
" Kakek....." anak kecil itu memanggil manggil kakeknya. Anak itu tidak tau sedang berada dimana dia sekarang. Semuanya gelap. Anak itu tidak bisa melihat apapun.
"Kakek!! "anak itu terus berjalan enath kemana semabari meraba-raba.
Gadis kecil itu menangsi, ia sangat takut berada di tempat gelap seperti ini sendirian.
" Kakek sheila takut kek!" anak itu terus menangis berharap jika kakeknya akan datang membantunya.
" Kakek sheila takut kek. Sheila ngga mau sendirian di sini! "gadis kecil itu terus menangis dengan menutup kedua matanya dengan tangan.
Hiks.. Hiks.. Hiks...
Gadis kecil itu terus menangis tersedu - sedu di tempat yang dia sendiri tidak tau di mana itu.
" Sheila." suara lembut tiba - tiba terdengar oleh sheila.
Dengan segera Sheila membuka matanya, dan melihat ke sumber suara. "kakek!" ucapnya tersenyum pada seorang pria tua yang tak lain adalah kakeknya.
Pria itu bersinar sangat terang membuat sheila melihat jelas wajah pria tersebut.
"Kekek sheila rindu sama kakek. "ucap gadis kecil tersebut memeluk pria tua itu.
Pria tua itu tersenyum, sembari mengelus rambut cucunya," Kakek juga sheila. "jawabnya.
Sheila melepas pelukannya, kemudian mencubit kakeknya itu," Kalau kakek rindu sama sheila kenapa kakek ngga pulang. "ucapnya dengan wajah marah.
Kakek jahat kakek pergi ngga ngajak sheila," gadis tersebut mendekapkan kedua tangannya. "Kakek ngga sayang lagi sama sheila." ucapnya memanyunkan mulutnya dan enggan melihat pria tua itu.
Pria tua tersebut berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis kecil tersebut. "Kakek sayang sekali pada sheila." ucapnya mengelus puncak kepala cucunya itu.
Kakek selalu merindukan sheila, kakek ingin sekali selalu berada di dekat sheila tapi..... "
" Tapi apa kek?" tanya gadis kecil tersebut memegang tangan kakeknya.
" Kakek ngga mau pulang sama sheila ya? "
" Kakek mau ninggalin sheila lagi?" gadis kecil itu kembali berkaca-kaca.
" Maafkan kakek sheila, kita tidak bisa bersama - sama lagi!"
__ADS_1
"Kamu harus janji pada kakek, kamu akan menjaga mama kamu dengan baik! "
"Sheila ngga bisa jaga mama tanpa kakek. "gadis kecil tersebut kembali meneteskan air mata. Ia memegang erat tangan kakeknya agar kakeknya itu tidak pergi lagi.
" Maaf sheila kakek harus pergi, kamu harus tumbuh menjdi gadis yang baik dan kuat." ucap pria tua itu sebelum pergi.
Pria tua itu melepas tangan sheila dari tangannya.
"Kakek.... "
" KAKEK!" Gadis kecil tersebut berteriak mengejar kakeknya yang perlahan- lahan menghilang.
"KAKEK! "Teriak gadis kecil tersebut sebelum akirnya ia terbangun.
Xavier masuk kedalam kamar saat sheila sedang menangis di tepi ranjang kamar karna teringat dengan mimpi masa kecilnya itu. Sheila tiba - tiba saja teringat dengan mimpi buruk sekaligus perpisahan terakirnya dengan kakeknya itu saat ia tidak sengaja menjatuhkan foto ia kakek dan juga mamanya di atas meja riasnya.
Dengan cepat sheila segera mengusap air matanya." Kamu sudah pulang Mas?" tanya sheila namun di abaikan oleh xavier. Ia masuk kedalam kamar mandi tanpa mempedulikan pertanyaan sheila.
"Pastia dia kesal dengan kejadian di halaman belakang tadi. "batin sheila yang merasa bersalah." Hrusnya saya tidak bicara dengan Rico tadi. Harusnya saya menolak, pasti salah paham seperti ini tidak akan terjadi. "batin sheila menyalahkan dirinya.
