
" Rico." panggil tari begitu Rico masuk kedalam rumah.
" Mama, kok duduk di sini?" heran rico karna mamanya itu duduk di ruang tamu sendirian.
Tari tudak menghiraukan pertanyaan anaknya itu," Apa yang sudah kamu lakukan pada rashel?"
Rico memutar matanya, ternyata Rashel sudah mengadu pada mamanya. "Pasti Rashel sudah mengadu yang tidak - tidak pada mama ya?" ucap Rico yang kemudian ikut duduk.
"Rashel tidak mengadu apapun pada mama, ia hanya mengeluhkan hubungannya dengan kamu Yang saat ini sedang rengang."
"Itu karna kesalahan dia sendiri ma." ucap Rico sembari memalingkah wajahnya kesana - kemari.
"Udahlah ma mungkin emang ini akir dari hubungan Rico sama Rashel. "sambung Rico.
" Ngga, kalian itu sudah tunangan dan sebentar lagi kamu dan Rashel akan menikah tidak bisa di akiri begitu saja."
" Lagian apa hebatnya wanita penggoda itu?" Tari menjadi emosi begitu mendengar anaknya berkata jika ia ingin mengakiri hugungannya dengan Rashel.
" Wanita penggoda?....... Tidak ada yang menggoda Rico ma." bantah Rico.
" Sudahlah Rico mama tidak mau tau hubungan kamu dan Rashel harus segera membaik. Ngerti kamu!" tegas Tari yang kemudian pergi.
"Aaaaakkkhh..... "kesal Rico, atas semua pengaduan Rashel.
***********
Sheila terbangun dari tidurnya karna merasakan hembusan nafas yang sangat dekat. Begitu sheila membuka matanya sheila terbelalak, ia melihat Xavier yang ternyata juga tertidur di sampingnya dengan posisi yang sama dengannya(posisi duduk dengan kepala yang di sandarkan ke kasur mama sheila.)
"Saya ngga nyangka ternyata di balik sifat bejat kamu, kamu juga sangat peduli dengan mama saya." batin sheila sembari memperhatikan Xavier yang tertidur.
Semalam Qania baru saja sadar, sheila sangat bahagia begitupun dengan xavi. Begitu banyak cerita di antara mereka semalam sampai - sampai membuat sheila ketiduran. Sheila tidak menyangka kalau ternyata xavi juga ikut tertidur dan tidak pulang hanya karna menunggui mamanya.
Sheila terus memandangi wajah xavier, yang terlohat sangat tampan"Dia terlihat sangat tampan bila sedang tertidur seperti ini." puji sheila.
Xavi terlihat menggerak-gerakkan matanya dengan cepat sheila kembali menutup matanya agar tidak di pergoki oleh xavier.
Xavier membuka matanya sembari memperbaiki posisi duduknya. Xavier melihat ke arah sheila juga qania yang masih tertidur pulas.
Xavierpun bangkit dan beranjak dari sana, xavier keluar dari ruang inapa qania tanpa berpamitan.
Sheila membuka matanya begitu xavier pergi, " Ternyata dia masih sama kayak jailangkung." umpat sheila karna xavier pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
Xavier berjalan menuju kantin rumah sakit untuk membelikan sarapan untuk sheila. Xavi tau pasti sheila sangat kelaparan karna kemarin ia tidak makan.
" Nasi goreng spesialnya dua ya buk! '' ucap Xavi memesan makanan di kantin rumah sakit .
" baik tuan muda. "jawab penjual tersebut yang langsung membuatkan pesanan xavi.
Xavi duduk di kursi kantin sembari memperbaiki rambut serta pakaiannya.
" Ini tuan pesanannya." ucap penjual tersebut menghampiri xavier.
Xavier mengangguk sembari menerima pesananannya.
**************
Sheila membereskan serta merapikan tempat tidur mamanya, sheila tersenyum melihat mamanya yang kini sedang bersandar dengan satu bantal di belakangnya.
"Gimana keadaan mama sekarang? "tanya sheila melihat mamanya yang masih terlihat sangat pucat.
" Mama sudah tidak apa - apa, Mama malah sangat bersyukur karna sekarang mama bisa melihat kamu lagi. "ucap Qania mengles rambut anaknya.
" sheila juga ma, sheila senang bisa melihat mama sadar dan sudah membaik seperti ini. "sheila memegang tangan mamnya sembil sesekali menyiumnya.
