
Sheila menatap sandra dengan tatapan tajam, meminta barang yang di titipkan mamanya pada sandra.
" Aku akan kasih surat yang mama kamu kasih ke aku asalkan kamu mau makan bersama xavi di sana! "tunjuk sandra ke arah ruang tamu yang tak jauh dari sana.
" Kamu mau mencoba menipu saya?" ucap sheila dengan tatapan tajam.
" Terserah kamu, pilihan ada di kamu. ''
Sheila menatap sandra penuh selidik, otaknya yang kacau membuatnya tidak bisa berpikir selain menuruti kemauan sandra dari pada ia tidak mendapatkan apapun.
'' aku tunggu kamu di halaman belakang setalah kamu menemui xavi dan makan bersamanya. "ucap sandra tersenyum ke arahnya lalu berjalan ke arah taman belakang rumah sheila.
" Saya tidak mau mebuang - buang waktu, saya akan langsung meminta surat itu pada dia."batin sheila yang hendak mengikuti sandra.
" Jangan mencoba menipu saya karna saya akan menanyakannya langsung pada xavi sebelum memberitahu kamu.'' ucap sandra menghentikan langkahnya tanpa memutar arah.
'' Sial, dia sudah tau jalan pikiran saya. " batin sheila menatap sinis punggung sandra yang perlahan - lahan menghilang.
**************
Xavi melihat makanan yang di bawa oleh sandra tanpa berniat untuk memakannya. Xavi tidak berselera untuk memakannya, apalagi mengingat sheila yang sampai saat ini belum keluar dari kamar bahkan ia belum makan sedikitpun.
Xavi menghela nafas berkali - kali sampai seseorang mendekat dan duduk di sampingnya. Jelas saja ia langsung melihat ke arah orang yang duduk di sampingnya. Xavi terkejut saat melihat orang yang duduk di sampingnya adalah sheila.
"Sheila?.... Kamu ____"
"Iya. "jawab sheila mengambil makanan yang ada di atas meja lalu melahapnya.
Sheila mengunyah makanan tersebut dengan perasaan yang sangat canggung apalagi saat ini ia sedang di tatap oleh xavi. Sheila tau pasti ada banyak hal yang ingin di tanyakan oleh xavi tapi ia tahan.
Sheila melihat ke arah xavi lalu menyendok makanan dan menyuapkannya pada xavi.
Xavi menaikkan kedua alisnya melihat perlakuan sheila.
Saya dengar pembicaraan kamu dan sandra tadi, jadi lebih baik kamu makan dari oada sandra semakin hawatir pada kamu. "ucap sheila menjawab tatapan xavi.
Xavi menerima suapan dari sheila sambil tersenyum," kamu cemburu pada sandra? "tanya xavi mengenyampingkan semua pertanyaan serta rasa hawatirnya pada sheila tadi.
Sheila tidak menjawab pertanyaan xavi, sheila hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
Lagi - lagi xavi hanya bisa menghela nafas, walau perkataannya masih belum di tanggapi oleh sheila tapi setidaknya sekarang ia sudah bisa melihat sheila.
Di sisi lain Reno asisten pribadi leonard tengah memperhatikan sheila dan xavi yang tengah makan dengan tampang kesedihan mereka masing - masih. Hubungan mereka terlihat tidak terlalu baik, tidak ada interaksi di antara mereka selain saling bertatapan.
"Ternyata kematian ibuk qania sangat berpengaruh terhadap pernikahan xavi dan sheila. "ucap reno mengamati sheila dan xavi dari mobilnya.
*************
" Rashel buruan!" ucap rico karna Rashel yang terlalu lambat dalam soal berdandan, padahal ia hanya pergi menjenguk sheila tapi dandanan rashel terlihat seakan - akan pergi ke pesta.
__ADS_1
" Iya ini aku lagi jalan keluar sayang." jawab rashel berjalan dengan hati - hati karna ia sedang mengandung.
"Udah? "tanya rico yang terlihat sangat kesal menunggu rashel yang terlalu lama.
" Udah, kamu ngga liat aku udah cantik gini?"
Rico menggeleng tanpa menghiraukan penampilan rashel.
" Ayo kita pergi sekarang!" ucap rico masuk kedalam mobilnya di ikuti oleh rashel.
.
.
Sepuluh menit perjalanan akirnya rico sampai di rumah sheila. Komplek perkampungan yang jauh dari kata elit.
Rashel berjalan dengan sangat hati - hati, rashel memperhatikan setiap langkahnya karna ia merasa jijik dan tidak nyaman dengan komplek perumahan yang dimasuki oleh Rico saat ini.
"Kita ngapain di sini sih sayang? "tanya rashel yang tidak nyaman berada di sana.
Menjenguk sheila, rumah sheila ada di sekitar komplek ini." jawab rico.
"Kamu tau dari mana kalau komplek perumahan sheila ada di sini?"
"Dari orang suruhan saya, mereka sudah mengecek ke rumah xavi tapi kata keluarga xavi sheila tidak ada di sana karna sheila dan xavi sedang meninap di rumah qania."
***********
Sandra menatap langit yang cerah sembari menikmati semeliwir angin sepoi - sepoi yang menerpa rambutnya.
Tapi Ketenagan sandra terusik saat seseorang menghalangi pemandangannya.
" Saya sudah menuruti kemauan kamu, sekarang cepat berikan surat yang di titipkan mama saya pada kamu !" Ucap sheila berdiri tepat di hadapan sandra.
"Benarkah? "
Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan langsung pada xavi!
Baik, saya rasa jawaban kamu cukup jujur. "ucap sandra merogoh tas yang di bawanya.
Sandra mengambil surat yang di titipkan qania kepadanya tepat sebelum insiden itu terjadi.
Ini,semoga isi surat ini bisa menjawab semua pertanyaan kamu yang belum sempat kamu tanyakan pada mama kamu sebelum dia pergi. "ucap sandra memberikan surat tersebut pada sheila.
Sheila mengambil surat tersebut dan melihat di belakang amplop tertulis namanya.
To :Anakku tercinta
Air mata sheila menetes saat melihat tulisan yang ada di belakang amplop tersebut.
__ADS_1
Saya akan ceritakan semua yang mama kamu ceritakan pada saya saat kondisi kamu sudah stabil. "sambung sandra tersenyum ke arah sheila.
Sheila meliht ke arah sandra dengan mata yang berkaca - kaca," Saya pergi dulu, semoga setelah ini hubungan kamu dan xavi bisa kembali membaik! "sambung sandra yang kemudian pergi dari taman tersebut.
Sheila membuka surat yang di berikan sandra, sheila membaca baris demi baris surat yang di tulis oleh mamanya.
Hiks... Hikss... Hikss
Tangis sheila pecah saat ia selesai membaca semua isi surat tersebut.
Xavier menyusul sheila ketika melihat sandra pergi tanpa mengatakan apapun kepadanya. Xavier takut terjadi sesuatu yang di inginkan apalagi sandra bilang kalau ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada sheila perihal mamanya.
Sesampainya di sana xavier melihat sheila yang trngah menangis tersedu - sedu di atas bangku taman dengan selembar kertas yang ia pegang. Takkuasa melihat semua itu xaviepun berlari dan langsung memeluk sheila. Xavier mengusap lembut punggung sheila untuk menenangkannya, tanpa mengatakan apapun.
Di sisi lain rashel dan rico yang baru saja sampai tidak sengaja melihat sheila dan xavier yang sedang berpelukan. Hati rico terasa teriris melihat sheila yang menumpahkan semua airmatanya di dekapan xavier. Harusnya dia yang ada di sana sekarang, menjadi penenang dan menjadi orang yang bisa membuat sheila kembali tersenyum tapi... Sekarang malah xavier. Apa kesempatannya untuk mendapatkam sheila memang sudah tidak ada lagi? Apa ia harus menyerah? Aaakkhh.... Rico sangat frustasi jika memikirkan kisah cinta yang tak semulus yang dia inginkan ini.
Rico menarik tangan rashel untuk segera pergi dari sana.
'*************
Suasana mobil sangat hening hanya suara klakson dan riuhnya pengendara jalan yang terdengar sekarang ini. Rashel dan rico sama - sama diem bergulat dengan pikiran mereka masing - masih.
Rico masih terbayang dengan kesedihan sheila saat ia berpelukan degan xavier tadi. Rasa iri dan sakit hati pada xavier semakin membuatnya membenci xavi.
"Mas... "Rashel mencoba memecah keheningan di antara mereka berdua.
Rico melihat ke arah rashel," saya sedang tidak mau berbicara ataupun berdebat dengan kamu saat ini. Jadi pliase jangan katakan apapun sampai kita sampai di rumah! "tegas Rico yang sangat jelas jika moodnya saat ini sedang berantakan.
" Aku bukannya ngajak kamu debat, aku cuma mau ngasih tau kalau aku hamil." rashel menunduk dengan suara parau setelah ia mengatakan itu. Entah kenapa karna kehamilan ini membuatnya Rashel akir gakir ini sering menangis bahkan karna hal-hal kecil.
Rico sangat terkejut mendengar perkatan Rashel, tak ingin ada kesalahan Ricopun langsung menepikan mobilnya dan kembali menanykan kebenaran ucapan rashel.
"Kamu hamil? "
Rashel mengangguk menyembunyikan tangisannya dari rico.
Ngga mungkin, "Rico menggeleng." Rashel lihat saya, kamu berbohongkan? "Rico memegang kedua bahu rashel untuk berhadapan dengannya.
Rashel melihat Rico dengan mata berkaca - kaca," Aku beneran hamil. "jawab Rashel.
" Kita kerumah sakit sekarang!" ucap Rico yang masih tidak percaya dengan perkataan Rashel.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1