Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 51.Malam pertama


__ADS_3

Malam ini adalah malah pertama Rashel dan Rico. Rashel sudah siap dengan pakaian seksi serta riasan menggoda di atas ranjang menunggu rico untuk keluar dari kamar mandi hotel. Ya selesai resepsi pernikahannya Rashel dan Rico langsung pergi ke hotel yang sudahdi pesankan oleh mamanya.


Ceklek...


Suara pintu kamar mandi terbuka, Rashel bersiap-siap dengan posisi terhotnya di atas kasur sembari tersenyum melihat ke arah pintu kamar mandi menunggu rico untuk keluar.


Rico keluar dari kamar mandi dengan pakaian feshionnya, jelas saja melihat itu Rashel langsung bangkit dan berjalan ke arah rico.


Rashel memeluk Rico dari belakang, "Kamu mau kemana sayang ? "tanya Rashel melihat Rico yang berpakaian seperti ini seolah - olah Rico akan pergi.


Rico melirik Rashel sekilas kemudian melepas pelukan Rashel," Kamu pikir saya saya mau malam pertama dengan kamu..... "ucap Rico melihat Rashel dari atas sampai bawah." Sesexsi atau secantik apapun kamu saya tidak akan pernah mau malam pertama dengan kamu. "ucap Rico.


Hati Rashel seakan - akan hancur saat ini begitu mendengar ucapan lantang yang menyakitkan dari Rico seperti ini.


" Sampai kapanpun saya tidak akan pernah menyentuh kamu...." sambung Rico yang kemudian mendorong tubuh Rashel untuk memberi jalan untuknya keluar dari kamar hotel.


Jatung rashel seolah berpacu tak beraturan, butiran bening berulang kali jatuh dari matanya.


" Tega kamu Ric, tega kamu ninggalin aku di malam pertama kita seperti ini. "batin Rashel yang masih bungkam dan masih tidak percaya dengan apa yang ia alami ini.


Rashe terdududuk di atas lantai sembari meratapi nasibnya saat ini, semua usahanya tak di hargai oleh rico.


" Kurang hajar... Aaaaaaaakkkkkhhhh." pekik Rashel yang merasa sangat hancur saat ini.


***************


Rico memarkir mobilnya di Bar langganannya. Rico memilih untuk bersenang - senang di bar dari pada harus menghabiskan malam bersama Rashel, wanita yang sudah membuatnya jauh dari wanita idamannya.


"Hay bro. "sapa menejer bar begitu Rico datang.


" Setelah sekian lama ngga kesini akirnya kamu ke sini juga. "ucapnya.


Rico tersenyum," Siapin seperti biasa ya dan jangan lupa pilihkan saya wanita tercantik dan terhot malam ini...... Dan satu lagi satu kamar VVIP untuk saya! "ucap Rico yang di acungi jempol oleng menejer tersebut.


" Siap bro saya pastikan servis malam ini akan menyenangkan untuk kamu." ucap sang menejer yang di angguki oleh Rico.


Setelah mengatakan itu Ricopun berjalan menuju ruang VVIPnya sembari menunggu semua wanita yang menemaninya untuk bersenang-senang.


************


Stiven tepar di dalam ruangan VVIP pesanannya dengan berbotol - botol alkohol di atas meja. Para wanita yang menemaninya telah pergi melanjutkan job mereka ke ruangan lain.

__ADS_1


'' Saya pasti.... Akan menghancurkan kamu Xavu! "gumam Stiven tang terkapar di sofa bar.


Tak lama Stivenpun tertawa dengan kerasnya,sembari menyebut nama sheila.


" Sheila.... Sheila..... Kamu itu hanya wanita kampung yang sok kuat dan sok polos di depan semua orang."


" Stiven menunjuk - nunjuk tak tentu arah, Kamu pikir saya tidak tau siapa kamu, kamu itu anak haram... Hahaha"pekik Stiven tertwa seperti orang gila.


"Sheila.... Sheila saya pastikan kamu juga akan hancur."


"Kamu akan hancur...."


"Saya akan buat kamu dan xavi bercerai. "


Ucap Stiven lagi, entah berapa botol alkohol yang ia habiskan sampai otaknya seperti itu. Stiven tertawa marah bahkan menangis senfiri di sana. Stiven terligat seperti orang gila sungguhan.


