Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 82.Berkebun


__ADS_3

Xavi duduk di dalam mobilnya dengan Daniel yang mengendarai mobil. Dari tadi xavi memikirkan cara untuk membalas dendam pada Helen dan Rashel atas perbuatan yang mereka lakukan pada istri dan keluarganya.


Xavi tiba - tiba saja mendongak dan tersenyum sinis, "Daniel!" ucap xavi memanggil sekretarisnya itu.


"Iya tuan muda, "jawab Daniel melihat xavi dari kaca spion.


" Lakukan pembalasan dendam pada helen hari ini. Saya ingin dia mendapatkan pembalasan secepat mungkin dari apa yang telah ia perbuat."


Daniel mengerutkan keningnya, mendengar xavi yang tiba - tiba membicarakan pembalasan dendam pada helen, mama tiri sheila. " Tapi dengan cara apa tuan muda? "tanya daniel ingin xavi memperjelas rencananya itu.


" Sebarkan aib helen terlebih dahulu agar ia malu. Saya tau aib terbesar yang dia sembunyikan selama ini." jawab xavi tak lepas dari senyum sinisnya.


Daniel menaikkan satu alisnya, lalu mengangguk begitu xavi menjelaskan rencananya itu.


Daniel sedikit tertawa melihat xavi yang sangat bersemangat membalas dendam pada ibu tiri sheila.


" Kenapa kamu tertawa?" tanya xavi meliht deretan gigi daniel.


"Saya lihat semakin hari tuan muda semakin perhatian dan peduli dengan nona sheila, apa...tuan muda sudah jatuh cinta pada nona sheila? "tanya daniel menyelidik.


" Apa yang kamu bicarakan, saya seperti ini karna saat ini sheila sedang mengandung. Saya ingin membuat dia bahagia itu saja."


" Mengandung? Mengandung anak tuan muda begitu?" tanya Daniel terkejut dengan berita yang di katakan xavi.


"Saya belum tau pasti tapi feling saya bilang kalau itu memang anak saya karna usia kandungan sheila sudah menginjak enam minggu."


'' Dan itu artinya sheila hamil sebelum kami menikah. "sambung xavi.


****************


Helen menunggu anaknya di restoran yang telah mereka janjikan tadi. Helen menyuruh Rashel ke sini untuk menyelesaikan masalah kehamilan Rashel.


" Mama.. ." ucap Rashel yang langsung memeluk Helen begitu ia sampai.

__ADS_1


Helen membalas pelukan anaknya, lalu menyuruh Rashel untuk duduk.


"Gimana ma apa mama udah nemuin cara untuk masalah aku ini? "tanya Rashel.


Helen mengangguk lalu mengambil sesuatu dri dalam tasnya." Kasih ini pada minuman Rico! "ucap helen yang mendapatkan tatapan penuh tanya dari rashel.


" Apa ini ma? "


" Obat perangsang, masukkan ini kedalam minuman Rico dalam jumlah banyak. Mama yakin setelah ia meminum ini dia ngga akan bisa nolak untuk tidak menyentuh kamu."


Rashel tersenyum" dan setelah itu kita bisa memutar balikkan fakta jika anak dalam kandungan aku ini adalah anak Rico."


" Maam... Mama pinter banget. Mama memang segalanya buat aku. Makasi ya ma" ucap Rashel kembali memeluk mamanya.


"Iya sayang, mama akan selalu ada di samping kamu apapun yang terjadi mama akan ngelindungin kamu supaya kamu bisa bahagia. "


*************


Sheila sangat bosan berada di dalam kamarnya. Entah apa yang merasuki xavi sampai - sampai menyuruhnya untuk beristirahat dan tidak boleh melakukan apapun selain tidur.


