Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 72.sangat kesal!


__ADS_3

"Sheila..." seketika senyum bahagia langsung terpancar di wajah Rico saat ia baru saja sampai di restoran yang di beritahukan oleh papa mertuanya itu untuk meeting.


Rico duduk di samping sheila setelah menyapa papa mertuanya. "kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Rico masih dengan senyum lebarnya.


"Jadi Rico yang di maksud leonard untuk meeting siang ini. "kesal sheila yang sangat tidak suka dengan kehadiran Rico.


" Kalian sudah saling kenal.?" tanya Leonard.


" Iya pa, aku dan sheila sudah lama kenal. Iyakan sheila?" ucap Rico seolah - olah dia adalah teman dekat sheila.


Sheila tak menjawab meliankan langsung berdiri dan berpamitan untuk pergi ke toilet.


"Sheila kerja sama papa?" tanya Rico.


"Iya sheila jadi sekretaris pribadi saya sekarang. "mendengar itu Rico menjadi tersenyum, karna peluangnya untuk mendekati sheila kali ini semakin banyak. Rico tidak perlu alasan lagi untuk bertemu dengan sheila.


Di saat sheila telah pergi ke toilet Rachel datang dengan wajah yang tergesa - gesa.


Rashel langsung mencari keberadaan papa juga suaminya, "itu papa dan Rico." ucap rashel saat indra penghlihatannya menemukan orang yang ia cari.


Rashel meperhatikan lagi lebih jelas, ia melihat tidak ada sheila di sana. "untung aja anak haram itu tidak ikut dengan papa." ucap Rashel yang kemudian menormalkan ekspresinya dan berjalan santai menuju papa juga suaminya.


"Hai pa... "sapa Rashel begitu ia sampai di meja restoran yang di duduki papa dan suaminya.


" Rashel kamu ngapain nyusulin papa ke sini?" tanya leonard karna memang leonardlah yang memberi tahu rashel jika ia meeting dengan rico di restoran ini.


" Ya karna aku mau makan siang bareng papa dan juga mas Rico "jawab Rashel yang kemudian duduk sembari bergelayutan di tangan Rico.


" Rashel kamu apa - apan sih, kan kamu tau saya di sini dengan papa kamu itu mau meeting. Kalau ada kamu di sini aku dan papa kamu jadi ngga fokus nantinya!" kesal Rico.


" Kamu kalo mau meeting - meeting aja mas, lagian aku juga ngga akan ganggu. "jawab Rashel melepas rangkulannya sembari melambaikan tangannya pada pelayan untuk memesan makanan.


Sheila berjalan menunduk sembari melangkah malas menuju meja restoran. Sheila tidak melihat ataupun menyadari ada rashel di sana sampai saat sheila sampai di meja restoran sheila dan Rashel sama terkejutnya.


Mereka berdua sama - sama melayangkan tatapan permusuhan.


Sheila ayo duduk! "pinta lronard Mendorong kan kursi yang ada di sebelahnya. Sheila duduk dengan tatapan yang masih sama pada Rashel yang ada di depannya.


*************

__ADS_1


" Halo pak." ucap seseorang dari balik telfon.


" Iya bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang mereka?" Tanya Alexander pada orang suruhannya.


"Sudah pak. "


"Lalu bagaimana? "


"Qania Larasati adalah anak dari pak rahmat orang tua yang bapak tabrak duabelas tahun yang lalu. Dan cucunya bernama sheila lovania leonard."


" Mereka tinggal bertiga waktu itu namun setelah pak rahmat meningal perekonomian keluarga mereka anjlok. Mereka sering berpindah - pindah kontrakan dan bekerja serabutan untuk mencukupi kehidupan mereka. " jelas orang suruhan alexsander meneceritakan detail kehidupan sheila.


" Jadi benar dugaan saya selama ini sheila adalah cucu dari orang yang sudah saya tabrak duabelas tahun yang lalu." batin alexsander.


" Pak...." panggil orang suruhan Alexander.


Iya''


"Jadi bagaimana pak apa saya perlu menyelidiki lebih dalam lagi?"


"Tidak usah penyelidikan kamu cukup sampai disini. Terima kasih atas kerja keras kamu."


"Iya pak, sama - sama. "jawab orang tersebut sebelum akirnya telfon di matikan oleh Alexander.


