuk memastikan keadaan sheila dan apa yang telah terjadi saat sepeninggalannya.
" Halo tuan muda." jawab daniel mengangkat telfon xavi.
" Halo niel, ada apa kenapa banyak sekali panggilan dari kamu?apa telah terjadi sesuatu pada sheil? "
"Ini bukan tentang nona sheila tuan tapi tentang ibuk qania."
"Kenapa dengan mama sheila?"
__ADS_1
Ibuk qania jatuh, luka jahitan bekas oprasinya terbuka kembali tapi untung saja pembantunya cepat tau dan langsung membawa ibuk qania ke rumah sakit.
"Dan sekarang nona sheila juga sedang berada di rumah sakit. "
"Oke, saya segera ke sana."
"Tapi tuan muda..."
"Ada apa?“
"Nona sheila terlihat sangat kecewa dan marah dengan tuan muda."
"Saya tau itu, saya bisa mengatasi ini semua. "ucap Xavi yang kemudian menutup telfonnya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
***********
Ceklek...
Dengan nafas yang terengah - engah xavi masuk kedalam ruangan VVIP rawat qania. Sheila melihat ke arah xavi yang kini sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya.
Sheila menghela nafas kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Xavi berjalan oerlahan - lahan mendekati qania yang tampak masih tertidur lelap.
"Maafkan saya, saya datang terlambat harusnya saya ada untuk kamu ketika kamu mendapatkan kabar buruk seperti ini." ucap xavi menatap sheila dengan penuh rasa bersalah.
"Kedatangan kamu tidak di perlukan lagi di sini, mendingan kamu pergi!"ucap sheila menahan air matanya.
" Saya tidak akan pergi saya akan tetap di sini menemani istri saya, istri yang saya cintai." kekeh xavi.
" Cinta?" sheila menatap xavi yang berdiri di sebrang ranjang mamanya.
" Meninggalkan wanitanya demi mengurus urusannya dengan wanita lain.?apakah itu yang dinamakan cinta? "
" Sheila bukan seperti itu..."
" Kamu bertemu dengan sandrakan?"
" Sheila bukan begitu, saya dan sandra tidak ada hubungan apa - apa, sandra hanya masal lalu saya. Saya dan sandra sedang menyelesaikan misi rahasia, yang sangat berarti untuk sandra"
" Tentang frans?atau misi tentang acara pernikahan kalian? " xavi terlihat terkejut dengan ucapan sheila.
"Sheila cukup!, orang yang saya cintai sekarang ini itu kamu. "
Tapi sayangnya cinta saya sudah hilang untuk kamu dan sekarang hanya ada rasa kecewa yang sangat besar pada kamu.
Sheila menepis air matanya, "Kamu tidak seperti yang saya harapkan, saya menyesal pernah jatuh cinta dengan kamu."
Kata - kata sheila sangatlah menyakitkan untuk xavi tapi sudah sewajarnya ia menerima ini semua karna ini memang salahnya.
"Keluar mas, sebelum saya semakin emosi karna kamu!" usir sheila tanpa melihat ke arah xavi.
Xavi menghela nafas panjang, menuruti ucapan sheila.xavi keluar dengan mata yang berkaca - kaca.
"Bagaimana tuan muda? "tanya daniel yang masih ada di sana,saat xavi keluar dari dalam ruangan.
Xavi menggeleng," sheila masih sangat emosi, dia tidak mengingankan kehadiran saya. "jawab xavi yang duduk di sebelh daniel.
" nona sheila memang sangat emosi tapi sejujurnya dia sangat mengharapkan kehadiran tuan muda. "
Xavi melihat ke arah daniel, dengan tatapan penuh tanya.
" Iya, saat ibuk akan di pindahkan dari ruangan UGD menuju ruangan ini nona sheila meminta waktu untuk menunggu tuan muda sebentar. Sepertinya nona sheila ingin memindahkan ibuk bersama- sama dengan tuan muda."
"Nona sheila juga terlihat mondar mandir di depan ruangan UGD sambil menelfoni tuan muda."
" Tapi karna tuan muda mengangkat telfonnya nona sheila terpaksa memindahakan ibuk ke sini sendiri tanpa dampingan dari tuan muda. "
Xavi menunduk ia sangat merasa bersalah sekali, seharusnya ia menolak ajakan sandra saat sandra menelfonnya tadi. Seharusnya ia dinner dengan sheila, dan seharusnya ia ada di saat sheila sedang panik dan hawatir pada qania tadi. Ia memang bukan suami yang baik untuk sheila. Bahkan sekarang sheila meragukan cintanya.
