
Semua orang telah berkumpul di meja makan saat sheila dan xavi datang. Sheila tersenyum ramah pada semua orang di sana. Namun bsenyuman sheila memudar begitu melihat Rico yang juga berada di sana.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" batin sheila yang masi berdiri melihat heran ke arah Rico. Namun yang di tatap malah senyum kegirangan.
Xavi menarik kursi yang kosong untuk mempersilahkan sheila duduk. "Duduk sayang!"pinta xavi yang langsung di turuti oleh sheila.
Setelah sheila duduk xavipun juga ikut duduk di kursi yang bersebelahan dengan sheila.
" Ternyata ini calon mantu mama, kamu cantik sekali." puji Karina.Memang sebelum xavi membawa sheila kerumahnya xavi berhenti terlebih dahulu di sebuah salon untuk memperbaiki penanpilan sheila.
" Terima kasih tante. "ucap sheila taklupa di iringi dengan senyuman manisnya.
Sheila beralih menatap seorang kakek yang duduk di meja paling ujung. Dari awal ia datang kakek itu selalu melihatnya.
Sheila tersenyum canggung pada kakek tersebut.
" Opa ini sheila tunangan xavi "ucap xavi memperkenalkan sheila pada Alexander.
Alexsander tidak menghiraukan ucapan cucunya, alexsander masih diam sambil terus memperhatikan sheila.
Melihat itupun Stiven terlihat senang karna kelihatannya papanya tidak menyukai sheila.
" Bagus kalau papa tidak menyukai sheila maka pernikahan xavi dengan dia tidak akan pernah terjadi. "batin stiven.
Sheila semakin tidak enak di lihat seperti itu oleh kakeknya xavi. Tatapan Alexander tidak bisa ia deakripsikan.
" Papa." ucap stela memegang tangan suaminya.
Alexsander tersentak dan mengalihkan pandangannya dari sheila.
" Kamu kenapa? "tanya stela menghawatirkan keadaan suaminya.
Alexander menggeleng dan kemudian menyuruh semuanya untuk memulai acara makan malam.
" Yasudah mari kita mulai acara makan malamnya." ucap alexsander.
Sheila merasa sedikit aneh dengan sikap kakek xavi kepadanya walau tidak berkata apapun padanya tapi tatapan alexsander tadi membuatnya penasaran dan menduga-duga apa kakek xavi tidak menyukainya.
Xavier juga sangat heran melihat prilaku opanya yang tidak seperti biasanya. Opanya bahkan tidak bertanya sedikitpun tentang sheila.
Stiven melihat ke arah xavi," Hancur sudah rencana kamu xavi." batin Stiven.
***********
Sheila di ajak oleh Karina untuk duduk bersamanya di sofa ruang keluarga, ia ingin tau lebih banyak tentang calon menantunya itu.
__ADS_1
"Xavi bilang mama kamu sedang di rawat ya? "tanya Karina membuka pembicaraan.
" Iya tante." jawab sheila masih sangat canggung berada di dekat keluarga xavi.
" Kalau tante boleh tau mama kamu sakit apa?" tanya karina hati - hati karna takut jika calon mantunya itu tersinggung dan tidak nyaman dengannya.
"Mama sakit gagal ginjal tan." jawab sheila yang langsung mendapatkan tatapan prihatin dari Karina.
"Sheila juga sangat berterima kasih sama tante dan keluarga tante karna sudah mengizinkan mama sheila untuk memakai kamar inap khusus keluarga alexsander. "
Karina mengelus punggung Sheila, "iya sayang nggak papa-papa yang terpenting sekarang mama kamu itu sembuh supaya kalian berdua bisa lekas menikah." ucap Karina.
"Iya tante. "
"Tapi ngomong - ngomong papa kamu kemana, lagi jagain mama kamu ya? "tanya Karina yang sangat penasaran karna dari tadi sheila hanya menceritakan mamanya saja.
" Soal papa..... ngga usah di bahas dulu ya tan, banyak hal buruk tentang papa yang kalau sheila bahas malah buat sheila sedih dan sakit hati. "
" sheila minta maaf tan" ucap sheila menunduk takut jika mama xavier marah kepadanya.
