Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 90.berbaikan


__ADS_3

Sandra mengajak sheila untuk bicara di kantin rumah sakit karna tidak enak jika mereka berbicara di dalam ruangannya.


Sheil dan sandra dalam keadaan canggung saat ini mereka saling berpandangan namun dengan pikiran dan kehawatiran yang berbeda.


"Sheila soal telfon kemarin"


"Iya soal telfon kemarin, "potong sheila.


Sandra mengerutkan keningnya saat sheila tiba - tiba memotong pembicaraannya.


" Saya butuh penjelasan dari kamu soal maksud dari perkataan kamu pada mas xavi kemarin. "


" Perkataan apa?" tanya sandra pura - pura tidak tahu.


" Mengungkap kematian frans? Apa yang salah dengan kematian frans? Sudah jelaskan kalau frans meninggal karna di bunuh oleh perampok yang merampok rumahnya, dan sekarang oerampok itu juga sedang di buru oleh polisi. "


"Kenapa sheila malah terlihat sangat ingin tahu soal kematian frans dan ia juga bersikeras kalau frans mati di bunuh oleh perampok, apa jangan - jangan sheila memang terlibat?" batin sandra menatap sheila penuh selidik.


"Tidak usah mencurigai saya seperti itu, saya tidak terlibat dalam apapun yang menyangkut kematian frans. Saya dan frans sudah seperti kakak adik jadi tidak mungkin saya berbuat hal buruk pada kakak saya sendiri. !" tegas sheila karna jelas sekali sandra mencurigainya.


Sandra mengalihkan pandangannya, berhenti menatap sheila.


" Kamu belum jawab pertanyaan saya!"


" Saya hanya asal bicara kemarin, saya hanya mengikuti berita yang viral dan membahasnya dengan xavi jadi tidak usah di pikirkan. "


"Saya yakin sandra bukan asal bicara kemarin, pembicaraan mereka sangat serius jadi tidak mungkin jika hanya pembahasan biasa." batin sheila.


"Saya harus pergi banyak pasien yang harus saya tangani!" sandra berdiri dan berjalan meninggalkan sheila.


"Kamu adik franskan?" ucap sheila yang membuat sandra menghentikan langkahnya.


Sheila berdiri dan melihat ke arah sandra yang membelakanginya.


"Frans pernah bilang pada saya kalau dia punya adik perempuan yang umurnya tidak jauh dari saya, itu kamukan? "ucap sheila.


Sandra berbalik" saya tidak mengerti apa yang kamu katakan. "ucap sandra yang kemudian pergi meninggalkan sheila.


" entah kenapa saya yakin jika sandra adalah adik frans. "


****************


" Jadi bagaimana apa kamu sudah menemukan cara untuk mencelakai qania?" tanya stiven yang saat ini sedang bertemu dengan rashel di restoran.


Rashel terdiam ia bahkan belum memikirkan cara itu karna dari kemarin ia hanya sibuk menelfoni rico agar rico bisa kembali ke rumah bersamanya.


" Gila film tadi itu seru banget, teror yang di lakuin pisikopat buat para penjahat itu mati ketakutan. "


"Iya filmnya seru banget pantesan bisa masuk film tertop. "


Dua gadis yang sedang bercerita di meja samping rashel membuat rashel menemukan ide untuk qania.


"Rashel! "panggil stiven karna rashel yang tidak mendengrkannya.


Rashel beralih melihat stiven," saya sudah tau bagaiamana cara agar qania bisa menderita. "ucap rashel dengan senyum sinisnya.


" Rencana apa?"


"Teror,kita teror qania sampai membuatnya mati ketakutan dengan begitu pasti kondisi kesehatannya akan menurun."


"Rencana yang sangat tepat, saya ngga nyangka ternyata otak kamu benar-benar sangat licik. "


Rashel berdiri, "cari orang yang bisa di jadikan penghianat di dalam rumahnya agar kita tidak perlu keluar masuk ke rumah itu!. Ucap rashel menatap stiven.

__ADS_1


" Saya yang harus mencarinya?


" Lalu siapa lagi?"


"Saya sudah mau bekerja sama dengan kamu bahkan sudah memikirkan ide licik supaya kemauan kamu terwujud."


Stiven mendengus karna ucapan rashel.


" Saya harus ke kantor rico untuk membujuknya supaya dia kembali ke rumah. "


" jadi jalankan rencana itu dengan baik saya tidak mau rencana ini gagal lagi! Ucap rashel yang kemudian pergi.


Stiven mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu untuk ia kirimkan kepada rashel


Ting....


Bunyi notif chat dari ponselnya saat rashel baru saja keluar dari restoran.


Stiven, kenap dia mengirimkan saya chet? "ucap rashel membuka chet tersebut.


" Menangis di hadapan Rico dan berikan cake keju kesukaannya dengan begitu ia pasti akan luluh dengan kamu!"


Isi chet stiven pada rashel. Raahel tersenyum lalu melajukan mobilnya ke toko kue langganannya untuk membelikan cake untuk mencoba perkataan stiven.


**************


" Sheila! " panggil Alexander saat sheila baru saja kembali dari rumah sakit.