Saat sheila pergi tadi sheila tidak sengaja melihat xavier dan stiven berdiri di depan pintu halam belakang tempatnya dan Rico bicara tadi. Dari situlah sheila yakin pasti xavier dan stiven melihatnya dan Rico berpelukan tadi.
*************
" Rashel kamu denger mamakan?" bentak Helen karna dari tadi Rashel hanya diam.
" Iya aku denger ma, ini aku lagi mikir gimana caranya nyingkirin anak haram itu." jawab Rashel.
"Untuk kali ini kita ngga bisa gegabah ma, status dia saat ini itu bukan wanita miskin yang ngga punya kekuasan lagi."
"Kalau kita ngga mikir mateng-mateng buat bales dia, kita sendiri yang akan kena imbasnya. Belum lagi kalau keluarga alexsander sudah ikut campur abis kita ma. "jelas Rashel yang juga bingung akan membalas apa atas kelakuan adik tirinya itu.
" Lalu kita harus ngelakuin apa Rashel. Mama ngga mau ya kalau dia menguasai papa kamu."
" Aku juga ngga mau ma. Mau bagaimanapun harta papa harus jatuh ke tangan aku semuanya. "jawab rashel.
Untuk saat ini kita biarin aja dulu dia ngerasa menang dari kita.
" Tapi sampai kapan rashel?"
__ADS_1
'' Sampai kita nemuin cara untuk ngebales dia ma." helen merasa sangat kesal dengan situasi sekarang ini. Rasanya helen ingin menjambak dan membunuh anak tirinya itu sekarang juga supaya hidupnya bisa aman kembali.
****************
Sheila dan xavier saling membelakangi saat tidur. Mereka bedua sibuk dengan pikiran masing - masing.
"Apa yang sebenarnya di lakukan sheila dengan Rico tadi?"
"Apa benar itu hanya jebakan Stiven?"
"Tapi kenapa bisa itu terjadi, sebenarnya ada hubungan apa sheila dan Rico? "
Pikir xavier yang sangat terganggu dengan pemandangan yang ia lihat tadi. Bayangan saat sheila rico berpelukan terus terlintas di otaknya.
Ingin bertanya tapi rasa genggsi selalu menghalanginya. Ia tidak mau jika nantinya ia bertanya sheila malah mengira hal yang tidak- tidak.
Sheila berbalik memperhatikan xavier yang terlihat belum tidur.
"Apa dia masih marah karna kejadian tadi sore? "pikir sheila yang masih merasa tidak enak pada xavi. Mau bagaimanapun xavier berhak tau tentang kejadian yang sebenarnya agar tidak terjadi fitnah nantinya.
" Mas..." ucap sheila. Sejak mereka menikah xavier mewajibkan sheila untuk memanggilnya dengan sebutan mas. Itu ia lakukan agar orang-orang di rumahnya tidak ada yang curiga jika pernikahan mereka ini hanyalah untuk keuntungan sheila dan juga tanggung jawab xavier karna sudah tidak sengaja melecehkan sheila.
Xavier tidak menjawab, entah kenapa ia merasa malas berbicara dengan Sheila setelah melihat sheila berpelukan dengan Rico tadi.
"Dia masih marah. "batin sheila lagi.
" Masalah tadi sore itu ngga seperti yang kamu pikirin mas. Aku dan Rico ngga punya hubungan apapun. "
" Saya dan Rico hanya bicara sebentar tapi ketika saya akan pergi saya malah jatuh dan Rico membantu saya, Hanya itu saja. "jelas sheila menatap pungung xavier. Bahkan setelah semua penjelasannya itu xavier tetap saja diam dan tidak berbalik untuk melihatnya.
Sheila menghela nafas panjang," Saya harap kamu bisa memaafkan saya mas. "ucap sheila sebelum akirnya ia membelakangi xavier untuk segera tidur.
Xavier melihat ke arah sheila sebentar," Kenapa saya merasa kamu tidak menjelaskan semua kejadiannya pada saya."batin xavier.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung