Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 106.perjalanan panjang


__ADS_3

Enam bulan kemudian.....


Tak terasa enam bulan sudah berlalu. Masa - masa tersulit di lalui oleh sheila perlahan - lahan sheila mrncoba menerima kenyataan jika mamanya sudah tiada.


Surat yang di berikan sandra padanya dulu membuatnya sekarang mampu melanjutkan hidupnya, walau kenyataan pahit dan sulit untuk ia percaya harus ia terima yaitu papanya.


Papa yang selama ini ia benci ternyata bukanlah sosok papa yang seburuk yang ia pikirkan. Mamanya menyembunyikan fakta jika selama ini papanya benar - benar mempedulikannya. Setiap tahun leonard mengirimkan surat ke rumah lamanya di bandung dengan harapan jika anak tersayangnya akan membacanya dan bisa menemuinya tapi karna mamanya yang saat itu masih sangat sakit hati dan tidak ingin kehilangan putrinya mamanya malah menyuruh orang yang membeli rumahnya itu untuk membuang surat - surat yang di kirimkan leonard setiap tahun. Qania juga berpesan untuk tidak memberitahu siapapun termasuk leonard tentang keberadaannya.


Kecewa mungkin iya, tapi mau bagaimanapun sheila juga tidak menyalahkan mamanya karna baginya orang yang paling salah dalam hidupnya adalah papanya, papanya masih tetap ia benci walaupun sudah jelas jika papanya tidak pernah melupannya sebagai anak kandung dari dirinya.


Tok....tok..tok


"Permisi buk, ada yang ingin bertemu dengan ibuk! "Bela, sekretaris sheila masuk kedalam ruangannya mengacaukan semua yang ia pikirkan.


" Suruh orang itu masuk!" jawab sheila yang di angguki oleh bela.


Banyak hal yang berubah di keluarga alexsander selama enam bulan ini. Xavier yang saat ini sedang sibuk mengurusi urusan kematian Frans bersama sandra karna pelaku perampokan itu telah di temukan namun sayang perampok itu juga tidak tau siapa yang menyuruh mereka untuk membunuh frans.

__ADS_1


Sedangkan dirinya sekarang menjadi pimpinan cabang perusahan yang dulunya di pegang oleh stiven. Untuk melupakan kesedihan yang dirasakan sheila opa alexsander menyuruh sheila untuk memimpin perusahan yang dulu di serahkan olehnya pada stiven. Opa alexsander menjelaskan bagaimana bisa stiven di keluarkan dari perusahaan tersebut. Setelah mendengar penjelasan opa alexsander sheilapun akirnya mau menerima tawaran opa alexsander.


Tepukan tangan terdengar diiringi dengan langkah kaki yang masuk kedala ruangannya.


"Waw.... Bagaimana rasanya menjadi pimpinan di perusahaan yang harusnya milik saya?"Stiven mengelilingi ruangan sheila untuk merecoki pekerjaan sheila.hal yang selalu di lakukan stiven selama sheila menjabat di perusahaan ini.


Sheila menatap stiven dengan tatapan dingin, sheila tau jika pria itu tidak akan pergi walaupun ia bicara.


" Teryata kematian ibu kamu sangat bermanfaat ya, selain seluruh perhatian keluarga teralihkan pada kamu perusahaan yang harusnya milik saya juga di wariskan pada kamu. "


Stiven mengambil foto mama sheila dari atas meja kerja sheila lalu dengan sengaja stiven menjatuhkannya ke atas lantai.


Sheila menjadi naik pitam, sheila tidak masalah jika stiven mengganggunya dengan kata-kata kasar bahkan menghinanya sekalipun tapi sheila tidak bisa tinggal diam jika stiven sudah menyinggung bahkan mengolok mamanya seperti ini.


Sheila berjongkok mengambil foto mamanya dari pecahan kaca bingkai foto yang membalut fota mamanya. Air mata sheila terurai begitu melihat foto mamanya hancur seperti ini.


"Saya sudah cukup diam kamu perlakukan seperti ini setiap hari selama saya menjabat di perusahan ini. Saya masih menghargai kamu karna kamu adalah anak dari opa alexsander. tapi kali ini saya sudah tidak bisa bungkam lagi saya akan mengadukan semua perbuatan kamu pada opa alexsander. "ucap sheila dengan oenuh penekanan.

__ADS_1


" Kamu mengancam saya?"


Sheila berdiri dan menatap stiven dengan sangat tajam," Saya tidak hanya mengancam tapi saya akan mengatakannya sekarang juga. Orang seperti kamu tidak pantas untuk saya toleri lagi. Diam saya hanya akan mrmbuat kamu semakin menjadi.


"Makan malam kali ini akan membuat kamu di hakimi oleh para keluarga, jadi persiapkan diri kamu! "


Sheila sebenarnya tau jika selama ini stiven sangat menginginkan perusahan yang sudah ia kembangkan ini menjadi miliknya. Selama perusahan ini di tangan sheila perusahan yang dulunya tidak pernah di lirik investor kini menjadi banyak di minati bahkan banyak investor - investor dari perusahaan besar berinvestasi. Melihat pencapaian yang di lakukan sheila itulah yang membuat stiven ingin merebut kembali perusahaan itu dari sheila. Berbagai cara di lakukan stiven agar perusahaan itu kembali kepadanya. Pencurian data perusahaan, mengagalkan meeting dengan para investor bahkan stiven juga menyebarkan fitnah pada para karian dan investor tentang sheila.


Stiven memelototi sheila atas ancaman yang di layangkannya. "Saya akan membuat hidup kamu serasa di neraka jika kamu melakukan itu! "


"hidup saya memang sudah serasa di neraka semenjak mama saya meningal.jadi lebih baik sekarang kamu pergi dan pikirkan nasib kamu nanti malam!"


Stiven mendengus kesal lalu keluar dari ruangan sheila.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2