Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 43.Sikap aneh!?


__ADS_3

Alexsander duduk terdiam di tepi ranjangnya, ada suatu kekawatiran yang ia rasakan begitu melihat sheila. Kejadian masalalu terlintas di otaknya begitu melihat sheila.


" Saya tidak boleh seperti ini saya harus memastikan siapa sebenarnya dia. "ucap Alexsander masih dengan kekawatiran yang sama.


*********


Sheila menatap Rico dengan tatapan tajam, sheila tidak peduli jika rico kesakitan karna tendangan serta tamparannya.


" Jangan pernah kamu ganggu hubungan saya dengan xavi, urus saja hubungan kamu dengan Rashel! "tegas sheila.


Yang kemudian pergi menjauh dari Rico sebelum ada kesalah pahaman antara dia dan rico.


Rico melihat sheila yang sudah berjalan jauh darinya."Saya tidak akan menyerah begitu saja sheila, saya pasti akan mendapatkan kamu." ucap Rico yang begitu yakin jika ia bisa mendapatkan sheila.


Sheila pergi menemui xavi yang sedang berbicara dengan papanya. Sheila menyapa dengan sopan papa xavi lalu meminta xavi untuk ikut dengannya.


" Om." sapa sheila tersenyum pada Firman.


" Maaf om sheila ganggu obrolan om sama xavi." ucap sheila.


"Ngga papa, kamu kalau mau ngobrol sama xavi ngobrol saja om juga ada perlu sama tante." ucap Firman yang kemudian pergi.


Xavi menaikan satu alisnya sembari menatap sheila, "ada apa?" tanya xavi.


Udah selesaikan? Saya mau balik ke rumah sakit, besok mama oprasi. "jelas sheila yang mendaptkan tatapan terkejut dari xavi.


" Mama kamu sudah mendapatkan pendonor?" tanya xavi yang sama sekali tidak tau hal ini.


" Iya dan besok adalah jadwal oprasi mama."


" Baguslah kalau mama kamu bisa sepat ini mendapatkan pendonor. "xavi ikut senang mendengar kabar baik ini.


" Hmmm... Kalau kamu tidak sibuk, kamu bisa datang ke rumah sakit untuk menemani saya. Itu pun kalau kamu mau." sebenarnya sheila sangat berharap jika xavi bisa datng dan menemaninya besok.


"Saya tasa saya bisa menemani kamu besok." ucap xavi yang langsung membuat sheila sangat senang.


Sheila mengangguk - ngangguk, untuk menyembunyikan rasa senangnya. "Yasudah kalau begitu saya pamit dulu pada orang tua kamu." ucap sheila yang kemudian di antar oleh xavi.


Sheila dan xavi tidak menyadari jika dari tadi stiven menguping pembicaraan mereka.


"Ini saatnya saya menggunakan Rico untuk merusak hubungan mereka." ucap Stiven memutar kursi rodanya memperhatikan xavi dan sheila yang sedang berpamiran dengan kakaknya.

__ADS_1


'' Saya akan suryh Rico untuk menemani sheila besok. "batin Stiven sembari tersenyum sinis.


***************


Leonard mengemas barang-barangnya untuk ia bawa kerumah sakit besok.


" Qania sebentar lagi kamu akan sembuh, kita akan bisa menyaksikan pernikahan anak kita bersama-sama qania. "batin Leo sembari terus memasukkan pakaiannya kedalam koper.


Helen yang baru masuk kedalam kamar merasa heran dengan suaminya yang mengemasi barang-barangnya.


Helen berjalan mendekat pada suaminya," Kamu mau kemana mas? '' tanya helen menatap leo dengan penuh tanda tanya.


'' Aku mau keluar kota, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana." jawab leonard.


Memangnya Harus kamu yang pergi pa? Apa tidak bisa di gantikan dengan Randi? "tanya Helen karna biasanya Leo mengutus Randi asisten pribadinya untuk mengurusi urusan seperti ini.


Tidak bisa ma, ini urusan penting jadi harus papa sendiri yang turun tangan."jelas leo lagi, bukan maksud leo ingin berbohong pada helen tapi kalau ia mengatakan kebenaranbya pasti helen tidak akan mengizinkannya.


" Berapa lama kamu keluar kota mas?"


" Aku belum tau ma, tapi akan segera pulang jika urusanku sudah selesai di sana."


" Yasudah kalau begitu, pokoknya kamu harus sering mengabari aku nanti di sana! "ucap helen sembari mengelus punggung tangan suaminya.