Sheila berjalan - jalan di dalam rumah yang sepi. Ya semua orang saat ini pergi mengurus urusan mereka masing - masing. Tidak ada orang yang bisa di ajak sheila untuk bicara. Sheila ingin sekali keluar rumah pergi ke rumah mamanya atau berjalan untuk sekedar menikmati udara segar tapi xavi sudah mewanti - wantinya untuk tidak keluar rumah bahkan ia menyuruh satpam rumah untuk memastikan sheila tidak keluar rumah. Sikao xavi itu membuat sheila semakin tidak suka dengannya. Ia serasa di kekang dan tidak bisa melakukan apa - apa tanpa seizinnya. Kalau tau seperti ini mungkin sheila tidak akan mau menerima tawaran xavi untuk menikah. Sheila sangat menyesal dengan keputusannya itu. Toh ia juga tidak bisa membalas dendam pada mama tirinya dengan tangannya sendiri.


Langkah sheila berhenti saat sampai di taman belakang rumah. Sheila melihat alexsander sedang menanam pohon juga beberapa bunga di dalam taman.


Tanpa sengaja sheila tersenyum melihat opa xavi mengurus semua tanaman dengan sangat telaten. Melihat itu sheila jadi teringat dengan kakeknya yang juga suka berkebun.


Sheila berjalan menghampiri alexsander yang masih sibuk dengan tanamannya. "Opa.." ucap sheila tersenyum pada alexsander.


"Sheila. "ucap Alexsander yang kemudian berdiri.


Sheila melihat tanaman alexsander " opa suka berkebun? "tanya sheila melihat tanaman yang di tanam opanya tumbuh dengan subur.


" Yaa begitulah... ,untuk mengisi waktu supaya tidak bosan. Kamu lihat sendirikan sekarang tidak ada orang yang bisa di ajak bicara di rumah ini semuanya sibuk dengan urusan mereka masing - masing."

__ADS_1


"Sepi, sunyi, diam tidak ada yang menarik dari rumah ini. Ini satu - satunya pelampiasan saya agar bisa betah berada di sini." sambung alexsander.


Alexander berjongkok untuk meneruskan berkebunnya, di ikuti oleh sheila yang juga ikut berjongkok.


"Kamu sendiri bagaimana bukannya kemarin kamu bekerja?" tanya alexsander.


"Sekarang sudah tidak lagi opa, xavi melarang saya untuk bekerja setelah kejadian kemarin. "alexsander mengangguk.


"Tapi opa... "alexsander melihat ke arah sheila" sekali lagi sheila berterima kasih sama opa karna berkat opa semua orang bisa percaya lagi sama sheila. "


Iya sheila, tidak usah berterima kasih lagi. Kamu sudah op anggap sebagai cucu opa semdiri jadi tidak usah merasa tidak enak seperti ini." ucap Alexsander tersenyum ke arah sheila.


Sheila ikut tersenyum, baru kali ini ia melihat alexsander bisa tersenyum ramah kepadanya seperti ini. Orang yang ia sangka tidak menyukainya ternyata malah menjadi penyelamat di sat ke adaannya sedang terpuruk. Melihat perlakuan alexsander seperti ini membuat sheila jadi merasa jika alexsander adalah pengganti kakeknya yang selama ini ia rindukan.


Kamu tidak melakukan apa - apakan? "tanya alexsander.


" Ngga opa,"


" Yasudah kalau begitu lebih baik kita berkebun dari pada kamu berjalan - jalan tidak jelas di rumah ini." ajak alexsander.


Sheila mengangguk," iya opa, sheila harus ngapain nih? "tanyanya.


" Kamu ambil bibit tanaman yang ada di sana biar kita bisa menatanya di sini!" tujuk alexsander ke arah bibit tanaman yang cukup jauh dari jangkauannya.


Sheila mengambil bibit tersebut lalu memberikannya pada alexsander.


Dari balik jendel stela yang tidak sengaja melihat sheila dan suaminya itu malah menjadi semakin tidak suka dengan sheila. Entah apa yang telah di pakai oleh sheila sampai - sampai semua orang yang ada di rumah ini suka padanya dan selalu berpihak pada sheila.


"Lihat saja kamu sheila, kali ini saya tidak akan tinggal diam lagi. Kamu sudah berani mencuci otak suami saya sampai dia membela kamu dan bahkan sekarang kalian dekat seperti ini. "gumam stela menatap sinis ke arah sheila yang sedang tersenyum bahagia menikmati harinya berkebun dengan alexsander.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2