**********


Rashel bangkit begitu merasa cukup untuk meratapi semua ucapan menyakitkan dari Rico tadi. Rashel membuka lemari kemudian memilih baju dres selutut tanpa lengan untuk ia kenakan.


"Kamu pikir kamu saja yang bisa bersenang - senang? "ucap Rashel melihat dirinya di cermin.


'Ngga Ric.... Aku juga akan bersenang-senang tanpa memikirkan ucapan kamu tadi."


"Lets go baby "ucap Rashel begitu ia telah naik ke dam mobil.


Rashel melajukan mobilnya dengan sangat kencang, tujuannya kali ini adalah bar. Bar adalah satu-satunya tempat untuk ia bisa menghapuskan semua ucapan Rico padanya tadi. Bar juga tempat untuknya bersenang - senang dan melepaskan sakit hatinya.


Bukh..


Rashel menutup pintu mobilnya kemudian masuk kedalam bar. Sesampainya di dalam rashel langsung memesan tiga botol alkohol untuk di antarkan ke mejanya.


Rashel menuangkan satu alkohol ke dalam gelas kemudian meminumnya. "satu gelas sebelum menuju alam kebahagian." ucap Rashel.


Rashel kembali menuangkan alkohol kedalam gelas, "dua gelas alkohol untuk melupakan semua ucapan kamu sayang." ujar rashel sembari tertawa.


Rashel terus menuangkan alkohol kedalam gelasnya, Rashel meminum alkohol tersebut tanpa jeda. Rashel tertawa sembari menyebut nama Rico.


"Rico i love you so much. "gumam rashel sembari menyilangkan jarinya membentuk gaya kekinian ala korea.


" Rico, sayang.... Hany.... My love" ucap Rashel terlungkup di atas meja sembari menatap nanar ke sebuah ruangan.

__ADS_1


"Kamu.... Akan cinta sama aku sayang. Dan tika akan menghabiskan malam yang panjang...... "ucap rashel yang merasa kepalanya amat sakit sekarang.


Uwekk...


Rashel merasa sangat mual, pandangannta juga kabur. Rashel berjalan tanpa arah untuk bisa sampai ke toilet.


Rashel berjalan sembari memegangi kepalanya yang terasa amat berat. Rashel berhenti di sebuah ruangan yang ia yakini jika itu adalah toilet.


Ini pasti toilet. "gimam rashel yang langsung membuka pintu ruangan tersebut.


Gedubrak


Sontak bunyi berisik tersebut langsung membuat Stiven tesentak kaget dan neligat ke arah pintu ruangannya.


" Sialan siapa sih itu." kesal Stiven yang kemudian bangkit dari sofa. Stiven berjalan menghampiri ke sumber suara.


Tak tahan dengan mual yang ia rasakan Rashelpun memuntahkan isi perutnya di atas lantai ruangan tersebut.


"Hei... Siapa kamu?"tanya Stiven menoel wanita yang ada di lantai tersebut dengan kakinya.


Rashel mengibaskan kaki yang mengenai tubuhnya, Rashel membersihkan mulutnya dengan tisu kemudian meligat ke arah orang yang telah berani-beraninya menyentuhnya.


Rashel menyengir begitu melihat orang tersebut. "Rico....." ucap Rashel dengan oandangan samar - samar.Rashel berdiri kemudian memegang wajah Stiven sembari mengelusnya. "Aku tau..... Kamu pasti akan menemui aku untuk bersenang - senang." ucap Rashel tertawa-tawa sembari mencium bibir Stiven yang ia kiea rico beberapa kali.


Stiven yang masih terpengaruh dengan alkohol malam menyaka jika Rashel adalah Sheila, orang yang akan ia hancurkan.


Stjven ikut mengelus wajah Rashel," Saya tau kamu pasti akan tertarik dengan saya." ucap Stiven sembari munggulam bibir Rashel cukup dalam.


"Muah..... "


"Saya juga tau kalau kamu bukan wanita yang sebaik yang mereka kira, kamu wanita murahan yang hanya bisa memuaskan. "ucap Stiven.


Rashel tidak mendengarkan begitu jelas ucapn Stiven yang ia tau saat ini ia sedang bersama Rico.


" Kalau begitu mari kita habiskan malam pertama kita di sini sayang." ucap Rashel menarik tangan stiven menuju kamar VVIP.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2