Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 26.Bodoh!


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!!


Sheila kembali masuk kedalam ruangan mamanya. Sheila melihat xavier yang masih berdiri di dekat sofa. Xavier melihat ke arah sheila yang membuat sheila langsung tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan tadi.


"Kamu lebih baik juga pergi! "ucap sheila langsung memalingkan wajahnya ketika xavier melihat ke arahya.


" iya.. Saya juga mau pergi." jawab xavier yang terlihat sangat tidak nyaman dengan keaadaan sekarang. Kejadiannya berciuman dengan sheila dan kedatangan Stiven secara tiba-tiba tadi membuat xavier merasa tidak enak dengan sheila.


" Soal Ciuman tadi_____"


"Soal itu ngga usah di bahas, anggap aja itu ngga ada. "sheila langsung memotong ucpan xavier, ia terlihat sangat malu mengingat kejadian itu. Sheila mengutuk dirinya sendiri karna telah berlaku bodoh seperti tadi. Harusnya tadi ia marah dan menampar xavier tapi perbuatannya malah sebaliknya, ia malah menerima dan menikmati suasana itu. Sheila bertanya-tanya kenapa ia bisa berlaku seperti itu, kenapa ia lemah dan seakan akan ia menyukai hal itu.


Xavier mengangguk, "Saya minta maaf atas perlakuan paman saya tadi. Saya pastikan kejadian ini ngga akan terulang lagi." sambung xavier lagi yang masih merasa tidak nyaman dengan suasana ini.


"Hmmm... "jawab sheila membung wajahnya, ia tidak ingin xavier melihatnya saat ini ataupun sebaliknya. Karna sheila masih belum bisa melupakan hal yang ia lakukan bersama xavier tadi.


Xavier mengangguk sambil melihat sheila yang terus menghindari kontak mata dengannya. "Saya pergi dulu.." pamit xavier yang kemudian berjalan keluar.


Sheila melihat ke arah pintu untuk memastikan jika xavier telah pergi atau belum. Setelah ia memastikan jika xavier telah benar - benar pergi, sheila langsung memukul wajah serta bibirnya sendiri.


" Dasar bodoh bodoh... Bodoh... Bodoh!!! "ucap sheila sembari terus menyesali perbuatannya tadi.


******'******


Di dalam ruangannya stiven masih sangat kesal dengan perlakuan gadis yang berlaku seenaknya kepada dirinya. Gadis kampung yang bersama dengan xavier tadi sudah berani menendang serta mengata-ngatainya bahkan yang lebih parahnya lagi perempuan itu juga berani mengusirnya dan berlaku kasar kepadanya.


"Siapa sebenarnya perempuan itu?"tanya stiven memikirkan hubungan xavier dengan wanita yang ia lihat du ruangan wanita tua tadi.


"Kenapa xavier dan wanita itu berciuman?"


"Apa mereka pacaran? '' stiven menduga-duga hubungan antara xavier dan wanita itu. Jujur saja stiven sangat oenasaran saat ini karna bisa saja ini adalah takti xavier untuk bisa menguasai harta papanya.


"Tapi sejak kapan kenapa baru sekarang saya melihat xavier bersama wanita?" ucap stiven lagi membantah ucapannya sebelumnya, Stiven tau betul bagaimana keponakannya itu. Karna selama ini Xavier tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, xavier selalu fokus dengan pekerjaan dan karirnya sebagai CEO. Sifat xavier yang dingin dan kasar membuat para wanita takut di buatnya. Walaupun xavier sering ke bar xavi tidak pernah meminta wanita untuk menemaninya, xavier asyik dengan rekan - rekan kerja dan teman - temannya. Xavier selalu menolak jika ada wanita yang ingin menemaninya.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya xavier rencanakan, apa ia menggunakn wanita itu untuk bisa mendaptkan warisan dan kekayaan papa?"


"Ngga ini semua harus saya selidiki saya harus tau apa hubungan xavier dan wanita itu dan siapa sebenarnya perempuan itu?"


Stiven meraih telfonnya yang ada di atas lemari samping brankarnya stiven menelfon orang suruhannya untuk menyelidiki wanita yang ia temui di ruang VVIP tadi.


" Sejarang juga kamu cari tau semua tentang wanita yang ada di ruang VVIP khusus keluarga alexsander sekarang juga!"


"Kasih tau saya jika kamu sudah menemukan tentang siapa wanita itu dan apa hubungan wanita itu dengan xavier!."


"Saya mau malam ini kamu sudah melaporkan tentang siapa wanita itu!"


Tutur stiven yang kemudian langsung mematikan telfonnya.


"Pokoknya apapun rencana kamu say kan gagalkan, kamu tidak boleh menjadi ahliwaris ataupun pemimpin dalam keluarga alexsander. "


***********


Xavier masih berada di area rumah sakit, sejak kejadian tadi pikiran xavier menjadi kacau. Bayangan saat ia mencium sheila selalu melintas di benaknya.jujur saja itu adalah kali pertama xavier melakukan itu pada seorang wanita, xavier tidak tau apa yang tadi ia pikirkan sampai-sampai ia mencium sheila.


Jelas saja aksi xavier langsung menjadi sorotan oleh para pasien serta pengunjung rumah sakit. Semuanya meligat ke arah xavier yang berteriak serta memukuli dirinya sendiri.


" Eh eh itu orang kenapa? "


" Frustasi kali ya"


" Kaykanya dia harus di bawa ke psikiater deh. "


Xavier berhenti memukuli kepalanya ketika ia Sadar dengan bisikan - bisikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Xavier berdiri dan langsung berjalan keluar rumah sakit.


***********


Sheila melihat mamanya yang masih terbaring lemah di atas brankar. Mata mama yang terpejam dan tidak tau akan terbangun kapan. Sheila memegang tangan mamanya.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang mama bicarain sama pria pengecut itu? "sheila tidak mau menyebut bahkan mengakui jika leonard adalah ayah kandungnya. Semenjak ia di campakkan dan di usir ia tidak pernah lagi menganggap jika leonard adalah ayah kandungnya. Sheila bahkan telah menganggap jika ayah kandungnya itu sudah mati.


" Kenapa mama nemuin dia tanpa sepengetahuan sheila ma?" sheila menghela nafas dan menepis air matanya, ia masih tidak percaya bahwa kehadiran leonard sebagai ayah kandungnya kini kembali masuk kedalam kehidupannya.


"Apa mama mau nerima dia lagi? "sheila menatap mamanya dengan penuh kesedihan, sheila sedih sekaligus kecewa dengan mamanya.


Sheila memegangi perutnya yang terasa sangat perih sebenarnya dari tadi memang sheila sudah merasa kesakitan, sejak pertengkaran antara xavi dengan pria yang mengaku sebagai pamannya itu.


Sheila semakin menekan perutnya perutnya yang terasa sangat perih.


"Aaakhh... "rintih sheila. Dari pagi sheila memang belum makan, sheila sangat bersemangat memasak makanan untuk mamanya sehingga ia lupa untuk mengisi perutnya sendiri.


Sebenarnya tadi ketika ia keluar dari kantor xavier sheila ingin makan bersama dengan mamanya tapi melihat mamanya yang tidak ada di cafe dan mendaptkan kabar buruk seperti itu sheila jadi panik dan tidak mempedulikan maghnya yang kambuh.


"Aaakkh... "rintih sheila lagi. Sheila berdiri kemudian keluar dari ruangan mamanya. Sheila ingin mencari makanan ke kantin rumah sakit agar perutnya tidak terasa sakit lagi.


Sheila berjalan menuju kantin sambil terus memegangi perutnya. Rasa sakit akibat maagh nya yang kambuh membut tubuh sheila seakan melemah. Perjalanan menuju kantin juga terasa sangat jauh.


Sheila sekuat tenaga untuk bisa sampai di kantin agar ia bisa makan dan meminum obat. Namun saat sheila sampai di kantin rumah sakit kondisi kantin sangat ramai dan membut sheila harus mengantri untuk bisa memesan makanan.


"Aduhh ini kenapa rame banget sih? "batin sheila yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan.


Karna tidak tahan dengan antrian yang panjang sheilapun berusaha untuk menyalip antrian namun sialnya sheila malah menabrak seorang pria dan yang lebih parahnya lagi ia terjatuh akibat tabrakan itu.


Pria itu membantu sheila berdiri, ia terlihat kaget begitu melihat wajah perempuan yang menabraknya.


"Sheila?"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2