" Iya opa, ada apa? "


"Apa kamu sibuk hari ini?"


Sheila tersenyum mendengar pertanyaan opanya, "Sheila mau sibuk apa opa semuanya di sinikan sudah di kerjakan oleh para maid malahan sheila tidak tau akan melakukan apalagi di rumah sebesar ini."


" Kemana opa? "


" Ikut saja, kita akan meliht proyek pembangunan yayasan. "


" Yayasan? "


" Iya opa berencana membuat yayasan untuk membantu orang - orang tidak mampu. "


.


.


.


Lima belas menit perjalanan akirnya mereka berdua sampai di tempat pembangunan yayasan yang sebentar lagi akan selelsai .


" Ini besar sekali opa. "


"Iya opa sengaja membeli lahan besar ini dan membangun yayasan ini di sini agar banyak orang yang bisa opa bantu. Ya semoga saja dengan ini opa bisa menebus kesalahan opa dulu."


Sheila mengerutkn keningnya,


"kesalahan apa opa?"


"maksud opa, kesalahan yang mungkin tidak opa sadari." jawab alexsander gelagapan karna ulahnya yang salah bicara.


Sheila mengangguk tanpa menaruh curiga sedikitpun pada alexsander.


"Opa mau kamu yang meresmikan yayasan ini nanti ketika semua ini sudah selsai."

__ADS_1


"Kenapa harus sheila opa?"


"Karna seharusnya memang kamu sheila, ini salh satu cara saya menebus kesalahan yang sudah saya buat. "batin alexsander menatap sheila.


" Karna opa percaya pada kamu." jawab alexsander


**************


" Sayang" rashel berlari dan langsung memeluk Rico ketik ia sampai di kantornya.


"Lepaskan saya! "ucap Rico mendorong rashel menjauh darinya.


Rico merapikan jas dan bajunya yang berantakan akibat pelukan rashel.


" Ada apa kamu ke sini lagi, saya sudah bilangkan jangan pernah temui saya lagi!" sinis rico.


Rashel terus menunduk, rashel mempersiapkan air mata jntuk bisa meluluhkan hati Rico.


Mendingan sekarang kamu pergi sebelum saya usir dengan paksa! "ucap rico masih didiami rashel.


" Hiks.. Hiks... Hiks" tangis rashel mulai pecah rashel menaruh begitu saja cake yang ia beli di atas lantai rashel menjatuhkan tubuhnya. Rashel memegang kaki rico sambil terus menangis.


"Mas... Aku minta maaf, aku tau perbuatan aku kemarin memang menyakiti kamu tapi kamu pasti taukan alasan aku melakukan itu pada kamu."rashel mendongak menatap rico dengan matanya sembabnya.


"Aku hanya ingin menjdi istri yang sempurna untuk kamu mas... Hiks... Hiks.. Hiks"sambung rashel yang terus menangis.


" Aku.. Hiks.. Hiks.. Aku juga mau sepeti istri - istri yang lain. Di sayangi, di cintai dan dimanja oleh suaminya. Hanya itu mas hikss.. Hiks... "


"Aku.. Hikss... Hiks... Hiks... "


"Sudah sudah rashel cukup saya tidak bisa melihat kamu memohon dan menngis seperti ini. "Rico berjongkok dan mengangkat rashel untuk bangkit, ia tidak mau iatrinya terus memohon seperti itu kepadanya.


" Kamu memaafkan akukan mas?" tanya rashel menatap Rico dengan air mata yang masih membasahi wajahnya.


" Kamu akan pulang kerumahkan?" rico tidak menjawab pertanyaan rashel.


"Mas! Kamu pulangkan? "ganya rashel lagi yang masih di diami rico.


" Kalau kamu tidak pulang aku akan memohon lagi sampai kamu mau pulang kerumah." ancam rashel yang hendak kembali berjongkok.


Rico mrnhn rashel untuk tidak berjongkok lagi," iya iya saya sudah memaafkan kamu dan saya akan pulang ke rumah." jawab rico yang membuat rashel tersenyum.


" Ternyata perkatan stiven benar, rico benar - benar luluh dengan air mataku. "batin rashel yang kemudian memeluk Rico.


" Makasi mas, aku sayang sama kamu. I love you." ucap rashel namun tidak di balas oleh rico.


Rico melepas pelukan rashel," sudahkan saya sudah memaafkan kamu. Lebih baik sekarang kamu pulang karna saya akan bekerja! "


" Tunggu dulu!" ucap rashel mengambil bingkisan cake yang ia biarkan tergeletak di lantai. "Aku akan pulang kalau kamu mau memakan ini bersama aku." ucap rashel. Mengeluarkan cake keju kesukaan Rico.


Rico tersenyum melihat cake kesukaannya.


"Yasudah aku akan makan cake ini bersama kamu. "jawab Rico yang terlihat jika moodnya kembali membaik hanya karna melihat cake kesukaannya.


"Thank you stiven, berkat kamu hubungan saya kembali membaik dengan rico." batin rashel menyusul rico duduk di atas sofa ruang kerjanya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2