" Maafkan saya sheila,karna perbuatan tidak bertanggung jawab saya kamu dan ibu kamu menjadi menderita. tapi saya janji saya akan menebus semua kesalahan masa lalu saya pada kamu."


"Saya akan buat kehidupan kamu jauh lebih baik dari sekarang. Saya akan lakukan apapun demi bisa menebus kesalahan saya." gumam leonard yang larut dengan rasa bersalahnya.


****************


"Menurut kamu bagaimana sheila dengan semua presentasi yang di sampaikan oleh Rico?" tanya leonard pada sheila.


Rico tersenyum lebar pada sheila sembari menunggu pujian yang akan di lotarkan sheila.


Rashel yang melihat Rico sangat senang dengana adanya sheilapun menjadi sakit hati di buatnya.


" Menurut saya masih banyak yang perlu di perbaiki oleh rico. Mengingat ini adalah rencana yang besar jadi perlu perencanaan yang matang untuk bisa menjalaninya." Rico masih saja tersenyum walaupun presntasi dan semua yang ia sampaikan tadi tidak ada satupun yang di puji oleh sehila, malahan sheila mengkritik semua rencana Rico.


Rashel mengepal tangannya kuat melihat reaksi Rico yang malah terlihat biasa - biasa saja di kritik seperti otu oleh Sheil, bukannya marah atau membantah tapi Rico malah menerima kritikan itu dengan senang hati.

__ADS_1


"Saya sependapat dengan sheila Rico, rencana yang kamu jelaskan pada saya ini cukup besar dan resiko untuk gagal juga sangat besar jadi tidak mungkin kita hanya mengandalkan lembaran-lembaran kertas seperti ini tanpa melihat sendiri bagaimana faktanya. "ucap leonard mendukung komentar sheila.


" Papa Rico kan sudah capek - capek buat ini semua pa. Harusnya papa itu dukung aa rencana rico lagian ini juga menguntungkan jugakan buat perusahaan papa."


" Rashel! "ucap Rico memperingati" kamu tidak tau apa - apa jadi jangan berkomentar seperti itu! "ketus Rico.


Rashel memelototi sheila," Lihat saja untuk kali ini saya tidak akan tinggal diam lagi sheila.Kamu sudah terang-terangan menggoda suami saya dengan semua komentar yang kamu ucapkan agar suami saya tertarik pada kamu. "batin Rashel masih dengan tatapan yang sama.


Sheila membalas tatapan tajam itu," Pasti dia merencanakan sesuatu untuk saya, saya harus waspada mulai sekarang. "batin sheila melihat tatapan penuh permusuhan Rashel kepadanya .


*****************


Xavier berjalan masuk menuju ruangan kepala rumah sakit. Tadi saat ia di kantor kakeknya tiba - tiba saja menelfon dan menyuruh xavi untuk segera datang kerumah sakit untuk melihat dan menilai sendiri bagaimana kepala rumah sakit yang baru sebelum ia dilantik dengan resmi.


Xavi sebenarnya sangat malas berurusan seperti ini tapi kakeknya menyuruhnya untuk menyelesaikan masalah yang telah ia buat. Mau tidak mau xavi terpaksa harus datang karna ini semua terjadi karna dirinya yang telah memberhentikan kerabatnya dari rumah sakit tanpa mempersiapkan penggantinya terlebih dulu.


Di sisi lain casandra juga berada di dalam ruangan kepala rumah sakit untuk mengurus kepindahannya dari rumah sakit Singapura ke rumah sakit medical center. "Terima kasih pak. "ucap casandra yang hendak keluar dari ruangan.


Casandra tidak mengetahui sama sekali jika rumah sakit tempatnya akan bekerja adalah rumah sakit milik keluarga alexsander.


Xavi membuka pintu kepala rumah sakit tanpa mengetuknya terlebih dahulu sehingga casandra yang akan keluarpun terkena pintu akibat xavi.


Sandra langsung terjatuh saat pintu tepat mengenai wajahnya.


"Auuu.... "Rintih Casandra sembari memegangi hidungnya yang terasa mengeluarkan darah.


Xavi kaget saat seseorang baru saja terluka karna ulah cerobohnya," Maaf.. Maa saya tidak sengaja. "ucap Xavi menolong wanita itu.


" Gimana sih mas kalau mau buka pintu itu hati...." casandra menghentikan omelannya saat tau orang yang telah mencelakainya adalah xavier.


"Er? "


"Ica? "


Kompak mereka yang sama - sama terkejut.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2