Qania tersenyum, melihat sheila seperti ini qania menjadi kepo dengan hubungan asmra mereka. Walaupun tadi malam qania sudah sedikit berbicang dengan xavi tapi qania masih penasaran dengan perasaan sheila pada xavi.
" Mama ingin tau bagaimana perasaan kamu pada xavi?"tanya qania lagi yang malah membuat sheila semakin bingung di buatnya.
" Apa kamu tidak tertarik dengan xavi yang sudah sangat perhatian pada kamu bahkan dengan mama juga." qania semakin memojokkan anaknya untuk segera menjawab semua pertanyaannya.
Tak lama xavi datang sembari membawa dua bungkus makanan, xavi masuk kedalaman ruangan dan membuat pandangan sheila dan qania menjadi terfokus pada xavi yang baru saja masuk.
Sheila menyengetkan keningnya, "Bukannya tadi dia sudah pergi, kenapa dia masih ada di sini?" batin sheila.
Tak berselang lama suster yang bertugas untuk merawat qaniapun masuk sembari membawakan sarapan untuk qania.
"Halo ibuk, non, tuan. "sapa suster tersebut tersenyum ceria pada ketiga orang yang berada di ruangan itu.
Xavier berjalan menuju sofa dan meletakkan makanan bawaannya di atas meja. Pandangan xavi terfokus pada suster yang membawakan makanan untuk qania.
Susuter tersebut meletakkan makanan bawaannya di atas laci kecil dekat ranjang qania.
" Selamat sarapan ibuk, semoga ibuk lekas membaik ya." ucap suster tersebut setelah meletakkan makanan bawaannya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu suster itupun keluar dari ruangan.
"Pagi tante."sapa xavier masih duduk di atas sofa.
" Kamu kenapa masih di sini, bukannya tadi kamu sudah pergi?" tanya sheila yang membuat xavi terlejut mendengarnya. Karna saat xavi meninggalkan sheil dan qania tadi mereka dalam keadaan tertidur pulas dan saat xavi tidur kemarin pun sheila dan qania juga sudah tertidur. Xavi malh menyangka jika tidak ada yang tau kalau ternyata ia ketiduran di sini.
"Kenapa kamu bisa tau kalau saya tadi pergi? "heran xavi yang membuat sheila menydari kebodohannya. Tanpa ia sadari ia baru saja mengakui jika ia sebenarnya sudah bangun sebelum xavi bangun.
" Atau jangan - jangan tadi kamu berpura-pura tidur ya, kamu pasti memandangi wajah tampan saya?" ujar xavi yang membuat sheila semakin terpojok.
Qania tersenyum simpul melihat wajah anaknya yang terlihat sangat terpojok.
"Kenapa dia menjadi ke PD an seperti ini." batin sheila yang tidak mau mengakui bahwa sebenarnya tadi ia memang memperhatikan Xavier tertidur.
"Saya benar - benar tidur tadi, lagian apa gunanya saya memperhatikan tampang be_____" seketika sheila langsung menghentikan ucapannya, karna sheila tersadar kalau ada mamanya di sini.
"Be apa sheila?" Tanya qania.
"Be..... Berutusan kayak gitu. "sambung sheila yang asal.
Xavi memutar matanya begitu mendengar ucapan sheila tentang wajahnya.
Xavier membuka satu bungkus nasi goreng yang ia beli tadi, xavi mengambil sedok lalu berdiri dan duduk di kursi samping sheila dekat denhan brankar qania.
Xavi menyendok nasi goreng tersebut kemudian mengarahkan sedokannya itu pada sheila.
Melihat tingkah xavi membuat sheila lagi-lagi mengerutkan keningnya ia tidak mengerti dengan maksud xavier saat ini.
"Apa? "tanya sheila sedikit ngegas pada xavier.
" Dari kemarin kamu belum makan pasti sekarang kamu laparkan?" ucap xavi sembari menyodorkan kembali suapannya.
" Saya memang lapar tapi tidak perlu di suapkan seperti ini, saya punya tangan saya bisa makan sendiri. "ucap sheila merebut sendok tersebut dari xavi.
Bukannya melepaskan sendoknya xavi malah menahannya dengan kuat dan membuat mereka saling adu tatap.
" Biar saya yang munyuapi kamu!" ucap xavi masih dalam tatapan yang sama.
.
.
__ADS_1
Bersambung