"Tidak hanya itu saat sampai di dalam ruangan nona sheila juga bertanya pada saya, apakah saya sudah mengabari tuan muda atau belum tentang kondisi ibuk qania. "
__ADS_1
Xavi mendengus, "saya memang salah niel tidak seharusnya saya menemui sandra tadi."
"Jadi dugaan nona sheila benar, tuan muda memang bertemu dengan sandra?"
" Xavi mengangguk, saya bertemu dengan sandra untuk membantu sandra menemukan siapa pembunuh frans. "
"Frans yang meninggal karna perampokan di rumahnya, sebulan yang lalu? "
" Lagi - lagi xavi mengangguk." tapi untuk apa tuan muda, apa kematian frans ada sangkut pautnya dengan sandra? "
"Frans adalah sepupu sandra dan mereka berdua sudah bersama sejak kecil. Bisa di bilang jika frans adalah kakak sandra. "
" Jadi..."
" Iya, sandra tidak bisa terima dengan kematian frans seperti itu. Dia mau perampok itu tertangkap. Apalagi saat autopsi, polisi bilang jika kematian frans bisa saja di sengaja dan oerampokan itu hanya kedok untuk tidak terlihat seperti pembunuhan. "
Xavi mengirim vidio yang dikirimkan sandra tadi kepadanya.
"Lihat Henphone kamu, saya sudah mengirimkan vidio wajah perampok itu! "
"Daniel melihat pknselnya dan benar jika vidio yang dikirim xavi telah masuk ke ponselnya. "
"Kamu buat saing bara dengan hadiah uang 100 juta. Sebar ke seluruh media sosial dan cetak foto orang itu tempel ke tempat - tempat yang ramai! "
"Baik tuan muda. "
"Dan satu lagi kerjakan ini dengan cerdas jangan sampai ada yang tau jika yang membuat saingbara ini adalah saya, kamu ataupun sandra. "
"Baik tuan muda. "
"Sekarang kamu pulang biar saya yang menjaga sheila dan mamanya. "
Daniel mengangguk lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Xavi berjalan menuju pintu ruang inap mama sheila, xavi mengintip dari kaca pintu. Ia meliaht sheila yang telah tertidur dengan posisi masih duduk dengan lipatan tangan yang ada di ranjang qania untuk di jadikan sandran kepalanya.
Xavi masuk dan melihat wajah sheila yang masih tersisa bekas air mata di pipinya. "Maafkan saya sheila, saya belum bisa menjadi pangeran impian kamu." ucap xavi menatap wajah sheila yang tertidur lelap dan keadaan yang bersedih.
Pasti pinggangnya akan sakit jika dia tidur seperti ini. "ucap xavi mencari posisi untuk mengangkat tubuh sheila tanpa membangunkan sheila.
Xavi kebingungan akan mengangkat sheila seperti apa, xavi takut jika nantinya sheila bangun dan melihat keberadaannya di sini. Sheila pasti akan marah dan mengomelinya lagi.
Angkat saja sheila tidak akn bangun, dia sangat lelap jika sedang tertidur! "xavi terkejut dengan suara itu yang ternayata berasal dari qania yang telah sadar.
" Mama. '' kejut xavi.
"Angkat dan pindahkan sheila ke sofa, tidak baik untuk kandungannya jika ia tertidur seperti ini! "perintah qania.
" Tapi ma...."
" Sheila tidak kn bangun, percaya pada mama!"
Xavi mengangguk lalu mengangkat tubuh sheila, memindahknnya ke sofa yang cukuo besar yang ada tidak jauh dari ranjng qania.
" Mama....." xavi terdiam saat melihat qania yang sudah kembali terpejam padahal ia belum sempat menanyakan kondisi ibu mertuanya itu.
"Mas jangan pergi. "sheila memegang tangan xavi dan menariknya sampai xavi terduduk.
Awalnya xavi sangat kaget tapi setelah melihat ke arah sheila yang masih memejamkan mata dan tidak ada tanda - tanda terbangun xavi menjadi lega.
" Tenyata hanya ngigau." ucap xavi yabg tersenyum melihat sheila memegangi tangnnya sangat erat seperti ini.
" Sekarang saya tau jika kata - kata kamu tadi tidak benar, bahkan semarah apapun kamu pada saya kamu masih memimpikan saya bahkan kamu tidak mengizinkan saya pergi."
.
.
.
Bersambung
__ADS_1