Leonard mengangguk, ia menjadi merasa bersalah membohongi Helen seperti ini. Melihat perhatian dan kekhawatiran helen kepadanya seperti ini membuat leo menjadi teringat dengan kisah manis percintaannya dengan helen dahulu.


***********


Sheila melohat ke arah xavi yang saat ini sedang mengendarai mobilnya. Ada tang ingin sheila katakan padi xavi tapi ia takut jika nantinya xavi malah tersinggung karna yang ia akan katakan ini menyangkut keluarga Xavi.


"Ada apa, kenapa kamu melihat saya sepeeti itu?" ucap xavi, yang membuat sheila langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidak ada apa - apa, "jawab sheila.


" saya rau ada yang ingin kamu katakan kepada saya. "


Sheila terdiam mendengar ucapan xavi, ia masih ragu ingin membahas ini dengan xavi.


" Kakek kamu orangnya memang seperti itu ya? "ucap sheila memberanikan diri membahas soal peilaku aneh Alexander.


" Opa maksud kamu?" xavi menghela nafas. "Jujur saya sendiri juga heran dengan sikap opa saya. Tidak biasanya ia diam tanpa bertanya apapun kepada kamu. Karna biasanya opa itu selalu menginttogasi semua orang yang akan masuk dan menjadi bagian keluarganya." jelas Xavi karna memang xavi juga sangat heran dengan sikap opanya yang menurutnya juga aneh.

__ADS_1


" Apa kakek kamu tidak suka dengan saya?" tanya sheila menanyakan isi pikirannya dari tadi.


" Bisa jadi karna mungkin opa saya sudah bisa menilai sifat menyebalkan kamu hanya dari pandangannya." ucap Xavi mengada-ngada.


"Iiiiiihhhh... "sheila langsung reflek memukul bahu xavi." Yang menyebalkan itu kamu. "ucap sheila tidak ingin di cap sebagai wanita yang menyebalkan.


Xavi tertawa kecil," memang wanita tidak pernah mau di salahkan. "ucap xavi yang tanpa ia sadari ia baru saja tertawa.


Sheila tersenyum melihat xavi yang tertawa, baru kali ini ia melihat xavi tertawa seperti itu walau hanya tawa kecil.


" Dia terlihat sangat tampan begitu dia tertawa." batin sheila yang tanpa sadar ia memuji ketampanan xavi.


"Melihat kakek kamu membuat saya jadi teringat dengan kakek saya, kalau saja dia masih hidup pasti saat ini di seumuran dengan kakek kamu." ucap sheila teringat dengan almarhum kakeknya.


"Kakek kamu sudah meninggal? "tanya xavi.


Sheila mengangguk," Kakek meninggalkan saat saya berusia enam tahun."


" Kakek menjadi korban tabrak lari." jelas sheila yang sampai sekarang masih sangat terpukul dengan kejadian tersebut.


" Kenapa bisa? '' tanya xavi yang semakin penasaran.


" Waktu itu kakek mengajak saya untuk pergi membeli makanan kesukaan saya di pinggir jalan dekat kampung. Tapi di saat kami menyebrang mobil hitam kecil datang dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.Dengan reflek kakek langsung mendorong saya ke pinggir jalan. "


"Saya selamat tapi kakek...... dia tidak sempat menyelatkan dirinya. Kakek di tabrak ole mobil itu sampai membuat kakek meninggal di tempat dan yang lebih parahnya lagi mobil itu malah pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab sedikitpun. "jelas sheila yang sangat sedih sekaligus sangat marah akibat kejadian tersebut.


" Kamu tidak ingat plat mobil yang menabrak kakek kamu?" tanya xavi.


Sheila menggeleng," saya panik saya hanya fokus dengan kakek saya. Lagian waktu itu saya juga sangat terlalu kecil untuk mengerti dengan hal itu." ucap sheila.


"Kalau tidak ada petunjuk apapun kamu tidak akan bisa menemukan siapa pekaku tabrak lari kakek kamu "jelas xavi yang turut prihatin dengan kejadian buruk yang menimpa sheila.


" Tapi di manapun dia berada saya yakin saya bisa menemukan keberadaanya. Pokoknya sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan orang itu. Karna orang itu hidup saya menjadi menderita. Saya juga kehilangan orang yang paling berarti dalam hidup saya. "ucap sheila sembari meremas tangannya untuk menggabarkan kemarahannya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2