Karina mengangguk, "Ngga papa sayang, tante bisa mengerti itu." ucap karina yang mengerti mungkin karna pertemuan pertama sheila belum bisa terbuka dengannya. Mungkin dengan pertemuan kedua ketiga dan seterusnya sheila bisa menceritakan lebih dalam lagi tentang keluarganya.
" Oh ya sheila nama mama kamu siapa? , biar nanti kalau tante mau jenguk tante bisa lebih gampang carinya. "
"Qania Larasati tante. "jawab sheila.
" Papa." ucap karina begitu menyadari ternyata alexsander berdiri di belakangnya.
" Papa kenapa bengong di sana? Papa ngga mau ikutan ngobrol di sini sama sheila? "tanya karina.
Alexsander masih tetap berdiri di sana," Ngga usah papa pusing. Papa mau istirahat. "jawab alexsander sembari melihat ke arah sheila dengan raut wajah yang tegang, seperti orang ketakutan.
Taklama Alexanderpun berjalan menuju kamarnya.
Sheila melihat punggung Alexander yang perlahan - lahan menghilang dari pandangannya. Sheila merasa jika kakek xavi sangatlah aneh.
"Kenapa sikap Kakek xavi sangat aneh ya? "batin Sheila yang tidak mengerti dengan sifat alexsander.
" Eeee... Tante sheila permisi ke toilet dulu ya." pamit sheila yang di angguki oleh karina.
************
Sudah dua hari tidak ada kabar apapun dari rico, jangankan untuk membujuknya menelfon untuk meminta maafpun tidak ada.
"Rico ngga boleh seperti ini!, hubungan aku dan rico tidak boleh rusak karna anak haram itu." ucap Rashel meremas telfonnya.
__ADS_1
"Kalau Rico ngga mau minta maaf, aku yang bakal minta maaf. "kekeh rashel.
Rashel kembali menghubungi Rico, ia tidak bisa berlama- lama berdiaman seperti ini dengan Rico. Kalau di biarkan bisa-bisa hubungannya dengan Rico bisa benar-benar kandas.
"Sayang plise angkat!" ucap Rashel berharap agar Rico mau mengangkat telfonnya.
Di sisi lain saat ini Rico sedang berdiri diam sembari bersender didinding depan toilet menunggu sheila untuk keluar dari toilet.
Drettt... Drttt... Ddretttt
Rico melihat layar ponselnya untuk melihat siapa yang menelfonnya.
Rashel is call....
"Rashel. "ucap Rico menghela nafasnya kasar. Rico tidak mau berbicara bahkan berhubungan dengan Rashel untuk saat ini.
Ceklek
Pintu toilet terbuka, Rico langsung memasukkan ponselnya kedalam saku dan langsung berdiri tepat di depan pintu toilet.
Sheila terkejut begitu melihat Rico berdiri tepat di depan pintu.
"Ngapain kamu di sini? "tanya sheila melihat Rico dengan tatapan tajam.
" Saya menunggu kamu, wanita yang sangat saya cintai." jawab Rico dengan senyum khasnya.
Sheila menggeleng ia tidak menyangka jika pria yang dia hadapi saat ini jauh lebih gila dari dugaannya.
" Kamu mendengar sendirikan kalau saya dan xavi sudah bertunangan dan sebentar lagi kami akan menikah,begitupun dengan kamu dan Rashel. "ucap Sheila.
" Pernikahan kamu dan Xavi tidak akan pernah terjadi sheila, kamu akan menikah dengan saya."
Sheila mengerutkan keningnya," apa rencana kamu? "sheila merasa ada hal buruk yang di rencanakan Rico terjadapnya.
Rico melangkah semakin dekat dengan sheila," Ini rencana saya. "
Sheila mundur sampai tubuhnya beradu dengan pintu toilet." Rico jangan macam-macam kamu! "ucap sheila.
Rico tidak menghiraukan perkataan sheila ia malah semakin memojokkan sheila.
Tak ingin hal buruk terjadi pada dirinya sheilapun langsung menendang dan menampar Rico." Jangan pernah kamu macam-macam dengan saya! "ucap sheila memelototi rico.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung